- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Obama Memulai Kunjungan Kenegaraan ke Inggris

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama pada hari Kamis (21 April) malam tiba di London untuk memulai kunjungan kenegaraan selama 3 hari. Selain menghadiri undangan makan siang dan malam dari kerajaan Inggris, jadwal perjalanan Obama kali ini ke Inggris adalah untuk mengimbau rakyat Inggris agar dalam referendum 23 Juni nanti memilih untuk tetap bersama Uni Eropa.

Menurut berita yang terhimpun oleh berbagai media bahwa Obama bersama istri siang hari ini (22 April) akan berada di istana Buckingham untuk menghadiri jamuan makan siang kenegaraan Ratu Elizabeth II, sekalian menyampaikan selamat ulang tahunnya yang ke 90. Setelah itu, Obama akan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Malamnya nanti, Obama dan Michelle akan berada di istana Kensington untuk menghadiri jamuan makan malam pasangan suami istri Pangeran William dan Pangeran Harry.

Obama mengungkapkan bahwa AS menaruh perhatian tinggi terhadap masalah referendum Brexit yang akan diadakan pada bulan Juni mendatang.

Dalam artikelnya yang dimuat ‘The Telegraph’ Inggris, Obama menyebutkan : “Uni Eropa selain tidak melemahkan bahkan berusaha untuk meningkatkan pengaruh Inggris”. Masyarakat Inggris seharusnya merasa bangga dengannya.

Yang menjadi kekhawatiran Obama adalah melemahnya pengaruh negara-negara Barat akibat Inggris meninggalkan Uni Eropa. Jujur dikatakan bahwa keputusan yang dibuat rakyat Inggris nanti dapat mempengaruhi kepentingan AS, dan jalan yang dipilih rakyat Inggris selain memberikan prospek cerah kepada pemerintah AS hari ini juga masa depan warga AS.

Obama menekankan bahwa antara AS dan Inggris memiliki hubungan persahabatan yang sejati, ribuan orang Amerika dikebumikan pada pemakaman di Eropa. Menunjukkan bahwa  kedua belah pihak telah saling memberi pengaruh dalam perjalanan pembangunan kemakmuran dan keamanan bagi kedua negara.

Sebagai negara sekutu, AS sangat prihatin terhadap perkembangan kesejahteraan Inggris, itulah sebabnya AS berharap agar publik Inggris bersedia untuk memilih tetap tinggal di Uni Eropa. Bersama Uni Eropa, Inggris mampu mengangkat Eropa ke posisi yang lebih penting di arena internasional. Membuat Uni Eropa lebih terbuka, lebih berwawasan internasional, sehingga bisa berhubungan lebih dekat dengan AS.

Obama dalam artikelnya juga menyampaikan peringatan bahwa meninggalkan Uni Eropa akan membuat Inggris semakin sulit dalam mengatasi berbagai tantangan kompleks dunia, termasuk masalah terorisme, pengungsi, perubahan iklim, guncangan ekonomi dan lain sebagainya.

Referendum Brexit akan diselenggarakan pada 23 Juni mendatang, rakyat Inggris akan menentukan apakah akan tetap tinggal atau keluar dari Uni Eropa. (Sinatra/asr)