Oleh CNA New York

PBB untuk pertama kalinya menyelenggarakan audiensi publik untuk menentukan calon Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Para calon satu per satu diminta untuk menjelaskan pertanyaan dari masalah perubahan iklim global sampai cara penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Acara audiensi publik tersebut diselenggarakan selama 3 hari bertempat di ruang konferensi Gedung PBB New York yang dipadati oleh peserta. Acara ini mengubah sejarah 70 tahun PBB, memberi warna lain dalam menentukan calon sekjen mereka.

3 dari 9 orang pesaing yang menyampaikan kepada 193 perwakilan dari negara anggota PBB tentang misi dan visi menggantikan kedudukan Sekjen Ban Ki-moon yang masa jabatannya akan berakir pada 1 Januari tahun depan

Selama beberapa dekade terakhir, jabatan sekretaris jenderal selalu diberikan kepada calon yang ditunjuk oleh 5 negara yang duduk sebagai dewan yaitu Inggris, Prancis, Tiongkok, Rusia dan Amerika. Dan umumnya dilakukan dalam ruang tertutup.

Tahun lalu Majelis Umum PBB memutuskan untuk mengubah prosedur pemilihan sekjen,  menghendaki kandidat mengirimkan surat permohonan resmi, resume dan bersedia mengikuti audiensi publik sebagai persyaratan.

Dewan akhirnya yang berwenang mengangkat seorang dari mereka. Pendekatan baru ini memberi kesempatan yang lebih luas kepada Dewan untuk menilai dan menetapkan siapa yang paling cocok untuk didudukkan sebagai Sekretaris Jenderal PBB. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular