Carbyne pertama kali diusulkan pada tahun 1885 oleh Adolf von Baeyer, yang menggambarkan keberadaan karbon acetylenic linier, atau rantai karbon panjang tak terhingga, yang dikenal sebagai carbyne. Namun, peneliti memperingatkan itu akan tetap sulit dipahami karena ketidakstabilannya yang ekstrim.

Dipimpin oleh Thomas Pichler, peneliti dari University of Vienna sekarang telah mengembangkan cara untuk secara massal menghasilkan rantai karbon yang terdiri dari lebih 6.400 atom karbon. Sebelumnya, panjang perubahan karbon yang tercatat kira-kira 100 atom karbon.

Untuk mencapai panjang baru itu, para peneliti menciptakan nanotube (molekul silinder) berdinding ganda dengan dua lapisan bergelombang graphene. Rantai karbon ultra panjang kemudian ditanam dalam tabung tersebut, yang menciptakan lingkungan yang stabil.

Dengan metode ini memungkinkan bagi tim peneliti untuk membentuk rantai karbon lebih dari 50 kali panjangnya dari pemegang rekor sebelumnya.

Carbyne adalah 40 kali lebih keras dari berlian dan dua kali lebih kuat dari graphene, mengalahkan semua bahan karbon lainnya dalam hal kekuatan. Bahan semacam ini akan berguna dalam pengembangan perangkat super kuat di masa depan.

“Karya ini memberikan contoh dari kolaborasi yang sangat efisien dan bermanfaat antara percobaan dan teori untuk mengungkap dan mengontrol sifat elektronik dan mekanik dimensi tipis, bahan berbasis karbon,” kata Angel Rubio.

Temuan kali ini menyebabkan sintesis dan karakterisasi rantai karbon linier terpanjang, selain itu memberikan peralatan pengujian dasar untuk studi eksperimental tentang korelasi elektron dan transisi fase dinamis kuantum dalam keterbatasan geometri yang tidak mungkin dilakukan sebelumnya.

Untuk mengkonfirmasi keberadaan rantai, para peneliti menggunakan berbagai jenis spektroskopi dan X-ray.

Hasil penelitian mengungkapkan tidak hanya stabil dalam kondisi seperti ini, karena sifat listrik tergantung pada panjang rantai.

“Selain itu, sifat mekanik dan elektronik carbyne luar biasa, merupakan kekayaan adanya kemungkinan baru untuk desain nanoelectronic sebaik seperti perangkat optomechanical, “ kata Rubio. (ran)

Share

Video Popular