Erabaru.net. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat insomnia orang dewasa di Asia pada umumnya mencapai 38,2%. Apakah Anda juga sering mengalami fenomena tidur kurang nyenyak?

Tidur kurang nyenyak, reaksi abnormal apakah yang akan muncul pada tubuh?

1. Makan terlalu banyak

Setelah Anda begadang semalaman, ketika tubuh terasa amat letih, secara alami ia membutuhkan karbohidrat untuk terus bekerja, hari berikutnya bukan hanya membutuhkan kafein sebagai doping, pasti juga membutuhkan serapan karbohidrat dalam jumlah besar.

Kurang tidur dalam jangka waktu panjang akan mengurangi tingkat leptin dan kadar ghrelin meningkat sehingga membuat rasa lapar Anda lebih kuat, juga akan membuat Anda lebih gemuk.

Walaupun hanya kurang tidur semalaman saja juga bisa meningkatkan kadar ghrelin, membuat orang lebih mendambakan makanan berkalori dan berkabohidrat tinggi.

2. Temperamen emosional

Jika kaum hawa tidak cukup tidur maka sikapnya setelah bangun akan lebih mudah naik pitam, mudah marah dan lebih galak.

Terutama karena fluktuasi hormonal, perempuan lebih mudah insomnia dibandingkan dengan pria.

Kurang tidur dalam jangka panjang juga bisa membuat tingkat kewaspadaan menjadi berkurang, tidak fokus, kemampuan daya ingat bahasa juga akan menurun.

Setelah diuji, orang yang kurang tidur dalam jangka panjang dalam aspek kemampuan memberi penafsiran dan pengendalian emosional akan muncul lebih banyak masalah kognitif.

3. Mudah sakit

Tidur nyenyak semalam bisa membuat sistem kekebalan tubuh beroperasi secara normal. Ketika kita tidur, sistem kekebalan tubuh akan melakukan ronda di malam hari, memeriksa apakah ada pathogen dalam tubuh kita dan memusnahkannya.

Jika waktu tidur Anda kurang maka kemungkinan Anda terkena pilek atau flu akan menjadi 3 kali lipat lebih besar dari orang lain.

4. Daya tarik atau atraktivitas menurun

Kecuali masalah yang tersembunyi/ tidak terdeteksi, kurang tidur juga dapat bermanifestasi langsung yakni penampilan Anda akan berubah menjadi tidak atraktif.

Menurut penelitian Surrey Universitas Inggris yang menemukan bahwa setiap malam tidur kurang dari 6 jam, berturut-turut selama satu minggu maka akan ada 711 jenis fungsi genetika dalam tubuh yang berubah, melibatkan metabolisme, daya kekebalan tubuh dan fungsi kompresi.

Kebutuhan tidur berbeda untuk tua dan muda

Susunan tidur yang normal: Lama tidur 7-9 jam adalah paling ideal, mungkin ada tambah atau kurang berdasarkan kebutuhan durasi tidur setiap individu. Menjamin kebiasaan tidur nyenyak adalah hal yang sangat penting.

Andaikata siang hari harus tidur sejenak, maka camkanlah teknik berikut ini: jika hendak tidur siang, sebaiknya selama 25 menit atau maksimal 90 menit, jangan lebih atau kurang dari ketentuan itu, selain itu, jangan tidur siang setelah jam 3 sore.

Panduan untuk tidur versi terbaru National Sleep Foundation AS, memberikan saran dan petunjuk untuk tidur yang berbeda bagi tingkat usia yang berbeda.

Bayi yang baru lahir hingga usia 3 bulan membutuhkan waktu tidur selama 14 – 17 jam; Balita 1 – 2 tahun membutuhkan waktu tidur 11 – 14 jam per hari; anak kecil usia 6 – 13 tahun disarankan dipertahankan 9 – 11 jam setiap hari.

Anak remaja usia 14 – 17 tahun seharusnya tidur 8 – 10 jam per hari, kaum muda-mudi masa puber membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk tidur.

Namun, waktu tidur yang melampaui 11 jam per hari juga tidak baik bagi kesehatan.

Bagi orang dewasa yang berusia 18 – 64 tahun, waktu tidur yang ideal adalah 7 – 9 jam setiap hari, 6 jam atau 10 jam juga boleh namun kurang dari 6 jam atau lebih dari 10 jam tidak direkomendasikan.

Sedangkan bagi manula di atas 65 tahun, pedoman terbaru memberikan saran waktu tidur 7 – 8 jam.

Ada sebagian manula hanya tidur 5 jam, biasanya mereka bangun sangat pagi, namun selalu mengantuk di pagi hari.

Ada sebagian orang walaupun waktu untuk tidur mereka dalam jangka panjang lebih rendah dari yang direkomendasikan, namun mereka mempunyai kualitas tidur yang lebih bagus.

Perbedaan individual memang ada, sebuah standar takar apakah waktu untuk tidur Anda cukup adalah melihat keesokan hari setelah bangun tidur apakah pikiran terasa sangat jernih dan penuh semangat atau tidak.

Rileks adalah kebutuhan tubuh yang sebenarnya

Seorang guru Yoga kenamanan dari India mengatakan: “Yang dibutuhkan oleh tubuh bukan tidur, namun rileks”.

Jangan berperang dengan jiwa, yang Anda lawan bukanlah jiwa karena Anda sendiri adalah jiwa itu sendiri.

Hanya sinkron dengan kehidupan maka Anda akan menemukan bahwa Anda bisa melewatinya dengan santai dan rileks.

Mempertahankan tubuh sehat dan suasana hati riang bukan sebuah pertempuran.

Manfaat dari deep sleep (tidur nyenyak) terhadap tubuh dan sistem syaraf sudah banyak penjelasan secara luas.

Penelitian modern telah menemukan bahwa meditasi memiliki kesamaan dengan tidur, namun meditasi bisa lebih menumbuhkan kebijaksanaan.

Perbedaan utama antara meditasi dan tidur adalah bahwa orang yang bermeditasi bisa secara sadar memimpin pikiran dan jiwa. (Epochtimes/Lin/Yant)

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular