Chosun Ilbo mengutip Radio Free Asia pada 19 April memberitakan, sejak kejadian pembelotan massal ke Korea Selatan oleh 12 orang gadis pramusaji beserta 1 orang pria manajer mereka dari restauran tempat mereka bekerja di Ningbo, Zhejiang. Otoritas di Pyongyang mengeluarkan instruksi untuk memanggil pulang seluruh mahasiswa Korea Utara dari Tiongkok.

Seorang dosen sebuah universitas di kota Dandong, Tiongkok memberitakan kepada RFA bahwa sebagian besar dari total 20 orang lebih mahasiswa Korut yang belajar di universitas tersebut sudah tidak terlihat lagi. Diduga mereka sudah ditarik pulang ke negaranya.

Dosen tersebut juga mengungkapkan, mahasiswa yang dilaporkan menghilang itu kebanyakan adalah putra putri dari pejabat bidang perdagangan Korut yang bertugas di Tiongkok. Mereka mulai tidak menampakkan diri sejak 13 – 14 April setelah insiden pembelotan massal pekerja restauran.

Sumber-sumber lain yang dekat dengan Korut juga mengungkapkan bahwa otoritas Pyongyang sekarang sudah lebih berhati-hati, lebih selektif dalam memilih mahasiswa belajar di Tiongkok. Itu merupakan dampak dari pembelotan massal yang terjadi awal bulan ini.

Dikabarkan bahwa akhir-akhir ini makin banyak kejadian pembelotan dilakukan pejabat Korut yang bertugas di luar negeri bersama keluarga dengan memanfaatkan kesempatan belajar putra putri mereka di luar negeri. Untuk mengatasi hal itu, otoritas Pyongyang mencoba untuk memisahkan antara staf asing mereka dengan keluarga agar tidak berada di daerah yang sama.

Laporan media sebelumnya pernah melaporkan bahwa ketigabelas orang pekerja restauran Ryugyong itu merupakan keluarga dari sejumlah staf asing Korut yang sudah beberapa tahun bertugas di luar negeri.

Setelah insiden pelarian pekerja restauran, para pejabat tinggi pusat yang mengatur keuangan negara untuk sementara waktu menghentikan pengiriman staf ke luar negeri karena takut dituduh terlibat. Bahkan mereka kini disibukan dengan usaha pemanggilan pulang staf yang anak-anaknya dikirim ke luar Korut melalui penyuapan.

Chosun Ilbo mengutip sumber yang dapat dipercaya pada 11 April lalu memberitakan bahwa seorang perwira yang bertugas sebagai atase di Kedutaan Korut untuk Tiongkok telah bersama putrinya membelot ke Selatan pada tahun 2014. Ia mengambil keuntungan dari kesempatan berada di Tiongkok untuk melarikan diri ke Korea Selatan.

Kabarnya, lebih dari 20 orang pejabat tinggi militer dan politik Korut telah membelot ke Selatan akibat Kim Jong-un mengeksekusi pamannya Jang Sung-taek. Di bawah kediktatoran Kim Jong-un, sejumlah diplomat Korut, parra elit di bidang keuangan akhir-akhir ini berangsur memilih jalan pembelotan. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintahan Kim Jong-un makin goyah. (Sinatra/asr)

Share

Video Popular