Oleh: Petr Svab

Hayley Lyons, ibu tiga anak dari Warrington, Inggris, baru-baru ini melihat anak laki-lakinya bernama Lewis menderita cacar air. Karena suhu tubuhnya tetap tinggi, empat dokter yang berbeda memberi resep ibuprofen, obat anti-peradangan dan obat penghilang rasa sakit yang umum dipakai.

Setelah Lewis minum obat ibuprofen, suhu tubuh Lewis terus meningkat dan lepuhan cacar menjadi semakin banyak. Pada akhirnya, Lewis dirawat di rumah sakit anak Alder Hey di Liverpool dan diagnosis septikemia, suatu komplikasi infeksi yang mengancam jiwa yang disebut juga keracunan darah.

British Medicines & Healthcare products Regulatory Agency menyatakan: “Sangat disarankan untuk tidak memberikan Ibuprofen Suspensi Oral untuk kasus varicella (cacar air) karena memperburuk infeksi kulit”.

The British Society for Paediatric and Adolescent Rheumatology dengan tegas menyatakan: “Pemberian Ibuprofen harus dihentikan jika anak Anda menderita cacar air”.

Pencarian di situs Food and Drug Administration AS tidak menyebutkan satu pun efek samping dari ibuprofen pada pasien cacar air.

Namun FDA memperingatkan untuk tidak memberikan aspirin pada anak yang menderita cacar air, yang dapat memicu terjadinya sindrom Reye, suatu penyakit otak yang mengancam jiwa.

Beberapa situs medis populer, seperti WebMD, mendaftar ibuprofen dipakai bersama dengan acetaminophen (Tylenol) sebagai pilihan untuk mengurangi gejala nyeri dan demam, tetapi memperingatkan pemberian aspirin kepada orang berusia di bawah 20. Situs ini juga menganjurkan untuk selalu konsultasi dengan dokter sebelum memberikan obat yang dijual bebas untuk anak-anak.

Situs web National Health Service, sistem layanan kesehatan yang didanai publik Inggris, menyatakan bahwa obat seperti aspirin atau ibuprofen membawa “risiko yang sangat kecil untuk nyebabkan reaksi kulit yang merugikan selama cacar air”. Dianjurkan untuk tidak memberi aspirin pada anak yang menderita cacar air dan menyarankan untuk memberikan parasetamol bukan ibuprofen sebagai obat penghilang rasa sakit selama menderita penyakit.

Setelah posting Hayley di Facebook mendapat begitu banyak perhatian, Institut Nasional untuk Kesehatan dan Perawatan Excellence menganjurkan ibuprofen tidak lagi dipakai untuk mengobati cacar air.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular