Oleh: Sayer Ji

Sebuah penelitian baru mengenai kunyit berjudul “Kunyit Memberantas Sel Induk Kanker dan penerapan klinis,” yang diterbitkan dalam Cancer Letters membuka jalan revolusi untuk memahami dan terapi kanker. Peneliti Amerika Serikat mengevaluasi polifenol utama dalam rempah kunyit karena kemampuannya untuk menargetkan sel induk kanker (CSC), yang diyakini sebagai akar penyebab pembentukan tumor dan keganasan.

Sel induk kanker berada di puncak hirarki sel tumor, dan merupakan “ibu” dari berbagai sel anak yang mulanya jinak menjadi ganas. Pengobatan konvensional dengan kemoterapi dan radioterapi, tidak mampu memahami penyebab yang diperantarai sel induk kanker pasca perawatan tumor yang kambuh pada manusia yang berlangsung puluhan tahun setelah pengobatan awal sampai terwujudnya bebas kanker.

Meskipun tumor dapat dihilangkan dengan operasi, kemoterapi dan radiasi, populasi sel induk kanker sering terlewatkan atau bahkan dianggap sebagai akibat tindakan tersebut. Ketika massa tumor tumbuh kembali yang seringkali menjadi lebih invasif dan kebal pengobatan, mengakibatkan kemunduran kondisi pasien yang cepat dan kematian – kematian sering ditulis dengan tidak tepat atau tidak jujur bukanlah akibat dari pengobatan yang berkaitan dengan tumor.

Pengobatan konvensional dapat memicu sebuah tumor yang awalnya jinak (tumor lamban) menjadi lebih invasif karena peningkatan jumlah sel induk kanker yang cepat sehat kembali pada saat bersamaan di mana pengobatan konvensional tidak membunuh atau sedikit membunuh sel anaknya.

Peran kunyit untuk membunuh sel induk kanker

Kunyit dan curcumin telah dipelajari secara luas karena kemampuannya untuk membunuh berbagai sel kanker. Penelitian baru mengidentifikasi sejumlah cara di mana curcumin memberikan terapi penargetan sel induk kanker yang ideal, meliputi:

• Pengaturan jalur pembaruan diri sel induk kanker: Curcumin secara langsung dan tidak langsung berpengaruh minimal pada tiga jalur pembaruan diri sel induk kanker, yaitu, Wnt / b-catenin, sonic hedgehog 89 (SHH), dan Notch. Para peneliti mendaftarkan 12 jalur perbedaan di mana curcumin berpengaruh secara positif terhadap sel kanker.

• Modulasi microRNA: microRNAs adalah urutan non-penyandi RNA yang pendek yang mengatur sekitar 33% gen penyandi protein dalam genom manusia. Mereka berikatan dengan RNA pembawa pesan {messenger RNA (mRNA)} yang menjadi target yang menyebabkan degradasi atau inaktivasi pada mRNA. Curcumin mengubah ekspresi microRNA di sel induk kanker dengan cara sangat menekan pembentukan tumor.

• Langsung berfungsi sebagai anti-kanker: Curcumin menunjukkan kemampuan memilah sel kanker dari sel sehat untuk dibunuh dan bekerjasama dengan agen kemoterapi konvensional yang membuat kemoterapi tersebut lebih efektif (dalam beberapa kasus kurang berbahaya).

Curcumin sudah digunakan sebagai obat alami selama ribuan tahun dan terbukti aman untuk digunakan pada penderita kanker.

Curcumin terbukti menghambat sel induk kanker pada beberapa jenis kanker baik dalam kultur sel maupun pada model tikus, termasuk glioma, kanker payudara, kanker kolorektal, kanker pankreas, kanker otak, dan kanker esofagus.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular