Oleh Zheng Xiaohan

Mohamed Abrini, tersangka pelaku serangan teror di Bandara Brussel telah tertangkap polisi Belgia pada 8 April 2016 lalu. Keesokan harinya, Kantor Kejaksaan Federal Belgia dalam pernyataannya menyebutkan bahwa Mohamed Abrini telah mengaku dirinya adalah orang berbaju putih dengan topi hitam yang terekam oleh kamera sirkuit dalam gedung bandara.

Baik CNN maupun Fox News mengutip pernyataan Kantor Kejaksaan Federal Belgia melaporkan bahwa Abrini yang juga dikenal sebagai ‘pria bertopi hitam’ tersebut mengaku membuang ke tempat sampah pakaian luar yang ia kenakan dan menjual topi hitamnya.

Pernyataan tersebut juga mengungkap tentang keterlibatan diri Abrini dalam serangan Paris tahun lalu melalui tes DNA yang dilakukan pihak berwenang.

Mohamed Abrini memiliki hubungan dekat dengan tersangka pelaku serangan Paris

Kepada penyidik Abrini mengaku dirinya berada di TKP (Bandara Brussel) saat ledakan terjadi. Penyidik menemukan sidik jari dan DNA Abrini dalam kendaraan Renault Clio yang digunakan dalam serangan teror Paris tahun lalu, begitu juga sidik jarinya dalam ruang di apartemen tempat persembunyian Salah Abdeslam.

Sejauh ini penyidik belum dapat memastikan sejauh mana peran dalam serangan yang dilakukan antara Abrini dengan Abdeslam. Tetapi hasil penyidikan mengungkapkan bahwa Abrini yang berusia 31 tahun tersebut adalah warga Belgia etnis Monako yang pada musim panas tahun lalu telah berkunjung ke Suriah. Adiknya yang sudah meninggal pada 2014 juga merupakan anggota dari organisasi teroris IS.

Penyidikan juga mengungkap, Abrini berhubungan dekat dengan Salah Abdeslam. Termasuk dengan kedua bersaudara Khalid dan Ibrahim el-Bakraoui, mereka adalah teman sejak masa kecil. tahun lalu, Abrani dan  Salah berrsama pergi ke Paris dengan kendaraan untuk melakukan serangkaian serangan teror di kota itu.

Seorang pejabat keamanan Eropa yang tidak bersedia disebutkan namanya kepada Associated Press menyebutkan, Abrini bersama beberapa temannya telah berulang kali mengunjungi Birmingham Inggris untuk mengadakan pertemuan yang berkaitan dengan kegiatan teroris. Salah satunya adalah ia diketahui sedang menemui sejumlah orang di kedai kopi dan beberapa apartemen di kota itu.

Identitas diri pelaku serangan teror di stasiun KA bawah tanah Brussel diumumkan

Pihak berwenang Belgia pada hari Sabtu (8/4/2016) juga mengumumkan identitas diri teersangka pelaku serangan bom di stasiun KA bawah tanah Brussel. Orang tersebut terekam kamera cctv saat berdekatan  dengan pelaku serangan bom bunuh diri di Bandara Brussel.

Kejaksaan Federal Belgia mengumumkan bahwa Osama Krayem alias Naim al Hamed pada 22 Maret 2016 lalu diketahui melalui rekaman cctv berada di stasiun KA bawah tanah Brussel bersama pelaku serangan bom bunuh diri Khalid El-Bakraoui.

3 ledakan yang terjadi di kota Brussel pada 22 Maret lalu telah menyebabkan 32 oraang tewas. Seorang Prancis yang familiar dengan jaringan internet teroris IS memberitahu CNN bahwa Osama Krayem memainkan peran kunci dalam serangan di Brussel.

Krayem adalah salah satu dari 6 orang tersangka yang berhasil ditangkap oleh kepolisian Brussel dalam operasi penggerebekan pekan lalu. Kantor Kejaksaan Federal juga sudah menetapkan keenam orang tersebut sebagai terdakwa yang terlibat dalam serangan teror dan usaha pembunuhan oleh organisasi Islamic State/ IS. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular