Central News Agency mengutip pemberitaan organisasi Dokter Lintas Batas (MSF) melaporkan bahwa sejumlah pengungsi dan calon imigran yang masih berada di perbatasan antara Yunani dengan Makedonia pada Minggu (10/4/2016) kemarin berusaha untuk menerobos penghalang yang ditempatkan pada pos pemeriksaan perbatasan, akhirnya menimbulkan bentrokan dengan polisi.

Polisi terpaksa menyemprotkan gas air mata untuk mengusir massa yang tampak kehilangan kesabaran. Insiden menyebabkan sedikitnya 260 orang luka-luka.

Insiden tersebut terjadi di daerah dekat pos perbatasan Idomeni, di mana masih berkumpul sekitar 11.000 orang pengungsi dan calon imigran Timur Tengah.

Sejak Februari lalu, negara-negara Balkan menutup perbatasan, pos Idomeni menjadi jalur yang diharapkan oleh para pengungsi untuk masuk ke Eropa. Itulah sebabnya para pengungsi masih terus bertahan di sana.

Sumber dari kepolisian Yunani mengatakan, ketika ratusan pengungsi mencoba untuk memaksa petugas membuka penghalang bahkan berusaha untuk menerobos paksa penghalang di perbatasan pos Idomeni. Petugas dari Makedonia terpaksa menyemprotkan gas air mata ke kerumunan orang-orang itu untuk menghentikan tindakan yang sudah di luar kesabaran.

Petugas polisi perbatasan Makedonia mengecam tindakan brutal para pengungsi yang melempar batu dan barang apa saja yang ditemukan untuk menyerang mereka, termasuk usaha untuk merusak pagar, menerobos perbatasan. Sehingga gasair mata terpaksa disemprotkan untuk membela diri.

Staf MSF mengatakan bahwa 200 orang yang mengalami gangguan tersedak bersama 30 orang yang terluka tembak peluru karet sudah dibawa ke rumah sakit. Selain itu masih ada sekitar 30 orang terluka dalam berbagai ukuran yang tidak tergolong berat. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular