Oleh: Jennifer Dubowsky

Beberapa wanita merasakan nyeri saat hubungan badan, dan salah satu penyebabnya adalah vulvodynia (vulva-DIN-ee-uh). Anda tidak seorang diri bila belum pernah mendengar vulvodynia, banyak dokter dan penyedia layanan kesehatan lainnya juga belum pernah mendengarnya, karena masalah alat reproduksi sering dianggap tabu untuk dibicarakan. Ketika Anda atau pasangan Anda menderita vulvodynia, barulah Anda mencari tahu apa itu vulvodynia.

Vulvodynia didefinisikan sebagai nyeri kronis pada bagian luar alat kelamin wanita. Nyeri yang dirasakan seorang wanita dapat berbeda dengan wanita yang lain. Beberapa wanita tidak hanya mengalami nyeri saat hubungan badan, tetapi juga merasa gatal, ketidaknyamanan dan nyeri sepanjang hari.

Gejala umum termasuk: sangat nyeri, gatal, atau “berdenyut” di pintu masuk vagina, labia atau area lain dari vulva; nyeri pada saat hubungan badan ; kegiatan sehari-hari dapat terganggu; dan kesejahteraan emosi dan fisik memburuk.

Gejala dapat terjadi terus menerus, reda kemudian kambuh, atau terjadi hanya ketika adanya tekanan pada vulva. Umumnya diagnosis lebih sulit dipastikan karena tidak ada gejala yang tampak dengan mata.

Penyebab bagaimana seorang wanita menderita vulvodynia adalah masih misteri, tapi kemungkinan disebabkan oleh: iritasi saraf, kejang otot, perubahan hormonal, faktor genetik, hipersensitivitas terhadap ragi, pelecehan seksual, alergi, atau iritasi yang disebabkan oleh produk tertentu.

Beberapa wanita dapat menunjukkan awalnya mungkin karena adanya infeksi, tetapi banyak wanita tidak mengetahui apa penyebabnya. Dalam hal ini Anda tidak hiper atau dingin secara seksual.

Terapi yang sering dilakukan sekarang ini meliputi:

  • Mengoleskan krem lidokain atau estrogen pada daerah yang nyeri
  • Minum obat anti-depresan
  • Terapi fisik
  • Biofeedback adalah teknik di mana anda belajar untuk mengendalikan fungsi tubuh Anda, seperti denyut jantung. Anda akan dihubungkan dengan sensor listrik yang membantu anda menerima informasi mengenai tubuh anda.
  • Pembedahan (sangat controversial)
  • Suntik botox pada vagina
  • Lebih banyak wanita yang beralih ke pengobatan tiongkok karena hasilnya sangat memuaskan melalui akupunktur (tidak ditusuk langsung pada vagina) dan obat herbal (yang langsung dioleskan pada daerah yang nyeri dan dalam bentuk pil).

Beberapa saran berikut ini adalah aman dan mudah, yang memberi hasil yang baik pada seorang wanita, tapi belum tentu berhasil pada wanita yang lain:

  • Hindari zat yang menyebabkan iritasi seperti deodoran, sabun wangi, sabun untuk menghasilkan gelembung-gelembung yang digunakan untuk berendam dalam bak mandi, air yang mengandung kaporit dan serat sintetis (celana dalam katun yang ketat).
  • Hindari makanan pedas, kafein dan gula.
  • Hindari menggunakan tampon, sebagai gantinya dapat dicoba Diva cup. Diva cup adalah silikon yang aman secara medis yang berbentuk seperti lonceng dan fleksibel yang dimasukkan ke dalam vagina selama menstruasi untuk menampung darah menstruasi.
  • Jangan berendam dalam air panas.
  • Rendam dalam air hangat (suam-suam kuku) atau dingin, dapat ditambahkan garam Epsom yang mengandung magnesium sulfat yang berguna untuk mengurangi radang.
  • Berpakaian yang longgar.
  • Pada saat hubungan badan, gunakan pelumas yang aman dari zat kimia yang mengiritasi, contohnya Sliquid.

Sulit untuk menghilangkan nyeri sama sekali yang tidak pernah kambuh lagi, tapi untungnya pengobatan Tiongkok merupakan pilihan yang efektif. Dibutuhkan beberapa sesi akupunktur di mana dilakukan penusukan pada tungkai dan hidung supaya lebih lama merasakan tiada nyeri selama hubungan seksual atau pada waktu lainnya.

Dengan terapi akupunktur yang teratur, obat herbal tiongkok dan perawatan diri, banyak wanita merasakan hilangnya gejala nyerinya atau sangat berkurang dan mereka mendapatkan kembali kehidupan seks yang aktif.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular