- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Beragam Gejala Pica yang Ganjil (1)

Oleh: Su Fei

Maddie Moore, bocah perempuan 3 tahun dari Bournemouth, Inggris, sangat ingin mengkonsumsi sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan makanan manusia, misalnya minyak, batu, gips, kayu, plastik, pasir, plester, cat, pena, tanah liat, dan bahkan tisu dan sebagainya yang tidak lazim dikonsumsi manusia normal pada umumnya.

Catherine Mullins, Ibu dari bocah Maddie menuturkan, bahwa ia harus selalu memperhatikan putrinya, untuk mencegahnya jangan sampai memakan sesuatu yang tidak lazim dan memicu sesak napas atau merusak organ dalamnya. Meskipun  Maddie jarang ke rumah sakit, tapi Catherine mengaku harus selalu menyiapkan obat pencernaan.

Sebelum berusia 1 tahun, Catherine melihat putrinya mengambil sesuatu dan dimasukkan ke mulutnya, tapi tidak dihiraukan. Saat genap 2 pekan usia Maddie, Catherine membawanya ke rumah sakit untuk  pemeriksaan kesehatan, dan saat itulah Maddie didiagnosis menderita sindrom Pica sekaligus juga autisme, stunting (pertumbuhan lambat), dan gangguan sensorik.

Saat tidur di malam hari, Maddie harus tidur di tempat tidur khusus untuk mencegah ia melukai dirinya. Sindrome Pica yang diderita Maddie sekarang mulai memburuk, ia hanya mau makan sesuatu dengan warna dan tekstur tertentu. Selain itu, keinginan makannya terhadap benda asing semakin besar, dekorasi apapun yang ada di rumah tidak luput dari incarannya.

“Setelah mengetahui Maddie melahap plastisin, sekarang saya sengaja memesan platisin yang terbuat dari esktrak susu yang bisa dimakan,” ujar Catherine.

Keterangan gambar: (Kiri) Maddie Moore, sang bocah pemakan apa saja. Dan Tempestt Henderson yang suka makan sabun, dan lebih bernafsu lagi saat makan deterjen (Kanan). (internet) [1]
Keterangan gambar: (Kiri) Maddie Moore, sang bocah pemakan apa saja. Dan Tempestt Henderson yang suka makan sabun, dan lebih bernafsu lagi saat makan deterjen (Kanan). (internet)

Tempestt Henderson, seorang gadis remaja asal Florida, Amerika Serikat, gemar makan sabun. Setiap minggu ia harus menghabiskan minimal lima batang sabun baru bisa “memuaskan nafsunya (kecanduan sabun).” Selama enam bulan bergumul dengan kecanduannya yang aneh itu, kemudian ia baru berani berkonsultasi dengan dokter karena ia sadar dengan pola makannya yang ganjil. Dan hasil diagnosis menyebutnya menderita kelainan yang disebut Pica (penyakit kejiwaan yang menunjuk pada keinginan kuat untuk memakan benda-benda yang bukan merupakan makanan-pola makan yang tidak lazim).

Sementara itu, Nicole Bonner, seorang wanita Inggris ini kurang dari lima tahun telah menghabiskan sekitar 1,000 buah spons. Bonner mengaku perilaku “gilanya” ini mulai dilakoninya sejak 3 bulan masa kehamilan, meskipun secara intelektual ia tahu perilaku itu tidak wajar, tapi dia tidak bisa menahan keinginan untuk menyatap spons. Menurut ceritanya, ia mengaku tidak tahu mengapa pada suatu ketika tiba-tiba merasa ingin sekali makan spons, dan sensasinya di mulut itu rasanya sedang menikmati makanan paling enak di dunia.

“Saya sangat menikmati sensasi ini,” katanya.

