Oleh : Chen Simin

Pada 5 April lalu Beijing secara resmi menyebarkan edaran, mantan wakil ketua Komisi Militer Partai Komunis Tiongkok/ PKT jendral Guo Boxiong diadili dengan tuduhan “menerima suap, dengan jumlah luar biasa besar.”

Pada 15 Maret tahun lalu, mantan wakil ketua Komisi Militer lainnya yakni jendral Xu Caihou dilaporkan meninggal dunia selama proses investigasi akibat kanker prostat.

Baik Guo maupun Xu sejak 1999 mulai duduk di ibukota Beijing dan menjabat, kemudian keduanya bersama-sama dengan cepat meroket karirnya, tangan yang telah mendongkrak mereka adalah Jiang Zemin.

Menurut informasi, selama Guo dan Xu menjabat sebagai staf umum, staf politik dan Komisi Militer Pusat, Guo bertanggungjawab urusan infrastruktur militer dan komando operasi militer, dan Xu bertanggung jawab urusan politik dan personalia. Ditambah lagi dengan Gu Junshan selaku wakil kepala Divisi Logistik Militer menguasai seluruh sumber daya dan aset militer. Ketiga oknum ini adalah segitiga emas yang menggerogoti militer selama belasan tahun, jadi korupsi ketiganya tidak bisa terlepas satu dengan yang lain.

Kini di antara tiga oknum, satu menanti untuk diadili, satu telah meninggal karena sakit. Satu ditunda hukuman matinya, meskipun dakwaan terhadap ketiganya hanya disebutkan “penyalahgunaan kekuasaan dan menerima suap” tapi menurut investigasi internasional dan media asing, kejahatan utama ketiganya, adalah kejahatan anti-kemanusiaan yakni secara terorganisir merampas organ tubuh praktisi Falun Gong hidup-hidup.

Dari berita diketahui, kasus Guo Boxiong telah diwartakan secara estafet sejak 31 Maret lalu. Di hari yang sama, media juga membuktikan mantan Kepala Divisi Logistik AU Zhu Hongda telah dicopot kriterianya sebagai Dewan Koordinasi Politik dan diperiksa. Setelah Zhu Hongda dilengserkan, menurut statistik sejak 2015 hingga sekarang, perwira yang menjabat di Divisi Logistik (sekarang atau yang pernah) yang telah diperiksa setidaknya sebanyak 19 orang.

Selama periode yang sama, jenderal yang diumumkan oleh militer telah dicopot jabatannya sebanyak 49 orang. 19 orang di antaranya dari Divisi Logistik, berarti divisi ini paling parah. Keuntungan sebesar apa yang tersimpan di dalam Divisi Logistik ini sehingga korupsi begitu marak terjadi?

“Keuntungan besar” berasal dari kejahatan besar. Selama belasan tahun, menurut serangkaian investigasi oleh World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (WOIPFG), pusat korupsi di tubuh militer PKT adalah pihak militer telah memainkan peran sangat penting dalam perampasan organ tubuh praktisi Falun Gong hidup-hidup, dan Divisi Logistik adalah instansi operasional utama dalam kejahatan ini, dengan memanfaatkan sistem militer, disalurkan ke berbagai rumah sakit militer dan rumah sakit umum daerah.

Dalam berbagai bukti yang telah dipublikasikan berupa rekaman investigasi yang diperoleh dari para pemimpin tinggi PKT, para petinggi pusat dan perwira tinggi militer pada mengetahui, pihak militer melakukan cangkok organ tubuh dari praktisi Falun Gong, dan perintah tersebut langsung diturunkan dari mantan kepala Komisi Militer Pusat yakni Jiang Zemin.

Menurut investigasi WOIPFG, didapati bahwa Jiang Zemin langsung menginstruksikan dilakukannya cangkok organ menggunakan organ tubuh milik praktisi Falun Gong, lengkap dengan rekaman dari Kepala Bagian Kesehatan dari Divisi Logistik Umum PKT bernama Bai Shuzhong.

Sejak 1998 hingga 2004 Bai Shuzhong adalah pimpinan administratif medis tertinggi di dalam sistem kesehatan militer PKT, Bai dituding sebagai orang yang menyampaikan instruksi Jiang Zemin untuk melakukan perampasan organ ilegal tersebut, serta merupakan orang yang bertanggung jawab yang secara langsung menjalankan perintah genosida tersebut.

Dalam rekaman investigasi tersebut Bai Shuzhong secara jelas mengakui adalah Ketua Komisi Militer yakni “Chairman Jiang” yang memberikan perintah langsung, daerah militer bertanggung jawab untuk menangkap dan memenjara praktisi Falun Gong.

Setelah adanya instruksi dari “Chairman Jiang,” operasi cangkok organ pun dilakukan besar-besaran, Military Medical University juga ikut mengawasi dan terus ada permintaan, karena pada saat itu “pimpinan Jiang” sangat memperhatikan dan sangat “mementingkan” hal tersebut. Jiang Zemin memberikan perintah rahasia khusus untuk melakukan hal itu.

Guo Boxiong, Xu Caihou, Gu Junshan, Bai Shuzhong selama menjabat sebagai anggota Komisi Militer, selain Jiang Zemin, tidak ada lagi orang kedua yang disebut “pemimpin Jiang.” Terutama selama Bai Shuzhong menjabat antara 1998 hingga 2004. Menurut hasil investigasi WOIPFG dan laporan komisaris HAM yang diserahkan pada PBB, periode tersebut merupakan masa paling top perampasan organ tubuh praktisi Falun Gong. Oleh karena itu, tuduhan terhadap Jiang Zemin yang memberikan instruksi pada militer untuk merampas organ tubuh, tidak akan ada orang yang bisa memberikan kesaksian lebih kuat lagi daripada Bai Shuzhong sendiri yang terlibat sepenuhnya di dalam periode puncak tersebut.

Jadi, atas tuduhan apa pun Gu, Xu, dan Guo masuk dalam proses yudisial, yang disoroti masyarakat internasional adalah kejahatan Jiang Zemin yang menginstruksikan pihak militer untuk melakukan operasi perampasan organ tubuh praktisi Falun Gong dalam keadaan hidup-hidup. (sud/whs/rmat)

Share

Video Popular