Seberapa seriusnya dampak amarah itu terhadap tubuh kita ? Dalam studi komperehensif terkait baru-baru ini, bahwa amarah tidak hanya akan berdampak buruk pada organ hati, paru-paru dan organ vital lainnya, tapi juga meningkatkan rasio kematian mendadak dan kanker, serta memperpendek usia hidup.

Berikut dampak buruk amarah secara fisik.

1. Berdampak buruk pada jantung

Sebuah studi tindak lanjut selama dua dekade dari Harvard Medical School, AS menemukan bahwa marah dapat meningkatkan 4.74 kali risiko infark miokard (MI) atau acute coronary syndrome / ACS (Sindrom serangan jantung akut). Sementara itu, hasil studi lain juga menemukan bahwa dibandingkan dengan orang-orang yang dengan baik bisa mengendalikan emosinya (amarah), rasio mereka yang sehat tapi gampang naik darah (emosi) terserang penyakit jantung dan meninggal itu jauh lebih tinggi 19%, sedangkan rasio kematian mereka yang suka marah-marah / mudah naik darah disertai (menderita) penyakit jantung itu akan meningkat 24%.

2. Berdampak buruk pada (organ) hati

Menurut studi di University of Virginia, Amerika Serikat, marah dapat menyebabkan kondisi penderita hepatitis C kronis bertambah buruk. Sementara itu, studi di Duke University menemukan bahwa tingkat C-Reactive Protein di dalam tubuh mereka yang suka marah, penuh dengan dendam (kebencian) dan mereka yang depresi ringan atau sedang itu jauh lebih tinggi. Sedangkan hasil studi terkait di Israel yang dipublikasikan di “journal Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology”menemukan bahwa naiknya kadar CRP erat kaitannya dengan hepatitis dan kerusakan hati.

3. Berdampak buruk pada paru-paru

Sebuah studi yang dirampungkan Dr. Benita Jackson, seorang ahli fisiologi di Universitas Smith, Northampton, Massachusetts, AS, dan rekannya menyimpulkan bahwa makin tinggi usia seseorang, semakin rentan naik darah, sehingga fungsi paru-paru juga semakin buruk. Saat marah, emosional seseorang menjadi ekstrim, napas cepat, bahkan terjadi hiperventilasi (keadaan napas yang berlebihan akibat kecemasan/panik/emosi). Akibatnya terjadi pembesaran alveoli, tidak mendapatkan waktu istirahat dan rileks secara normal, sehingga menyebabkan disfungsi paru-paru.

4. Berdampak buruk pada lambung dan usus

Sebuah penelitian di Icahn School of Medicine at Mount Sinai, New York, Amerika Serikat, mendapati, bahwa marah dapat memicu rangsangan saraf simpatik, sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah gastrointestinal, kecepatan peristaltic usus melambat, kehilangan nafsu makan, bahkan dapat menyebabkan tukak lambung jika serius.

5. Pemulihan kulit yang terluka melambat

Sebuah penelitian di Ohio University, AS yang dipublikasikan di jurnal “Brain Behavior and Immunity”, Amerika Serikat menemukan, bahwa orang yang pemarah, kemampuan proses pemulihan dirinya lebih buruk, dan proses pemulihan luka di permukaan (kulit) juga lebih lambat. Marah bisa meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh, sementara kortisol dapat menyebabkan dua jenis sel kekebalan tubuh yang erat hubungannya dengan pemulihan jaringan tubuh manusia itu berkurang, sehingga berimbas pada proses pemulihan luka di kulit juga menurun drastis.

6. Rentan memicu karsinogenik (zat penyebab kanker)

Dr. Elmar, seorang pakar fisiologi yang merampungkan studi terkaitnya di Amerika Serikat, menemukan, bahwa stamina fisik yang diauskan dari marah selama10 menit itu setara dengan perlombaan lari 3000 meter. Sementara itu, selalu emosional (marah) dalam jangka panjang menyebabkan disfungsi endokrin dan menurunnya fungsi kekebalan tubuh, dan imbasnya akan lebih rentan memicu terjadinya kanker.

7. Kematian mendadak

Sekali Anda marah, itu sangat berdampak buruk secara fisik, jadi, jangan lagi terlalu sensi (mudah naik darah). Menurut penelitian Dr.Rachel R di Yale University yang dipublikasikan di jurnal “the American College of Cardiology” disebutkan bahwa pria yang suka marah tidak hanya rentan terjadi cerebral apoplexy (kerusakan otak akibat tersumbatnya atau pecahnya pembuluh darah ke otak) juga rentan mengalami kematian mendadak. Selain itu, marah juga berdampak negatif pada kesehatan jantung. Dan menurut studi terkait, ketika amarah memuncak, aliran darah di otot mengalir lebih tinggi dari tingkat normal, sehingga mengurangi suplai darah ke jantung, lalu memicu terjadinya iskemia miokard, aritmia, hipoksia serebral, sesak napas dan bahkan kematian mendadak.

8. Mengurangi usia hidup

Hasil penelitian terkait di atas juga menemukan, bahwa sering marah-marah memang bisa memperpendek usia hidup. Dari hasil penelitian tindak lanjut oleh The Duke University Medical Center, Amerika Serikat, yang berlangsung selama 25 tahun terhadap 118 mahasiswa menunjukkan, bahwa rasio kematian menjelang usia 50 tahun peserta yang memusui (benci) peserta lain dengan tingkat permusuhan yang tinggi itu hampir mencapai 20%. Sebaliknya, peserta dengan “tingkat kebencian/permusuhan” paling rendah hanya 5% rasio kematiannya menjelang usia 50 tahun.

Psikoterapis Hilda Burke di London mengatakan, kemarahan dapat diredam dengan cara menarik napas panjang, kemudian mengembuskannya kembali. Buatlah tubuh menjadi lebih rileks. Sementara itu, Psikolog dari Harley Street, dokter Becky Spelman mengatakan, ada banyak hal dalam mengatasi emosi. Misalnya, meluangkan waktu untuk menuliskan isi pikiran atau apa yang Anda inginkan dari hidup. Bisa juga dengan menjalani hobi seperti menjahit, mendesain, menggambar atau hobi kreatif lainnya.

Menurut Becky, kegiatan kreatif merupakan cara untuk meningkatkan ketenangan dan kesejahteraan. Selain itu, lakukan olahraga tiga kali per minggu, mengurangi asupan gula, dan minum alkohol. Olahraga penting dilakukan untuk tubuh lebih sehat, bugar, dan membuat pikiran lebih rileks. (Secretchina/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular