KEPULAUAN SERIBU- Pemerintah pada saat ini  sedang menyiapkan moratorium untuk lahan kelapa sawit dan lahan tambang. Moratorium ini setelah beberapa waktu lalu dengan moratorium pemberian izin baru di lahan gambut dalam Instruksi Presiden Nomor 8/2015 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Primer dan Lahan Gambut.

“Kemarin sudah moratorium lahan gambut, sekarang siapkan lagi moratorium kelapa sawit, siapkan lagi nanti moratorium untuk wilayah pertambangan harus seperti itu, konkrit jelas dan tertulis regulasinya,” kata Presiden dikutip dari Kantor Staf Presiden, Kamis (14/4/2016).

Pernyataan demikian disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada acara Gerakan Nasional Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar Dalam Rangka Hari Hutan Internasional, di Pulau Karya, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pada kesempatan itu, pencanangan Gerakan Nasional Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar disertai pelepasan 200 ekor tukik penyu sisik,  4 ekor penyu dewasa, 4 ekor elang bondol, 400 ekor burung tekukur, cerucuk, dan kutilang. Bersamaan itu juga dicangkan penanaman atau transplantasi karang dan lamun sebanyak 1.000 spesimen oleh masyarakat, dan restorasi hutan bakau dan mangrove sebanyak 5.000 bibit mangrove.

Presiden menuturkan lahan sawit yang ada sekarang sudah ada asal bibitnya dan bibitnya benar. Adapun terkait produksi sudah mungkin bisa lebih dari dua kali, bahkan jika dikerjakan dengna baik maka bisa lebih meningkatkan produksi.

Sama  halnya dengan lahan tambang, Presiden menegaskan jangan sampai terjadi konsesi pertambangan menabrak hutan konservasi, diharapkan tak terjadi hal-hal demikian. Presiden mengingatkan apalagi tata ruang untuk tambang pada saat ini sudah ada.  Oleh karena itu, peruntukan pertambangan baru sudah tak beri izin.

Turut menyeratai Presiden Jokowi pada kesempatan kali ini adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat. (KSP/asr)

Share

Video Popular