Oleh: Huang Xiao Yu

Baru-baru ini, National Aeronautics and Space Administration (NASA) mengeluarkan keterangan bahwa ditemukan lagi 72 asteroid di angkasa, namun belum diketahui secara jelas ukuran dan orbit asteroid-asteroid yang akan melintasi Bumi ini. Informasi ini kembali memicu kecemasan publik atas Bumi yang kemungkinan akan menghadapi bencana mematikan.

Sejak dipulihkannya fungsi observasi Wide-field Infrared Survey Explorer milik NASA pada Desember 2013 lalu, total telah ditemukan 439 near-Earth asteroids-NEAs (asteroid /objek dekat Bumi), dan 72 diantaranya itu  merupakan temuan terbaru, namun, detailnya belum diketahui.

Melansir laman CNN, Kamis (7/4/2016), sehubungan dengan asteroid dekat Bumi ini, para ilmuwan dan astronom terkemuka dunia akan mengadakan “pertemuan” bertajuk “Asteroid Day” pada 30 Juni 2016 mendatang, mengingatkan masyarakat akan bahaya dari angkasa.

“Bisakah anda lihat suasana planet biru kita yang mengambang di alam semesta yang maha luas ini? Mungkin anda bisa bayangkan sejenak satelit-satelit dan pesawat ruang angkasa yang terbang mengelilingi kita. Tapi, tahukah anda, batuan-batuan angkasa itu bisa menghantam planet kita, dan mengakibatkan kehancuran dahsyat?” sebut CNN.

Keterangan gambar: Ilustrasi jumlah asteroid dekat Bumi (panah kuning adalah bumi, bintik hijau adalah asteroid, bintik kuning adalah komet) (video screenshot)
Keterangan gambar: Ilustrasi jumlah asteroid dekat Bumi (panah kuning adalah bumi, bintik hijau adalah asteroid, bintik kuning adalah komet) (video screenshot)

72 asteroid yang belum diketahui

Melansir laman CNN, wahana antariksa yang digunakan NASA tersebut menemukan bahwa objek dari ruang angkasa itu memang berkemungkinan menabrak Bumi dan akan menimbulkan bencana dahsyat yang fatal pada planet ini. Karena 8 di antara 72 asteroid tersebut berpotensi menghantam Bumi.

Dari hasil pemantauan wahana NEOWISE yang melengkapi lemahnya pengamatan teleskop cahaya tampak yang berbasis di Bumi itu menemukan benda dekat Bumi (near earth object / NEO) berukuran besar.

“Benda-benda dekat Bumi ini rata-rata berukuran ratusan meter lebarnya,” kata CNN mengutip pernyataan Amy Mainzer, kepala ilmuwan NEOWISE di Jet Propulsion Laboratory, NASA.

“Bumi kita setiap hari ditabrak oleh berbagai benda langit, benda-benda ini berasal asteroid dan komet, dengan massa total lebih dari 100 ton. Untungnya, sebagian besar sampah asteroid itu tergolong kecil dan hangus terbakar ketika masuk ke atmosfer, atau hanya meninggalkan meteor yang indah. Oleh karena itu, meteorid yang besar itu sangat jarang ditemui,” kata Don Yeomans, ilmuwan program NASA Near Earth Object di Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California, Amerika Serikat.

Tidak Mengesampingkan Kemungkinan Ancamannya Terhadap Bumi

72 benda langit yang baru ditemukan ini hanya sebagian dari potensi ancamannya terhadap Bumi. Selama dua tahun terakhir ini, jumlah asteroid yang berhasil dideteksi NASA total ada sekitar 439 asteroid,” demikian laporan “Russia Today”, Kamis 7 April 2016.

Sementara itu, sciencealert Australia, Kamis 7 April 2016 mengatakan, bahwa para ilmuwan masih belum mengetahui secara pasti terkait 72 asteroid ini. Dengan kata lain, ilmuwan masih belum tahu secara detail tentang ukuran, orbit dan jarak terdekat asteroid yang baru ditemukan ini dari Bumi.

Orang-orang masih mencemaskan asteroid-asteroid dekat Bumi ini, karena tidak tertutup kemungkinan dampak hantamannya yang mematikan. Sebagai catatan, CNN menggambarkan, masihkah ingat dengan peristiwa 15 Februari 2013 lalu, ketika itu terjadi ledakan asteroid di atas langit Chelyabinsk, Rusia, yang menyebabkan ribuan orang terluka, dan pecahan kaca berserakan di sekitar gedung?

Tanda sejarah

Dari data yang didokumentasikan NASA, pernah terjadi bencana berulang akibat hantaman asteroid. Karena peristiwanya sudah sangat lama, sehingga bekas yang ditinggalkan bencana-bencana itu menjadi kabur. Namun, para ilmuwan masih bisa menemukan beberapa bukti otentik terkait dampak dari hantaman asteroid kala itu. Seperti misalnya kawah yang berdiameter 1,6 km di Arizona, Amerika Serikat, merupakan tanda yang ditinggalkan akibat hantaman asteroid 50,000 tahun silam.

Keterangan gambar: Kawah di Manicouagan, Kanada, terkenal dengan sebutan “eye of Quebec. (Wikipedia)
Keterangan gambar: Kawah di Manicouagan, Kanada, terkenal dengan sebutan “eye of Quebec. (Wikipedia)

Di Quebec, Kanada, lebih terkenal dengan kawah Manicouagan Reservoir-nya. Ini adalah sebuah kawah purbakala, diperkirakan terbentuk akibat hantaman sebuah asteroid yang berdiameter 5 kilometer pada 210 juta tahun lampau. Sekarang, di sana adalah sebidang danau melingkar seluas 1.942 km persegi, dengan sebuah danau di tengahnya. Jika disaksikan dari angkasa, akan tampak sebentuk lingkaran raksasa yang unik, karena itulah dijuluki “Eye of Quebec atau mata dari Quebec.”

Sementara itu, kawah dengan diameter sekitar 200 km yang terletak di Chicxulub, Meksiko mungkin merupakan sebuah catatan sejarah yang paling terkenal. Para ilmuwan memperkirakan, itu adalah kawah yang terbentuk akibat hantaman asteroid berdiameter 10-13 km pada 65 juta tahun lampau, sekaligus merupakan asteroid yang memusnahkan segala makhluk hidup di Bumi termasuk Dinosaurus. Kini, kawah itu terkubur di bawah bebatuan setebal 1100 meter.

Video animasi NASA: 12 December 2012, asteroid Toutatis selebar 4,8 kilometer melayang di angkasa dekat Bumi atau 18 kali jarak Bumi-Bulan, suatu jarak yang sangat dekat dalam skala astronomis. (epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular