Oleh : Conan Milner

Ragi adalah organism bersel tunggal yang sama seperti manusia yaitu suka akan gula. Hanya dengan memberi gula sebagai sumber makanan, jamur akan tumbuh.

Karena gula dari makanan menempel pada gigi manusia sehingga menjadi manis, maka manusia hidup sangat akrab dengan ragi. Saccharomyces, adalah ragi yang paling dicintai dalam sejarah manusia. Saccharomyces adalah bahasa Latin untuk “jamur gula”. Saccharomyces membuat roti mengembang, membuat barley menjadi bir, dan anggur menjadi arak.

Candida albicans adalah ragi yang kurang populer. Seperti saccharomyces, candida juga suka akan gula, tetapi Anda pasti tidak ingin membuat makanan dengan candida. Jika Saccharomyces adalah ragi yang dapat dimakan dan diminum, maka Candida adalah ragi yang mengakibatkan infeksi.

Kedua jenis ragi ini ditemukan dalam tubuh kita dan seluruh lingkungan, tetapi saccharomyces adalah ragi yang jauh lebih baik untuk dibiakkan. Selain fitur fermentasi, saccharomyces kaya akan vitamin, mineral, dan protein (sampai 50 persen dari beratnya), namun mengandung lemak dan kalori yang sangat rendah. Ragi bir dibuat terutama dari ragi saccaromyces.

Ragi bir dan vitamin B

Orang-orang telah membuat bir alkohol selama ribuan tahun, tetapi hanya dalam beberapa ratus tahun terakhir kita mengetahui misteri mikroskopis bagaimana tanaman hop dan barley dapat berubah menjadi bir. Rahasianya adalah saccaromyces.

Para ilmuwan menemukan bahwa ketika sel saccharomyces memakan biji-bijian atau buah, menghasilkan alkohol. Dengan adanya alkohol memastikan bahwa mikroorganisme lain tidak menyerang sumber makanan. Alkohol untuk mencegah pembusukan. Sebelum munculnya lemari pendingin, minuman ringan fermentasi adalah aman untuk diminum, terutama jika sumber air setempat tercemar.

Ragi bir adalah produk sampingan dari pembuatan bir. Setelah bir dituangkan dan dikemas dalam botol, ragi yang tersisa disebut ragi bir. Ragi bir ini bebas alkohol dan sangat bergizi yang dijual dalam bentuk pil, atau serpihan untuk ditambahkan dalam makanan. Awalnya rasa makanan itu aneh yaitu pahit dan berbau tajam, tetapi kemudian didapat rasa yang diinginkan. Di Australia, misalnya, Vegemite adalah olesan yang mengandung ragi bir yang sangat populer.

Selain memberikan dosis terkonsentrasi protein yang mudah dicerna, ragi bir juga merupakan sumber makanan kaya vitamin B.

Vitamin B adalah penting untuk ratusan proses enzim dalam tubuh. Vitamin B menyediakan energi, mendukung fungsi sistem saraf dan pencernaan yang normal, serta menjaga kesehatan hati, mata, kuku, kulit, dan rambut.

Tubuh kita tidak dapat membuat atau menyimpan vitamin B, jadi kita harus mendapatkannya dari makanan. Ketika asupan vitamin B Anda rendah maka kesehatan Anda dapat memburuk. Stres, konsumsi kafein, gula, dan alkohol dapat dengan cepat menghabisi vitamin B dari tubuh Anda.

Ragi bir adalah vitamin B-kompleks alami. Dua sendok makan ragi bir mengandung sebagian besar tiamin (vitamin B1) dan riboflavin (vitamin B2), dan dosis bermakna dari niasin (vitamin B3), piridoksin (vitamin B6), dan folat (vitamin B9) yang dibutuhkan tubuh kita setiap hari.

Ragi bir juga kaya akan mineral seperti zat besi, selenium, dan magnesium. Ragi bir adalah sumber yang baik dari kromium, suatu mineral yang menurunkan gula darah.

Di Eropa, pil ragi digunakan untuk meredakan diare, dan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan. Di Jerman, ragi sering diresepkan untuk mengobati jerawat kronis. Satu penelitian menunjukkan bahwa ragi bir juga dapat meredakan gejala pra-menstruasi.

Ragi gizi

Ragi gizi mirip dengan ragi bir. Perbedaan yang paling mencolok adalah rasanya. Ragi gizi biasanya ditanam di molase yang menyebabkan rasa saccharomyces kaya akan keju tanpa rasa pahit , tidak seperti pada ragi bir.

Ragi gizi biasanya memiliki kandungan vitamin B yang lebih tinggi daripada ragi bir, terutama vitamin B12 yang biasanya hanya ditemukan dalam produk hewani. Hal ini membuat ragi gizi penting untuk ditambahan pada pelaku diet vegetarian yang ketat yang sering kekurangan vitamin B12. Menurut National Institutes of Health, vitamin B12 diperlukan untuk pembentukan sel darah merah, fungsi neurologis, dan sintesis DNA yang tepat.

Vitamin B tambahan (terutama vitamin B12) sering ditambahkan pada produk ragi gizi untuk meningkatkan angka gizi. Menurut Paul Pitchford, penulis “Healing dengan Whole Foods: Gizi Oriental Tradisional dan Modern”, dengan menanam ragi gizi pada media vitamin B12 yang diperkaya akan memberikan mutu yang lebih baik, bukan menabur vitamin B12 di akhir proses. Pitchford menulis bahwa metode ini lebih unggul karena Saccharomyces “menggabungkan vitamin ke dalam makanan hidup”.

Walaupun ragi bir dan ragi gizi memiliki kandungan protein yang sama, tetapi kandungan mineralnya sedikit berbeda. Misalnya, dibanding dengan ragi bir, ragi gizi kurang mengandung kromium dan selenium, tetapi lebih banyak mengandung kalium.

Penonaktifan

Infeksi saccharomyces jarang terjadi, tetapi hal ini dapat saja terjadi, maka lebih baik Anda jangan pernah makan ragi hidup. Ragi gizi maupun dan ragi bir keduanya dipanaskan atau “dinonaktifkan” sebelum dijual. Proses ini untuk membunuh sel ragi sehingga tidak dalam keadaan hidup dan tumbuh dalam tubuh Anda.

Tidak seperti ragi gizi dan ragi bir, ragi roti adalah organisme saccharomyces yang hidup sewaktu dikeluarkan dari kemasan, tetapi menjadi nonaktif ketika roti matang.

Ragi yang dinonaktifkan adalah aman untuk dimakan bagi kebanyakan orang (tidak akan menyebabkan infeksi Candida). Namun, untuk orang yang alergi ragi, dianjurkan untuk tidak makan ragi karena dapat mengakibatkan iritasi usus kronis (seperti penyakit Crohn), atau kekebalan tubuh menurun.

Bagaimana cara menggunakan ragi?

Karena rasanya seperti keju, ragi gizi sering dipakai sebagai bahan utama pengganti keju untuk makanan vegetarian. Ragi gizi dapat ditaburkan pada sayuran, pasta, popcorn, atau apa pun untuk mendapatkan rasa gurih. Ini adalah cara mudah untuk menambah rasa dan gizi tambahan untuk setiap hidangan.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: MISTERI SERBA SERBI

Video Popular