Oleh Zhang Zhi

Korea Utara Jumat (15/4/2016) pagi, menembakkan rudal balistik jarak menengah Musudan BM-25 ke perairan di sebelah timur Semenanjung Korea. Baik Korea Selatan maupun AS mendeteksi adanya penembakan rudal pagi ini tetapi menggolongkannya sebagai kegagalan.

Yonhap mengutip pernyataan Kepala Staf Gabungan Jumat (15/4/2016), melaporkan bahwa rudal balistik jarak menengah Musudan yang memiliki jangkauan lebih dari 3.000 km itu ditembakkan oleh Korea Utara sekitar pukul 05:33 pagi ini. Namun penembakannya berakhir dengan kegagalan.

Washington Post mengutip ucapan Kepala Staf Gabungan AS mengatakan bahwa peluncuran rudal balistik BM-25 yang dilakukan Korut pagi tadi diyakini telah mengalami kegagalan. Kamis (14/4/2016) dini hari pejabat Korea Selatan telah menemukan adanya aktivitas berlebihan yang terjadi di lokasi kedua rudal Musudan itu ditempatkan, yaitu sekitar Gangwon-do Wonsan, kejadian langsung diberitakan kepada AS.

Departemen Pertahanan AS dalam pernyataannya menyebutkan bahwa pihak militer AS telah mendeteksi adanya penembakan rudal Musudan oleh Korut pada pukul 05:33. Ditegaskan bahwa peluncuran tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi AS. Seorang pejabat Departemen Pertahanan AS mengatakan bahwa rudal itu berhasil dimonitor oleh pihaknya sejak diluncurkan.

“Tetapi hasil evaluasi kami menyatakan bahwa peluncuran itu termasuk gagal,” kata sumber Dephan AS.

Rudal balistik jarak menengah BM-25 tersebut memiliki jangkauan maksimal hingga 3.000 – 4.000 km. Mencapai 2 kali lipat dari jangkauan Rudal Nodong yang hanya 1.300  km. Selain seluruh wilayah Korea Selatan dan Jepang, Rudal Musudan itu mampu mencapai pangkalan militer AS di Pulau Guam. Kabarnya, rudal Musudan ini mampu membawa hulu ledak nuklir yang berberat 1.3 ton.

Dilaporkan bahwa rudal Musudan ini pernah diikutkan dalam parade militer di Korut dan Korut pun bersedia membimbing Iran dalam perakitannya bila diinginkan. Tetapi rudal jenis BM-25 ini belum pernah dilakukan pengujian. Tahun lalu Korut penah melakukan percobaan peluncuran rudal sejenis ini tetapi tidak berhasil.

Korea Selatan dan AS beberapa waktu lalu sudah menduga akan ada uji coba entah peledakan senjata nuklir atau peluncuran rudal oleh Korut untuk menyambut hari kelahiran Kim Il-sung (15 April). Oleh karena itu, Korea Selatan dan AS segera mengerahkan kapal perusak Aegis ke perairan timur Semenanjung Korea untuk memonitor pergerakan militer Korut.

Jepang juga meningkatkan kewaspadaan dengan menempatkan alat peluncur peluru kendali  penangkal rudal PAC-3 ke arah Korut sebagai persiapan untuk merespon. Juga mengirim kapal perusak jenis Aegis ke perairan sekitar Jepang untuk melakukan perondaan.

CNN mengutip ucapan pejabat AS melaporkan bahwa selain memiliki Musudan, Korea Utara mungkin juga memiliki rudal balistik jarak jauh KN-08 yang selama ini juga belum pernah dilakukan pengujiannya. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular