Korea Utara hari Jumat pekan lalu kembali mengabaikan larangan PBB dan melakukan peluncuran rudal jarak menengah Musudan ke perairan sebelah timur Semenanjung Korea, meskipun peluncuran itu gagal mencapai sasaran. Baru-baru ini, pejabat Pentagon mengungkap lebih banyak tentang rincian peluncuran itu.

Media Washington Free Beacon mengutip ucapan pejabat Pertahanan AS melaporkan bahwa rudal Musudan itu meledak di udara tak lama setelah diluncurkan, membentuk bola api besar kemudian jatuh menimpa kendaraan peluncur serta menimbulkan korban petugas.

Jurubicara Pentagon Kapten Laut Jeff Davis Jumat pekanlalu mengatakan, AS masih sedang melakukan penilaian terhadap rincian kejadian, tetapi dapat dipastikan bahwa peluncuran itu berakhir dengan kegagalan.

Laporan menyebutkan bahwa sistem strategis pertahanan AS sejak awal terus memantau perkembangan peluncuran, citra satelit bahkan menangkap gambar sebuah ledakan besar di lokasi peluncuran yang terletak di pantai timur Korut.

Dikabarkan bahwa selain kendaraan peluncur mengalami kerusakan, ledakan itu juga menelan korban jiwa

Hari peluncuran rudal itu bertepatan dengan hari ulang tahun Kim Il-sung, kakeknya Kim Jong-un. Indikasi terbaru menunjukkan bahwa Kim Jong-un berencana akan melakukan uji coba nuklir kelima untuk menyambut Kongres Ketujuh Partai Buruh Korea Utara yang akan diselenggarakan pada bulan Mei mendatang.

Wakil Menlu AS Tony Blinken mengatakan pada hari Senin bahwa AS akan memberikan respon yang lebih keras bila Korut sampai melakukan uji coba nuklir lagi. Kepada wartawan, Tony mengatakan, provokasi lebih lanjut itu akan sama dengan Korut menggali kubur untuk diri sendiri.

Wakil Satu Menteri Urusan Luar Negeri Korea Selatan Cho Tae-yong hari Rabu menerima kunjungan Tony Blinken di Cheong Wa Dae untuk bertukar pendapat soal situasi di Semenanjung Korea dan isu nuklir Korut.

Organisasi HAM dan Pusat Informasi Demokrasi Hongkong pada 20 April memberitakan bahwa otoritas Beijing sedang mengerahkan 2.000 orang tentara sebagai tambahan untuk memperkuat penjagaan di perbatasan dengan Korea Utara menjelang negara tetangga itu melangsungkan  Kongres Partai Buruh yang ketujuh. Selain itu, kegiatan pengamatan perbatasan juga terus ditingkatkan. (Sinatra/asr)

Share

Video Popular