Beth Houser datang mengarungi samudera untuk menonton Shen Yun Performing Arts di Clay Center pada acara Arts & Sciences di Virginia Barat, AS pada tanggal 30 Maret 2016.

Dia bekerja sebagai pramugari United Airlines selama 35 tahun, dan ia berada di Jepang karena baru saja pensiun. Ia melihat iklan Shen Yun Performing Arts di televisi Jepang dan saat dia kembali ke rumahnya di Lexington, Virginia, dia mencari jadwal Shen Yun dan segera membeli tiket. Dia mengendarai kendaraan selama tiga jam untuk melihat pertunjukan Shen Yun.

“Tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata. Saya pikir siapapun yang melewatkan pertunjukan Shen Yun begitu saja akan kehilangan pengalaman yang mengubah hidup. Setiap orang harus menonton pertunjukan ini, “kata Beth Houser.

Ia sangat terkesan dengan apa yang dilihatnya dan memikirkan semua yang ia tonton -kostum, tarian, nyanyian, orkestra, yang menggabungkan instrumen Barat dan Timur, ia mengatakan “sungguh menakjubkan, benar-benar menakjubkan, semua yang saya lihat dari pertunjukan Shen Yun adalah benar-benar indah.”

Dia juga merasa pertunjukan Shen Yun telah memberinya semangat dan mengubah hidup. “Pertunjukan ini tidak hanya menampilkan musik dan tari, pertunjukan ini menampilkan perubahan jiwa dan spiritualitas, dan yang kita perlukan di dunia adalah melebihi hal ini,” katanya sambil meneteskan air mata.

Beth Houser adalah seorang musisi yang belajar tarik suara selama bertahun-tahun dan percaya bahwa musik, melalui getarannya, adalah suatu bentuk energi spiritual.

“Bila Anda memiliki talenta tertentu atau jenis nada atau suara tertentu, hal ini akan menyentuh hati orang lain. … Jadi saya merasa bahwa pesan, getaran musik, dan suara dari pertunjukan Shen Yun ini telah memajukan saya dan saya yakin juga akan memajukan banyak orang, “katanya.

Dengan mengangkat seni pertunjukan tradisional Tiongkok kepada dunia, Shen Yun yang berpusat di New York secara bersamaan memperkenalkan tradisi spiritual Tiongkok. Di masa lalu, seni selalu menunjukkan hubungan antara dewa dan manusia.

Dalam budaya Tiongkok, musik secara khususnya dianggap sebuah seni yang dapat menyembuhkan jiwa. Ia merasakan penyembuhan jiwanya ketika mendengar suara penyanyi opera Shen Yun yang bernyanyi dengan teknik vokal yang luar biasa. Ia juga memperoleh pemahaman filosofi budaya yang lebih dalam ketika lirik lagu yang dinyanyikan dalam bahasa Mandarin diterjemahkan ke bahasa Inggris yang ia baca dari layar panggung.

Dia juga tahu, bahwa sekarang ini tradisi dan kepercayaan ini tidak diterima di Tiongok -setidaknya oleh negara.

Karena pekerjaan dan perjalanan wisata, dia telah mengunjungi Beijing, Shanghai, dan tempat lainnya di Tiongkok beberapa -kali dalam hidupnya. Dia sangat sadar akan penindasan oleh rezim komunis pada kelompok seperti Falun Gong, yang menjalankan kultivasi spiritual.

Falun Gong adalah jenis qigong yang mencakup keyakinan spiritual serta latihan. Tai Chi adalah jenis latihan lainnya, meskipun ajaran filosofis telah hilang selama bertahun-tahun.

“Aku pernah melihat banyak manusia lanjut usia melakukan Tai Chi di taman seberang hotel kami, dan sinkronisitas gerakannya begitu indah, meskipun tidak ada musik, anda hampir dapat membayangkan musiknya,” katanya, mengingat –ingat kembali.

Ia menganggap dasar dari latihan ini, adalah sebuah “pancaran jiwa seseorang dari dalam ke luar”.

Shen Yun telah melakukan hal ini untuknya. Kini yang ia rasakan “hanyalah sukacita dan damai … ini adalah pengalaman yang indah. Pertunjukan ini menyentuh hati saya, “katanya, sambil berlinang air mata

“Lebih baik nonton pertunjukan Shen Yun daripada pergi berobat ke terapis mana pun,” katanya sambil tertawa.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular