Oleh CNA London

Referendum Brexit akan dilaksanakan di seluruh Inggris pada 23 Juni 2016 mendatang, para aktivis baik yang pro dan anti Brexit mulai turun ke jalan untuk memperjuangkan jumlah pemilih dengan slogan-slogan kampanye yang diperkirakan bisa berlangsung selama 10 pekan.

Jajak pendapat sementara menunjukkan bahwa jumlah suara dari kedua pihak masih cukup imbang. Referendum Brexit nantinya akan menjadi penentu bagi masa depan Inggris di Eropa.

Referendum mungkin saja membuat Perdana Menteri David Cameron turun dari jabatan, juga dapat membuat Inggris, salah satu negara ekonomi utama dunia ini menjadi tidak menentu.

Baik Washington maupun markas besar Uni Eropa di Brussel sedang menonton perkembangan Inggris dengan perasaan tak menentu. Jika suara mendukung Inggris keluar dari Uni Eropa lebih unggul, maka Uni Eropa yang sekarang sudah menderita serangkaian krisis akan menghadapi situasi yang semakin buruk.

Juru bicara Partai Independen Inggris (UKIP) Peter Reeve dalam kegiatan kampanye di Peterborough, kota yang banyak kemasukan para pekerja dari negara-negara Eropa Timur dan membuat marah warga setempat, mengatakan, “Kami yakin akan menang.”

Walikota London Boris Johnson dalam 2 hari ke depan akan memimpin ‘Brexit Lightning’ untuk melakukan kegiatan kampanye membujuk warga mendukung Brexit: Hanya dengan Inggris meninggalkan Uni Eropa, mereka akan dapat berkembang dengan baik. Johnson pernah mengucapkan bahwa Brexit itu ibarat tahanan yang memperoleh kebebasan.

“Seperti seorang sipir yang tanpa sengaja telah membuat pintu sel terbuka, maka para tahanan baru bisa melihat tanah di luar sel sana begitu terang tersinar matahari”, katanya.

Di barisan yang anti Brexit, Cameron mengatakan bahwa berkat kesepakatan baru dengan Uni Eropa yang dibuat Februari lalu, Inggris berhasil memperoleh ‘status khusus’ di organisasi tersebut, dengan demikian maka Inggris akan lebih kaya dan kuat bila tetap berada dalam organisasi itu..

Ketua Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn mengatakan, meskipun Uni Eropa sedang ‘bermasalah,’ Inggris masih harus tetap bersama Uni Eropa.
Partai Buruh mendapat kritikan karena pasif dalam kegiatan kampanye anti Brexit. Jeremy Corbyn merespon kritikan itu dan menegaskan bahwa Partai Buruh percaya bahwa hanya dengan memilih tetap tinggal di Uni Eropa rakyat Inggris akan hidup lebih baik.

Dana Moneter Internasional (IMF) baru-baru ini memperingatkan bahwa jika Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa, itu akan menjadi petaka bagi Eropa bahwa dunia. IMF menegaskan bahwa jika Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa, maka negosiasi dengan Uni Eropa akan memakan waktu cukup panjang yang mungkin akan memberikan dampak cukup signifikan pada  penanaman modal dan kredibilitas, selain itu akan menimbulkan gejolak di pasar moneter. Merusak perdagangan bilateral dan transaksi keuangan dengan Uni Eropa, membatasi kerjasama ekonomi dan manfaat integrasi dari hubungan itu.

IMF percaya bahwa referendum Brexit sudah meninggalkan bayangan gelap, ketidakpastian bagi para investor, dan situasi tersebut bakal terus memburuk.
Cameron mengatakan bahwa apa yang dituturkan oleh IMF itu semua benar. Brexit akan membawa resiko ekonomi yang signifikan. Sedangkan tetap bersama Uni Eropa Inggris bisa lebih kuat, lebih aman dan lebih baik. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular