Seorang pasien wanita berusia 50 tahun yang menderita kanker ovarium dan kambuh dua tahun lalu itu, namun, ia menahannya dan tidak memeriksakan diri ke rumah sakit, sehingga tekanan tumor dalam perutnya menyebabkannya sulit bernapas, dan sulit makan, bahkan untuk tidur saja harus dalam keadaan duduk . Tim medis di Taipei Medical University menghabiskan enam jam operasi, dan di luar dugaan berhasil mengangkat tumor seberat 30 Kg, dokter menggambarkannya seperti “mengeluarkan sesosok dirinya”.

Dalam konferensi persnya, Liu Weimin, direktur bidang ginekologi di Taipei Medical University, Taiwan, mengatakan, bahwa beberapa waktu lalu, tim dokter rumah sakitnya berhasil mengeluarkan tumor ganas seberat 30 Kg dari dalam perut seorang pasien bermarga Liu, ini adalah kasus yang jarang terjadi secara klinis, tandas Liu menambahkan.

Menurut keterangan Liu Weimin, sekitar dua dekade lalu, pasien bermarga Liu (50) ini, pernah dua kali operasi di rumah sakit lain karena menderita kanker ovarium ganas stadium rendah, saat itu, dokter yang menanganinya mengangkat sebagian indung telur sebelah kiri dan kanannya, namun, karena jaringan yang tersisa, sehingga kanker ovarium ganas stadium rendah pasien kembali kambuh dua tahun lalu, dan lingkar pinggang pasien juga telah mencapai 1.5 meter saat diperiksa, atau dua kali lipat pada umumnya, tumor di dalam perutnya secara fatal menekan paru-paru dan vena cava inferior di belakang rongga perutnya, sehingga risiko operasi sangat tinggi.

“Dua tahun lalu, saya melihat perut saya mulai membesar dan merasa “kembung, sesak”, berat badan saya juga meningkat tajam dari 50 kg menjadi 85 kg, saya sadar mungkin ini akibat kambuhnya kanker ovarium yang saya derita, tapi dengan pikiran yang keliru, saya bertahan tidak juga memeriksakan diri ke rumah sakit, karena saya pikir “tunggu sampai tumornya agak membesar baru sekaligus mengatasi/mengobatinya”, kata pasien bermarga Liu saat menghadiri konferensi pers di Taipei Medical University, Taiwan.

“Tumor berkembang lebih cepat dari yang saya bayangkan, selama satu tahun ini, bukan saja sulit bernapas, tapi juga sama sekali tidak ada nafsu makan, bahkan untuk tidur juga terpaksa duduk di atas sofa, dihimbau kepada masyarakat, agar segera periksa ke rumah sakit apabila ada kejanggalan atau merasa tidak nyaman di sekujur badan, jangan biarkan keluarga juga ikut terseret dalam kecemasan,” kata pasien Liu menambahkan.

Sementara itu, dokter residen unit bersalin Taipei Medical University, Wang Chengwei mengatakan bahwa saat pasien ke rumah sakit, tim dokter terkait pernah menyimpulkan bahwa apabila tidak segera diobati, masa hidup pasien mungkin tidak lebih dari satu bulan, dan tingkat keberhasilan operasi juga hanya 50%, sementara dari pihak pasien sendiri pernah mengungkapkan bahwa ia hampir menyerah. Sebelum masuk ke ruang operasi, anggota keluarga telah mengurus segala sesuatunya bahkan pakaian untuk si mati juga sudah disiapkan untuk mengucapkan selamat jalan pada pasien.

Tim medis dari dapartemen obstetric-gynecology, anestesiologi, bedah umum, dan urologi yang terdiri dari 20 ahli akhirnya berhasil mengangkat tumor seberat 30 Kg dari dalam perut pasien setelah operasi yang berlangsung selama enam jam. Dengan transfusi darah hampir 10,000 cc, para dokter terkait menggambarkannya seperti “mengeluarkan sesosok dirinya”, mungkin ini merupakan tumor ovarium ganas terbesar yang pernah ditemukan di dunia medis, kata Wang Chengwei.

Kanker ovarium ganas stadium rendah menduduki 15% kanker ovarium, yang sering menimpa mereka dikisaran usia 30 – 35 tahun, gejala awal rawan merasa tidak nyaman di perut bagian bawah, sesekali nyeri/sakit perut, sembelit, gangguan pencernaan, pasien sering keliru menafsirkannya sebagai gangguan atau ketidaknyaman pada organ lambung-usus, kegemukan lalu mengabaikannya, dihimbau kepada kaum wanita sebaiknya segera periksa ke rumah sakit apabila ada kejanggalan atau merasa tidak nyaman di sekujur badan, ujar Liu Weiming, direktur bidang ginekologi di Taipei Medical University, Taiwan. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: MISTERI SERBA SERBI

Video Popular