Jutaan pasien pemakai alat bantu pendengaran berisiko terancam bahaya atas munculnya baterai yang tidak memenuhi standard, dan mereka sedang diperingatkan bahwa baterai tersebut dapat menyebabkan perangkat yang mereka gunakan dapat meledak.

Dalam laporannya, Dailymail (15/04) menjelaskan bahwa salah satu pemasok utama NHS telah mengedarkan baterai-baterai yang bertanggung jawab atas ledakan yang terjadi tiba-tiba di telinga pengguna.

Meskipun risiko dari bahaya tersebut rendah, ada kemungkinan kecil dapat membahayakan, yang menyebabkan rasa sakit dan gangguan pendengaran lebih lanjut. Untuk itu pasien sedang didesak untuk memeriksa nama produsen baterai yang mereka gunakan dan tanggal penggunaannya, dan apoteker-apoteker disuruh menarik produk tersebut dari raknya.

Baterai ZeniPower berbahaya
Baterai “ZeniPower mercury free” yang dipakai untuk alat bantu dengar dan implan pendengaran telah ditarik, dan pasien diminta untuk memeriksa tanggal expired-nya.

Baterai yang memiliki dampak tersebut adalah “ZeniPower mercury-free” dengan tanggal penggunaan Agustus 2018 dan September 2018,dimana ratusan ribu telah dijual secara pribadi atau didistribusikan oleh NHS.

Badan pengatur obat dan produk kesehatan telah menerbitkan penarikan kembali produk tersebut dan mengatakan kepada pasien untuk memeriksa baterai mereka.

Disamping itu Rumah Sakit Addenbrooke di Cambridge juga telah menulis kepada 14.000 pasien pemakai alat bantu dengar untuk memperingatkan mereka tentang kesalahan yang mungkin terjadi. Peringatan itu juga berlaku untuk implan pendengaran, merupakan perangkat elektronik yang melakukan pekerjaan bagian dalam telinga yang rusak daripada membuat suara keras seperti fungsi alat bantu lakukan.

Produsen ZeniPower China adalah pemasok utama NHS baterai alat bantu dengar dan juga mendistribusikan pada  40 negara-negara lain di seluruh dunia. Sekitar 1.4 juta orang Inggris memakai alat bantu dengar meskipun jumlah tepatnya menggunakan jenis baterai ini tidak diketahui.

Kesalahan telah disebabkan oleh elektroda seng dalam baterai tersebut besar kemungkinan bereaksi dengan elektrolit, untuk menghasilkan hidrogen. Hal ini menyebabkan baterai tersebut mengembang yang mungkin dapat meledak.

Menurut John Wilkinson, direktur MHRA untuk peralatan medis, mengatakan, walau untuk sementara ini resikonya sangat rendah, namun penting bagi masyarakat untuk memeriksa apakah baterai alat bantu dengar mereka terpengaruh dan jika mereka masih ragu dihimbau untuk tidak menggunakan baterai tersebut, karena keselamatan pasien adalah sangat penting dan akan terus dimonitor.

Sementara dalam sebuah surat kepada pasien, Dr David Baguley, kepala layanan audiologi di Rumah Sakit Addenbrooke, mengatakan, “Ada risiko rendah dimana baterai-baterai ini bisa meledak dan sementara sampai saat ini belum ada kejadian yang dilaporkan tentang bahaya yang disebabkannya, sebagai tindakan pencegahan, kami menarik baterai-baterai ini dari peredaran dan sekarang tersedia baterai alternatif.”

Seorang juru bicara Cambridge University Hospitals, yang mengelola Addenbrooke, menyampaikan bahwa semua pasien pemakain alat bantu dengar dan implan pendengaran dengan siapa selama ini mereka tangani dan terjalin kontak sedang diberi informasi mengenai hal ini. (ran)

Share

Video Popular