Keterangan gambar: Belum ada jawaban yang pasti terkait aneka sindrom PICA yang diderita seperti para bocah, remaja dan wanita hamil tersebut di atas. (Kiri) Nicole Bonner mengaku telah menghabiskan 1000 buah spons untuk camilannya dalam 5 tahun. Sementara itu, Emma Veness mengaku tak bisa menahan keinginannya untuk meminum cairan pembersih mebel (Kanan). (internet) [2]
Keterangan gambar: Belum ada jawaban yang pasti terkait aneka sindrom PICA yang diderita seperti para bocah, remaja dan wanita hamil tersebut di atas. (Kiri) Nicole Bonner mengaku telah menghabiskan 1000 buah spons untuk camilannya dalam 5 tahun. Sementara itu, Emma Veness mengaku tak bisa menahan keinginannya untuk meminum cairan pembersih mebel (Kanan). (internet)

Sedangkan Emma Veness, seorang wanita yang juga berasal dari Inggris mengaku tiba-tiba ingin sekali minum cairan pembersih mebel ketika mengandung anak keduanya. Mekipun ia sadar betul keinginan ini tidak wajar, tapi ia juga tidak tahu dari mana datangnya pemikiran seperti itu, dan ia juga sadar perilaku seperti itu tidak baik bagi perkembangan janin, tapi ia tidak bisa menahan diri untuk tidak menyantap cairan pembersih mebel.

Sementara itu, Adele Edward, wanita berusia 31 tahun dari Bradenton, Florida, Amerika Serikat, tiba-tiba saja menjadikan busa sofa itu sebagai makanan yang lezat sejak berusia 10 tahun. Begitu melihat sofa, ia tidak bisa menahan kenginan untuk tidak menyantapnya. Sekarang dia adalah seorang ibu dari lima anak, busa sofa yang dinikmatiya itu bisa mencapai ratusan kilogram.

Keterangan gambar: (Kiri) Adele Edward, wanita berusia 31 tahun dari Bradenton, Florida, Amerika Serikat, mengaku suka melahap busa dari bantalan sofa. Sementara itu, Margaret Daalman, seorang wanita asal Belanda suka makan peralatan makan! (internet) [3]
Keterangan gambar: (Kiri) Adele Edward, wanita berusia 31 tahun dari Bradenton, Florida, Amerika Serikat, mengaku suka melahap busa dari bantalan sofa. Sementara itu, Margaret Daalman, seorang wanita asal Belanda suka makan peralatan makan! (internet)

Ia sendiri dan keluarganya tentu saja sangat berharap bisa hidup normal seperti orang-orang pada umumnya. Ia pernah memeriksakan diri ke berbagai rumah sakit, namun nihil, dokter pun tak berdaya. Belakangan Adele beralih ke dokter hipnotis, dengan harapan hipnoterapi bisa menyembuhkan penyakit anehnya ini.

Hobi seorang wanita Belanda bernama Margaret Daalman ini sungguh sangat mencengangkan, bagaimana tidak, suatu ketika, saat duduk di depan meja makan, tidak sedikitpun tergoda dengan makanan di depan matanya, justru ia sangat bernafsu terhadap peralatan makan, dan tanpa sadar ia mulai menyantap peralatan makan di mejanya, dan di luar kendali.

Tak satupun peralatan makan dari stainless itu dicerna seperti mie di dalam perutnya, semuanya tersimpan di dalam perut. Sebagaimana kita tahu kapasitas lambung itu terbatas, dan operasi pengangkatan terrpaksa dilakukan bila sudah melampaui batas maksimum.

Laporan terkait menyebutkan, bahwa tim medis tercengang saat menemukan 78 sendok dan garpu di dalam perut Margaret, sepertinya sudah bisa membuka pelelangan kecil. Anehnya, bagaimana caranya Margaret menelan begitu banyak peralatan makan itu masuk ke dalam perutnya, dan mengapa tidak merasakan sakit atau perasaan tidak nyaman dan semacamnya, juga tidak berdampak pada kesehatannya. Ini benar-benar membalikkan kognitif manusia. (Secretchina/ joni/rmat)

BERSAMBUNG