Erabaru.net. Depresi, selain memengaruhi individu, juga memengaruhi hubungan keluarga dengan sesamanya.

Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal “JAMA Psychiatry – The Journal of the American Medical Association”, jika salah satu dari orangtua mengalami depresi, maka hal ini akan memengaruhi performa akademis anak-anak.

Bahkan kemungkinannya juga akan berdampak negatif dalam kehidupan sehari-hari jika sang ibu menderita depresi.

Selain itu, hasil studi juga menemukan bahwa orangtua yang depresi akan rentan memicu masalah perilaku “negatif” anak-anak, misalnya konflik dengan rekan sebaya mereka.

Namun, hubungan yang harmonis antara ayah-anak, dapat mengurangi dampak “negatif” depresi ibu terhadap si anak. Sehubungan dengan ini, para peneliti menyarankan bahwa meskipun depresi ibu meningkatkan masalah perilaku anak, namun, di saat mengobati depresi sang ibu, dimana jika ayah bisa memenuhi fungsi ibu yang tidak bisa menjalankan perannya sebagai ibu karena depresi, dan bisa secara aktif ikut berpartispasi dalam keseharian anak-anak, maka prilaku negatif anak-anak niscaya dapat diperbaiki.

Depresi pada orangtua misalnya disebut peneliti dari Drexel University School of Public Health dapat memengaruhi performa akademis anak.

Penulis studi Brian Lee mengatakan bahwa ada hubungan negatif antara dua hal tersebut.

“Kita jelas tahu bahwa depresi adalah sesuatu yang buruk sama seperti penyakit kesehatan mental lainnya.

Apa yang kurang kita sadari adalah bahwa kondisi kesehatan ini bisa memengaruhi orang lain juga selain individu bersangkutan.

Bagi orangtua, maka populasi yang rentan terpengaruh itu adalah anak-anaknya,” kata Lee

Dalam hitungan faktor apa saja yang paling berpengaruh untuk nilai anak, Lee mengatakan faktor depresi orangtua berada di antara faktor tingkat ekonomi keluarga dan faktor edukasi orangtua.

Oleh karena itu Anda harus mengobati orangtuanya juga.

Kadang untuk mengatasi masalah pada anak, Anda harus mulai dari orangtuanya,” kata Myrna Weissman dari New York State Psychiatric Institute mengomentari studi.(Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular