Oleh Wu Ying

Harga minyak mentah internasional anjlog sebesar 7 % pada Senin (18/4/2016) akibat negara produsen minyak OPEC gagal mencapai kesepakatan untuk membekukan produksi. Saat ini harga sudah naik kembali sebesar 2 %. Fluktuasi harga tersebut merupakan yang tertinggi sejak Februari. Lembaga Administrasi Informasi Energi (EIA) AS memperkirakan bahwa harga minyak pada musim panas tahun ini mungkin akan mencapai yang terendah selama 12 tahun terakhir.

Akhir pekan lalu, 18 negara anggota OPEC bertemu di Doha, Qatar untuk membahas rencana pembekuan produksi minyak mentah guna menaikkan harga. Menurut konsep kesepakatan aslinya, negara produsen berencana akan membekukan produksi minyak selama 6 bulan dengan menggunakan format rata-rata produksi harian masing-masing negara per Januari 2016. Pembekuan disepakati akan berakhir pada 1 Oktober mendatang.

Iran selain menyatakan penolakan untuk berpartisipasi dalam pembekuan produksi minyak mentah ia bahkan berencana untuk meningkatkan produksi setelah negara itu dibebaskan dari sanksi ekonomi. Sedangkan upaya keras Saudi Arab sebagai negara produsen minyak terbesar untuk mendesak dilakukannya pembekuan pada pertemuan tersebut, akhirnya tidak berdaya karena tidak ada titik temu.

Senin (18/4/2016), harga minyak mentah penyerahan Mei di bursa New York Mercantile Exchange dibuka menurun sebanyak USD. 2.75 (6.8 %) menjadi USD. 37.61 per barel. Harga itu baru merambat naik pada sekitar pukul 10:30 siang itu menjadi USD. 39.29 per barel. Sedangkan harga minyak mentah di pasaran London menurun 2.2 % menjadi USD. 42.15 per barel.

Harga minyak mentah Januari yang turun hingga di bawah USD. 30 telah memecahkan rekor harga terendah selama 12 tahun terakhir. Baru-baru ini, harga mengalami sedikit kenaikan karena negara pengimpor melakukan antisipasi terhadap dampak dari pembekuan produksi oleh negara pemasok.

Sejak negara pemasok gagal dalam pertemuan untuk menyepakati pembekuan minyak mentah, para konsumen di AS, termasuk negara bagian California yang harga BBM selalu paling mahal, kemungkinan akan menikmati harga jual BBM yang terendah selama 12 tahun terakhir.

Ketua Lembaga Administrasi Informasi Energi AS, Adam Sieminski baru-baru ini mengatakan, “Para pemilik kendaraan di AS pada musim panas tahun ini besar kemungkinan akan menikmati harga jual BBM yang paling murah selama 12 tahun terakhir. Berarti para konsumen ini dapat menyimpan lebih banyak uang untuk belanja BBM.”

Persediaan minyak mentah AS untuk musim semi dan panas tahun ini meningkat sebanyak 15 juta barel dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. EIA memperkirakan bahwa dibandingkan dengan biaya belanja untuk BBM tahun lalu, maka secara rata-rata setiap rumah tangga AS akan dapat menghemat pengeluaran sebesar USD. 350 pada tahun 2016 ini. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular