Oleh: Chuan Ren

4 April 2016, New Tang Dynasty TV (NTDTV) yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat, kembali mengalami gangguan yang berasal dari daratan Tiongkok sebagai upaya untuk menghalangi NTDTV menyiarkan sinyal terhadap satelit RRT. Menurut informasi, sebagai stasiun TV swasta non-profit independen terbesar di AS, NTDTV yang didirikan sejak 2001 itu telah mengalami beberapa kali serangan internet berskala besar, bahkan pernah juga perusahaan satelit ditekan dengan tujuan membatalkan siaran NTDTV ke Tiongkok.

Beijing mengandalkan kekuasaannya yang sementara ini telah menjadi negara ekonomi kedua terbesar dunia, memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada untuk menyuap politisi berbagai negara. Bisa membeli berbagai media massa dan perusahaan di luar negeri, bisa menggunakan uang untuk tujuan semena-mena. Tapi lima belas tahun telah berlalu, Beijing tidak mampu membuat NTDTV tunduk, yang lantas kehabisan akal mengerahkan tipu daya untuk mengganggu NTDTV beroperasi secara normal, yang justru merefleksikan ketakutan mereka terhadap NTDTV.

Partai komunis selalu memuji dirinya sendiri sebagai “agung, cemerlang dan lurus” dan menyebut dirinya pejuang kelas buruh. Pejuang kaum buruh yang terbentuk dari kaum intelek yang “progresif” seperti itu ternyata takut akan suara oposisi, takut konsep demokrasi dan nilai-nilai kebebasan akan tersebar di masyarakat Tiongkok, takut norma universal manusia akan merasuk ke dalam jiwa rakyat Tiongkok. Karena ketakutannya akan hal-hal tersebut, Beijing pun selalu berupaya mempropagandakan bahwa masyarakat demokrasi bebas mengacaukan masyarakat Tiongkok, dan terus memberlakukan sensor ketat terhadap berita dan opini publik, selalu menangkap dan menindas para tokoh oposisi serta selalu mencemooh nilai universal manusia.

NTDTV mempunyai misi mendorong terciptanya kebebasan pers di Tiongkok, mematahkan dampak dari propaganda dan sensor berita oleh partai komunis, menyebarkan berita dan informasi yang tidak disensor oleh pemerintah kepada masyarakat Tiongkok dan seluruh dunia, membangkitkan dan menyebarkan kebudayaan tradisional Tionghoa, serta menjembatani pertukaran budaya antara Timur dan Barat.

Setelah beroperasi selama 15 tahun, NTDTV telah menayangkan acara seperti; Forbidden News, China News Interpretation, World Watch, Click Today, Comments & Interview, Hot Interactive, dan serangkaian acara populer lainnya. Dalam hal membangkitkan kembali kebudayaan Tionghoa, NTDTV telah sukses menggelar serangkaian perlombaan etnis Tionghoa di seluruh dunia selama enam tahun berturut-turut, melalui berbagai perlombaan kebudayaan otentik Tionghoa disebar-luaskan ke seluruh dunia, menimbulkan kecintaan bangsa Barat terhadap kebudayaan tradisional Tiongkok.

Dalam menggelar pertunjukan Divine Performing Arts (DPA) Shenyun yang menjadi tren dunia, NTDTV juga menayangkan acara khusus Shenyun yang begitu digemari masyarakat Barat maupun Timur. Fakta membuktikan, sejak awal NTDTV telah menjadi jendela dan forum bagi masyarakat Barat untuk memahami kebudayaan tradisional Tiongkok, sumbangsihnya cukup besar dalam hal membangkitkan budaya tradisional Tiongkok di seluruh dunia.

Surat kabar “Wall Street Journal” pernah memberitakan bahwa NTDTV kerap memberitakan topik yang dilarang di kalangan media ofisial pemerintah RRT, termasuk soal politik, konflik internal PKT, korupsi, dan lain-lain, dan sangat dibenci oleh partai komunis. Sementara bagi kaum oposisi yang mendukung demokratisasi Tiongkok, NTDTV telah memerankan forum media yang membantu membangun gerakan oposisi di luar negeri yang menantang rezim komunis selama ini. Jadi NTDTV memiliki fungsi penting dalam hal mendorong demokratisasi di Tiongkok dan juga membebaskan Tiongkok dari kediktatoran.

Tidak hanya itu, NTDTV juga membuat film dokumenter berjudul “Pseudo Fire” yang menggemparkan para politisi seluruh dunia, dan membuka kedok pemerintahan Beijing di mata dunia. Berita investigasi NTDTV mengenai “PKT merampas organ tubuh praktisi Falun Gong hidup-hidup untuk melakukan operasi cangkok organ” membuat masyarakat Barat langsung dapat merasakan kejahatan genosida yang mengerikan itu.

Beijing takut NTDTV akan membangkitkan kesadaran nilai universal masyarakat Tiogkok, takut NTDTV membangkitkan moralitas dan hati nurani rakyat Tiongkok, terlebih lagi takut akan menyadarkan rakyat Tiongkok menuntut  kesetaraan, kebebasan, dan demokrasi. Rakyat Tiongkok yang tersadar akan menjadi ancaman dan bahaya terbesar bagi rezim Beijing, serta akan kehilangan segala yang telah dimilikinya saat ini, inilah alasan fundamental kenapa NTDTV sedemikian ditakuti oleh Beijing. (sud/whs/rmat)

Share

Video Popular