“Phantom limb pain” nyeri phantom atau ekstremitas hantu merupakan masalah yang banyak dialami pasien setelah amputasi, yakni sensasi yang membingungkan di mana orang yang diamputasi masih merasa sakit yang nyata di bagian tubuh yang telah hilang. Penelitian medis terbaru menyebutkan bahwa cryotherapy bisa secara efektif mengurangi sensasi nyeri atau ketidak nyamanan phantom limb atau sakit bayangan, tapi nyata terasa.

Phantom Limb Pain merupakan suatu keadaan yang sering dialami oleh seseorang yang telah menjalani tindakan amputasi, tingkatan nyeri dapat bervariasi mulai dari ringan hingga berat dan dirasakan pada bagian yang telah diamputasi. Sensasi nyeri phantom biasanya akan hilang ataupun berkurang dengan berjalannya waktu. Jika nyeri phantom terjadi lebih dari 6 bulan, maka dapat menunjukan prognosis yang kurang baik dan memerlukan pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut oleh dokter.

Walaupun bagian tubuh yang sudah diamputasi sudah tidak ada, namun bagian ujung saraf pada daerah tersebut tetap mengirimkan sinyal/stimulus nyeri yang membuat otak berpikir bahwa bagian tubuh tersebut masih ada. Terkadang, memori di otak menginterpretasikan sinyal yang berasal dari saraf yang mengalami kerusakan sebagai sensasi nyeri. Beberapa gejala yang dapat dirasakan oleh penderita yang mengalami nyeri phantom antara lain sensasi gatal, seperti tertusuk, mati rasa atau sensasi panas(hangat) atau dingin pada bagian tubuh yang telah diamputasi.

Dalam konferensi ilmiah tahunan 2016 yang diselenggarakan di Vancouver, Kanada, tim peneliti Society of Interventional Radiology dari Emory University School of Medicine, Amerika, yang merilis laporan penelitan terbarunya mengatakan, bahwa dengan metode cryotherapy, ahli radiologi intervensional menerapkan pengobatan terkait dengan pola minimal invasiv, yang bisa secara efektif memperbaiki sensasi nyeri phantom (nyeri yang dirasakan oleh individu pada salah satu ekstermitas yang telah diamputasi) pasien phantom limb.

Hingga saat ini, kedokteran tidak bisa memberikan bantuan yang efektif untuk menguragi rasa sakit pada pasien phantom limb, ujar David Prologo, asisten profesor bidang radiologi intervensional di Emory University School of Medicine, Amerika Serikat.

Namun sekarang, dengan adanya cryotherapy, pasien nyeri phantom akhirnya memiliki cara yang efektif untuk mengatasi konsekuensi pasca amputasi, sebelumnya di masa lalu sebagian besar kondisi seperti ini tidak ada obatnya.

Dalam penelitian tersebut, sebanyak 20 pasien yang menderita nyeri phantom itu menjalani proses cryotherapy. Dari tabel indeks nyeri pasien dipatok dengan nilai 10 poin, dimana sebelum pasien menjalani cryotherapy, indeks nyeri penderita phantom limb rata-rata 6,4 poin. Sampai 45 hari setelah proses cryotherapy, indeks sensasi nyeri phantom pasien, nilainya rata-rata hanya 2,4 poin.

Ada sekitar 20 kasus phantom limb setiap tahun di Amerika serikat, demikian statistik dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular