Bisakah manusia menembus lorong waktu? Baru-baru ini, fisikawan Inggris Brian Cox dalam pidatonya di British Science Festival menyatakan, bahwa perjalanan menembus waktu itu memungkinkan jika kita bisa membuat mesin waktu yang mendekati kecepatan cahaya.

Perjalanan waktu hanya bisa ke masa depan tidak bisa kembali ke masa lalu

Menurut teori relativitas umum Einstein, perjalanan waktu itu memungkinkan jika kecepatan suatu objek dapat mendekati kecepatan cahaya. Berdasarkan pada teori relativitas Albert Einstein, Cox mengatakan, “Jika Anda bergerak cepat, waktu Anda akan berjalan relatif lambat ketimbang orang-orang yang diam. Tapi saat Anda mendekati kecepatan cahaya, waktu akan berjalan sangat lambat sehingga Anda bisa menuju 10.000 tahun di masa depan.”

Namun, mesin waktu hanya bekerja untuk menuju ke masa depan, tidak bisa kembali ke masa lalu.

Menurut teori relativitas umum, wormhole (lubang cacing) adalah jalan pintas menembus lorong waktu, dan untuk melakukan perjalanan waktu perlu menciptakan lubang cacing.

Sebuah penelitian menyebutkan, bahwa untuk menciptakan lubang cacing diperlukan beberapa materi yang aneh, yang dapat membantu untuk mempertahankan pembukaan wormhole. Wormhole atau lubang cacing disini adalah konsep yang dicetuskan pertama kali pada 1916 oleh fisikawan Austria Ludwig Flam, bahwa di alam semesta mungkin terdapat dua titik sempit dalam ruang-waktu (datar) yang terhubungkan (secara matematis) oleh adanya suatu “lorong” ruang-waktu.

Tamu tak diundang dari “masa lalu”

Pada 1985, sebuah pesawat bermesin ganda yang telah dinyatakan hilang hampir setengah abad lalu, ditemukan di sebidang hutan rawa di New Guinea. Anehnya, pesawat yang ditemukan ini dalam keadaan seperti belum lama berada di sana. Kode penerbangannya masih jelas terbaca dan badan pesawat masih bisa memantulkan sinar matahari. Pesawat tersebut adalah pesawat penumpang rute Manila – Mindanao Philipina yang hilang 48 tahun yang lalu. Di dalam kabin pesawat ditemukan koran minggu ke-3 Januari 1937. Selain itu juga ditemukan gelas, kertas kosong, puntung rokok dan beberapa surat kabar 1937 lainnya masih dalam keadaan utuh tidak menguning. Kopi panas masih tersisa dalam termos, sandwich yang masih segar seolah menunjukkan waktunya belum lama berlalu.

Penyelidik juga dikejutkan oleh penemuan baterai yang listriknya masih penuh. Sewaktu tombol untuk menyalakan lampu dipencet, lampu dalam kabin semuanya tampak menyala. Penyidik juga menemukan tanki yang bahan bakarnya masih terisi penuh. Untuk mengungkap misteri ini, pihak yang berwenang Indonesia terus melakukan penyelidikan terhadap pesawat “masa lalu” ini.

Insiden serupa juga pernah terjadi pada 1960-an. Pada 4 April 1946, sebuah pesawat pembom Amerika menghilang tak lama setelah lepas landas, namun pesawat itu ditemukan kembali tak jauh dari tempat ia menghilang pada 1962. Analisa instrumentasi penerbangan mengarah pada pendaratan yang tidak terlalu lama. Peralatan radionya juga masih utuh walau pada kenyataannya waktu sudah berlalu 17 tahun.

Walau pun peradaban manusia dan ilmu pengetahuan sudah mengalami kemajuan yang begitu pesat, namun terlalu banyak hal yang masih menyisakan pertanyaan dan teka-teki. Kemajuan ilmu pengetahuan dan sains belum mampu menjawab semua pertanyaan di dunia, apalagi alam semesta. Sejumlah fenomena belum bisa dijelaskan secara nalar seperti contoh tersebut di atas. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular