JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan siap membantu akibat dampak gempa bumi yang terjadi di Jepang. Dalam hal ini, Kepala BNPB  William Rampangilei langsung memerintahkan tim BNPB untuk terus memantau akibat kondisi gempa bumi di Jepang.

“Kepala BNPB, Willem Rampangilei, telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB untuk terus memantau perkembangan dampak gempa Jepang. BNPB siap jika sewaktu-waktu diminta untuk mengirimkan bantuan ke Jepang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya di Jakarta, Sabtu (16/4/2016).

Informasi BNPB, hingga saat ini Pemerintah Jepang masih melakukan penanganan darurat, khususnya pencarian dan penyelamatan korban. Data sementara dampak gempa, 14 orang tewas, puluhan orang masih tertimbun di reruntuhan bangunan dan lebih 44 ribu orang harus dievakuasi pada Sabtu (16/4) pukul 10.00 WIB.

Peringatan dini tsunami telah dicabut, namun sebagian masyarakat masih belum berani ke daerah pantai. Personil militer ditambah hingga 20.000 personil tentara untuk melakukan penanganan darurat. Logistik dan peralatan juga ditambah. Meski peringatan tsunami telah dicabut, setelah sempat diberlakukan, warga di tepi pantai tetap diminta waspada.

Gempa bumi terjadi di wilayah Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang Selatan. Gempa 7,3 SR terjadi di Kumamoto, Sabtu pukul 01.25 waktu setempat atau Jumat (15/4/2016) pukul 23.25 WIB.  Badan Meteorologi Jepang merevisi kekuatan gempa dari 7,1 SR menjadi 7,3 SR. Sebelumnya di daerah yang sama, yaitu di Prefektur Kumamoto dengan kekuatan 6,4 SR pada Kamis (14/4/2016) pukul 21.27 waktu setempat atau 20.03 Wib. Pusat gempa di daratan dengan kedalaman yang dangkal yaitu 10 km pada permukiman yang cukup padat penduduknya. (asr)

Share

Video Popular