Erabaru.net. Dalam kehidupan sehari-hari, kecelakaan acap kali tak dapat dihindari, entah kaki tergelincir, terjatuh dari sepeda, ketika memasak terciprat minyak panas, memar terkena benturan….. disaat seperti itu sebaiknya dikompres panas atau dingin?

Disaat cedera akut harus dikompres dingin

Berdasarkan prinsip “panas mengembang dan dingin menyusut” ini, disaat awal ketika terkena benturan dari luar, yang merupakan fase cedera akut, pada tempat yang memar akan muncul pembengkakan dan meradang, disaat seperti itu perlu menggunakan prinsip “dingin menyusut”, agar lokasi yang bengkak dan meradang diperkecil.

Misalnya keseleo sewaktu bermain bola, radang, luka bakar pada kulit, atau otot kejang dan lain sebagainya.

Ketika menerapkan kompres dingin paling nyaman dan gampang gunakanlah kantong es atau bantal es yang tersedia secara komersial, jika tidak tersedia kantong es juga dapat menggunakan buatan sendiri, efeknya juga sama baiknya, masukkan balok balok es ke dalam kantong plastik dan tambahkan sedkit air kedalamnya.

Disaat cedera sub akut dan fase kronis harus kompres panas

Luka memar lantaran benturan eksternal, setelah lebih dari 48 jam atau 72 jam, memar tersebut telah memasuki fase sub-akut dan kronis, maka pada saat itu mulailah dengan kompres panas.

Jika tulang dan otot nyeri yang disebabkan karena sikap tubuh yang buruk, hingga terasa ketegangan otot dan kekakuan, maka disaat itu harus digunakan prinsip penanganan “panas mengembang”.

Kompres panas dapat menyebabkan kenaikan suhu tubuh, pembuluh darah menjadi rileks dan laju metabolisme tubuh meningkat, untuk membantu melancarkan sirkulasi darah pada bagian otot yang nyeri dan meredakan gejala sakit serta nyeri.

Disaat mengompres, perhatikan suhunya jangan terlalu tinggi, agar tidak mencederai kulit. Ulangi kompres panas 1-3 kali, masing-masing dengan waktu 10 sampai 15 menit.

Luka ekstenal setelah kompres dingin fase akut, jika tidak ada reaksi inflamasi fase akut berupa kemerahan, bengkak, panas dan nyeri, itu tandanya sudah memasuki fase nyeri sub-akut dan kronis, disaat itu dapat digunakan cara kompres panas untuk mendorong penyembuhan jaringan dan sirkulasi, mengurangi pembengkakan dan fenomena memar. (Epochtimes/Hui/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular