Erabaru.net. Hidrogen peroksida dipuji karena sifat antiseptik dan penyembuhannya. Bahkan, penduduk di perkotaan percaya pada mitos baru bahwa hidrogen peroksida bermanfaat untuk semua organ tubuh dan jaringan pada semua orang.

Padahal hidrogen peroksida terbukti sebagai racun untuk sel di pulpa gigi.

Tidak diragukan lagi, hidrogen peroksida dipakai sebagai pemutihan dan desinfektan gigi yang sangat handal yang seharusnya hanya dilakukan sesuai aturan oleh dokter gigi.

Akibat informasi dan saran yang salah, hidrogen peroksida dipakai sebagai obat kumur yang ideal setiap hari.

Konsentrasi hidrogen peroksida yang dijual bebas di pasaran mengandung kadar yang sama tingginya dengan yang digunakan oleh dokter gigi untuk memutihkan gigi (20-30%).

Hidrogen peroksida yang dijual bebas membuatnya semakin populer sebagai terapi alternatif.

Bahaya kerusakan gigi akibat penggunaan kadar hidrogen peroksida yang tinggi dalam obat kumur sehari-hari adalah belum diketahui, diabaikan dan belum dibahas.

Hidrogen peroksida melepaskan anion superoksida (radikal bebas yang kuat), yang bermanfaat memutihkan gigi dan sebagai antiseptik.

Manfaat ini tidak seberapa menguntungkan dibanding efek sampingnya.

Penelitian menunjukkan bahwa anion superoksida dapat menembus enamel dan dentin gigi dan mencapai ruang gigi yang sangat dalam yang disebut pulpa gigi.

Hidrogen peroksida memiliki berat molekul rendah dan berkemampuan untuk menghancurkan protein, yang mempermudah difusi melalui enamel dan dentin.

Pulpa gigi adalah tempat pembuluh darah dan saraf setiap gigi berada, yang membuat daerah ini sangat sensitif.

Sebuah kelas sel yang unik, yang disebut odontoblas juga berada di pinggiran pulpa gigi, yang mendukung gigi dengan menumpukkan lapisan dentin baru sepanjang hidup dan juga diyakini memainkan peran perlindungan /perbaikan dalam melawan karies gigi atau faktor lingkungan lainnya yang membahayakan gigi.

Hidrogen peroksida memiliki efek sitotoksik pada sel pulpa gigi, yang berarti dapat membunuh sel pulpa gigi.

Penelitian pada tahun 2013 yang tertulis dalam Journal of Endodontic menunjukkan bahwa konsentrasi hidrogen peroksida yang sangat rendah memicu mekanisme molekuler di sel pulpa gigi, yang memicu sel menjadi mati.

Menurut penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal yang sama pada 2013 lalu, protokol pemutihan gigi yang dilakukan oleh dokter gigi membahayakan pulpa gigi, karena kerusakan pulpa gigi berkaitan dengan berapa kali pemutihan gigi dilakukan.

Pemutihan gigi yang menggunakan jelly hidrogen peroksida 35% langsung mengakibatkan penurunan aktivitas metabolisme odontoblas secara nyata, yang mengakibatkan iritasi jaringan dan sensitivitas gigi.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific World Journal pada 2013 menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi hidrogen peroksida, semakin cepat hidrogen peroksida mencapai jaringan dalam gigi.

Para penulis menguji jelly hidrogen peroksida untuk memutihkan gigi yang berkonsentrasi 35% dengan 20% dan melaporkan bahwa konsentrasi hidrogen peroksida 35% menyebar lebih cepat ke dalam ruang pulpa dibanding konsentrasi 20%.

Timbul spekulasi bahwa konsentrasi hidrogen peroksida yang lebih rendah mungkin memiliki efek toksik kurang nyata pada sel pulpa gigi, karena lebih banyak waktu untuk mencairkan dan menurunkan peroksida yang mencapai pulpa.

Namun, efek jangka panjang maupun jangka pendek penggunaan obat kumur hidrogen peroksida setiap hari tidak pernah dievaluasi.

Jika beberapa kali dilakukan pemutihan gigi dapat menyebabkan kerusakan pulpa gigi yang dapat dideteksi, maka terbukti tidak aman menggunakan obat kumur hidrogen peroksida setiap hari . (Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular