Oleh: Yuehua

Cendekiawan Yang Lujun dari Shanghai baru-baru ini mengatakan, RRT “Sedang dalam persimpangan jalan.”  Kongres Nasional ke-19 Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang akan digelar tahun depan sedang menghadapi 3 masalah besar. Mungkinkah Ketua PKT Xi Jinping akan melanggar aturan tak tertulis melaksanakan prinsipnya sendiri, ini memiliki makna penentuan haluan untuk masa yang akan datang.

Hal yang patut diperhatikan adalah peristiwa pencopotan “Harimau (koruptor) utama” kota Shanghai Ai Baojun tahun lalu, Yang Lujun pada malam itu juga telah menurunkan sebuah artikel yang langsung menunjukkan, hari-hari keluarga Jiang Zemin yang mengangkangi kota Shanghai sudah berlalu.

Dari sudut pandang perekonomian, ekonomi riil dan bidang manufaktur tradisional mengalami penyusutan serius, ekonomi internet telah mengalahkan ekonomi tradisional, bisnis online membuat toko-toko kehilangan daya saing, sehingga jutaan orang kehilangan pekerjaan. Pemerintah pusat RRT mendorong masyarakat menggerakkan industri inovatif baru, namun banyak penelitan masih mandeg, perusahaan swasta sama sekali tidak dapat menyesuaikan perubahan, manufaktur tradisional kehilangan trend, industri manufaktur yang mewakili teknologi baru ramah lingkungan juga masih stagnan.

Arah perkembangan industri manufaktur masih membingungkan, ditambah lagi industri real estate dan jasa finansial yang tergolong industri ke-3 masih juga belum menentu. Baru-baru ini timbul pula gelombang kenaikan harga real estate, apakah ini merupakan sebuah arahan baru atau sebuah pertarungan hidup-mati? Arah perkembangan masa depan masih remang-remang bagai kabut polutan.

Dari sudut pandang politik, sesungguhnya arah perkembangan ideologi akan menuju kemana? Apakah benar akan mengarah “Revolusi kebudayaan” seperti yang dikatakan sebagian orang di masyarakat? Yang Lujun beranggapan itu tidak mungkin, tapi dibantah banyak pihak, tentu, kemungkinan dan keniscayaan merupakan dua hal berbeda.

Yang Lujun menyatakan, digelarnya Kongres Nasional ke-19 PKT merupakan sebuah tanda arah angin dan barometer. Apakah menuruti aturan tak tertulis internal PKT pasca 1989 (Peristiwa Tiananmen), atau melaksanakan prinsipnya sendiri?

Menurut aturan tak tertulis, setelah memerintah 5 tahun, sudah harus punya calon putra mahkota. Masalah yang dihadapi dalam Kongres ke-19 PKT yang akan digelar tahun dapan adalah pertama, masalah menentukan kedudukan inti Xi Jinping, kedua, masalah penentuan putra mahkota, ketiga, masalah penyerahan kekuasaan. Di dalam 7 orang Anggota Tetap Komite Politbiro Pusat, sedikitnya ada 4 orang akan mundur karena sudah mencapai usia pensiun, siapakah penggantinya? Apakah akan menjadi pertarungan perebutan kekuasaan, menjadi ajang pertarungan politik?

Kalangan diluar Tiongkok memerhatikan, Wang Qishan, tangan kanan ketua PKT Xi Jinping, Sekjen Komite Disiplin Pusat PKT, telah mencapai usia pesiun, namun mungkinkah akan tetap bertahan?

Yang Lujun berpendapat, masalah ini berhubungan dengan gerakan anti korupsi yang sekarang sedang berlangsung, akan berjalan seberapa jauhkah? Ini juga merupakan sebuah bola arah angin.

Januari tahun lalu, Ketua PKT Xi Jinping mengatakan, gerakan anti korupsi sekarang ini, pertarungan antar kedua belah pihak sedang berjalan a lot. Tahun ini lagi-lagi Xi mengutarakan hal yang sama, gerakan anti korupsi sedang terbentuk sebuah situasi yang dapat menekan penuh lawan. Ini dikarenakan keberhasilan Xi dalam reformasi militer, secara keseluruhan situasi sudah dapat ia kuasai.

Yang Lujun menyatakan, sekarang orang-orang yang anti Xi Jinping telah membentuk suatu aliansi, Xi ingin memimpin Tiongkok melangkah keluar dari persimpangan jalan, memerlukan keberanian dan kekuatan, termasuk menggunakan kekuasaannya. Ia berharap, Xi tidak hanya dapat melompat melewati berbagai jebakan, juga dapat menunaikan tanggung jawab sejarah yang ia emban. Memimpin rakyat Tiongkok menuju masyarakat berpenghasilan sedang, dan menuju masyarakat modern yang berkembang demokrasinya serta penuh dengan peradaban modern.

Pada 10 November tahun lalu, “Macan utama” kota Shanghai, wakil walikota Ai Baojun dicopot dari jabatannya. Malam harinya Yang Lujun menulis sebuah artikel dan menyebutkan, makna petunjuk arah dan makna politik Xi Jinping dan Wang Qishan dalam rangka “memukul macan” Shanghai, jauh lebih besar daripada tindakan sama yang dilakukan di propinsi/ kota lainnya.

Pertama, telah mengakhiri kondisi tidak normal selama 3 tahun tentang “anti korupsi dilakukan di seluruh negeri, hanya Shanghai tidak ada macan korupsi.” Kedua, telah membuktikan dan merealisasi janji Xi tentang “tidak ada daerah terlarang bagi tindakan anti korupsi” dan “memandang sama-rata” seluruh negeri. Ketiga, telah menjebol kondisi “alot” yang memiliki fitur strategis. Keempat, menandakan hari-hari keluarga Jiang Zemin di Shanghai yang sangat berkuasa sudah berlalu, fenomena penguasaan keluarga Jiang di kota Shanghai yang tidak normal itu tidak akan berlanjut lagi. Kelima, menandakan “politik manula partai” telah mengalami kemerosotan, kedudukan yang tidak mudah yang diperoleh Xi Jinping sebagai pemimpin politik generasi baru yang mandiri telah didirikan.

Yang Lujun dalam artikelnya juga menyatakan, keberhasilan dalam memukul macan Ai Baojun bukan dan tidak mungkin merupakan akhir dari “memukul macan” Shanghai, sebaliknya ini hanya awal, merupakan macan pertama yang rontok dari kota Shanghai, telah ditangkap secara rahasia miliarder top keluarga Wang Weilin dan raja property di kota Shanghai Shi Jian. Hingga kini masih belum bisa diumumkan, merupakan sebuah tanda sedang dipersiapkan dan dipastikan bakal tibanya badai anti korupsi yang lebih besar dan lebih dahsyat di kota Shanghai.” (tys/whs/rmat)

Share

Video Popular