Oleh: Su Yang

Hasil pengamatan terbaru menemukan ledakan bintang dalam jarak yang cukup dekat dari Bumi. Menurut para ilmuwan, bumi mungkin akan terpengaruh oleh ledakan bintang tersebut, dan kemungkinan akan mengalami bencana yang fatal.

Dari majalah “Science” yang dipublikasikan baru-baru ini disebutkan, bahwa dari hasil pengamatan dan analisis selama 17 tahun ini, para ilmuwan menemukan Fe-60 (suatu unsur besi) yang tidak mungkin dihasilkan dari lingkungan alam di Bumi, tapi berasal dari supernova (ledakan bintang). Ledakannya juga tidak lama terjadi, kurang lebih hanya sekitar 2 juta tahun.

“Faktanya kami telah menemukan Fe-60 (partikel besi-60), ini menunjukkan bahwa waktu terjadinya ledakan bintang (supernova) ini tidak lebih dari beberapa juta tahun,” terang Martin Israel, fisikawan dari University of Washington, Amerika Serikat.

Dengan menggunakan Ray Isotope Spectrometer-CRIS atau Sinar kosmik isotop Spectrometer, para peneliti mendeteksi 15 kali karakteristik Fe-60 dari sinar kosmik, sehingga menyimpulkan waktu ledakan bintang hanya sekitar 2 juta tahun lebih dan jaraknya juga tidak terlalu jauh dari Bumi.

Keterangan foto: Nebula yang spektakuler dari sisa ledakan bintang (supernova)(NASA)
Keterangan foto: Nebula yang spektakuler dari sisa ledakan bintang (supernova)(NASA)

Dibanding dengan alam semesta yang usianya 13 miliar tahun, ledakan supernova itu tampaknya baru terjadi. Sementara itu, penelitian terbaru lainnya baru-baru ini juga menemukan materi supernova melesat ke Bumi. Dari laporan terkait yang dipublikasikan di “Nature” disebutkan, bahwa para peneliti menemukan dua supernova, yakni ledakan supernova pada 1.7 juta – 3.2 juta tahun lalu dan 6.5 juta – 8.7 juta tahun lalu. Metode ini juga digunakan peneliti untuk mendeteksi unsur-unsur Fe-60, demikian dilansir dari laman Gizmodo, Jumat (22/4/2016).

Menurut laporan Gizmodo, bahwa meneliti bintang yang telah musnah jutaan tahun lalu itu serasa memberi kesan misterius. Padahal, ledakan bintang dekat Bumi itu dapat berdampak pada kehidupan di Bumi.

“Jika ledakan bintang itu terlalu dekat jaraknya dari Bumi, maka sinar akibat ledakan itu akan menghilangkan ozon di atmosfer bumi, imbasnya sejumlah kehidupan di bawah lapisan atmosfer itu akan mati karena tidak adanya perlindungan lapisan ozon,” kata ilmuwan.

Menurut prediksi ilmuwan, jika terjadi ledakan bintang yang jaraknya hanya beberapa ratus tahun cahaya dari Bumi, dimana meskipun tidak akan menyebabkan kehancuran Bumi, namun radiasi akibat ledakan itu cukup cukup untuk mengubah iklim bumi, dan akan terjadi zaman es-nya Pleistosen seperti yang pernah terjadi pada 2 juta tahun silam, sehingga sebagian besar kehidupan di Bumi akan punah. (Epochtimes/ joni/rmat)

Share

Video Popular