JAKARTA – Harga Bahan Bakar Minyak jenis Premiun dan Solar masih tergolong tak tak terlalu tinggi dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga lainnya. Hal demikian diungkapkan oleh Menteri ESDM Sudirman Said dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Menteri Sudirman mengatakan harga minyak di Thailand, Filipina, Vietnam, Laos lebih mahal dari harga BBM yang dijual di Indonesia dengan harga premiun Rp 6.450 perliter dan Rp 5.150 perliter. Hanya saja harga BBM yang dijual oleh Malaysia lebih murah dibandingkan dengan Indonesia.

“Thailand, Filipina, Vietnam, Laos lebih mahal dari kita, Malaysia lebih murah,” ujar Sudirman.

Menurut Kementerian ESDM, harga Premium di beberapa negara per 14 Maret 2016, Thailand Rp 8.686/liter, Vietnam Rp 8.710/liter, Kamboja Rp 10.530/liter, Filipina Rp 10.790/liter, Selandia Baru Rp 15.185/liter, Laos Rp 15.210/liter, Singapura Rp 16.303/liter, Belanda Rp 21.486/liter.

Negara lainnya yang menjual BBM jenis premiun dengan harga rendah adalah Oman Rp 2.586/liter, Qatar Rp 3.850/liter, Uni Emirat Arab Rp 4.583/liter, dan Amerika Serikat Rp 5.541/liter.

Sementara BBM dengan jenis Premiun, per 14 Maret 2016, Vietnam Rp 5.720/liter, Filipina Rp 6.500/liter, Amerika Serikat Rp 6.505/liter, Selandia Baru Rp 8.000/liter, Thailand Rp 8.281/liter, Kamboja Rp 8.580/liter, Singapura Rp 9.280/liter, Laos Rp 11.050/liter dan Malaysia Rp 4.293/liter.

Pemerintah pada 1 April 2016 menetapkan Harga Jual Eceran (HJE) Premium seharga Rp 6.450/liter yang sebelumnya HJE ditetapkan di harga Rp 6.950/liter. Sementara penetapan harga baru BBM Umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex dan Pertalite juga dilakukan. Setelah pada pertengahan Maret lalu menurunkan harga jenis BBM tersebut sebesar Rp200 per liter, terhitung mulai pukul 00.00 WIB 30 Maret 2016 kembali diturunkan sebesar Rp200 per liter. (asr)

Share

Video Popular