JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebagian besar banjir yang merendam wilayah di Jawa Barat kemarin telah surut. Banjir menyisakan lumpur dan kerugian ekonomi mencapai miliaran rupiah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir bukan hanya di tengah sungai, tetapi juga di bagian hilir sungai. Sutopo menuturkan selain luapan sungai dan tanggulnya jebol di bagian tengah daerah aliran sungai, banjir juga disebabkan adanya pasang air laut di bagian hilir sehingga banjir merendam ribuan rumah.

Catatan BNPB, di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, banjir terjadi pada Kamis (21/4/2016) pukul 08.45 Wib. Total warga yang terdampak 438 KK atau 1.053 jiwa di 4 kecamatan yairu Kecamatan Telukjambe Barat, Tanjung Mekar, Karawang Kulon dan Tanjungpura.

Menurut BNPB, daerah yang paling parah terendam banjir adalah Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat dengan 211 KK (606 jiwa) terdampak banjir dengan tinggi banjir mencapai 1,5 meter. BPBD Kabupaten Karawang dan BPBD Provinsi Jawa Barat telah mendirikan tenda pengungsian dan memberikan bantuan logistik kepada korban banjir.

Wilayah Jawa Barat yang terendam banjir lainnya adalah di Kota Bekasi menyebabkan merendam beberapa komplek perumahan yang padat penduduk sejak 21 April 2016 pukul 05.30 Wib. Tinggi banjir mencapai 250 – 300 cm. Sebanyak 600 KK (9.000 jiwa) terdampak banjir.

Menurut BNPB, hingga Jumat pagi hari tadi beberapa perumahan masih terendam banjir dengan tinggi banjir yang sudah jauh menyurut. Akses jalan rusak dan tertutup lumpur. Komplek perumahan yang terdampak meliputi : Komplek IKIP – Perum Nasio Indah di Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, komplek Mustika Gamdaria Setu – Perumahan Lotus Chandra di Kelurahan Jatimurni Kecamatan Pondok Melati dan Komplek Perum Pondok Gede Permai di Kelurahan Jatirasa,  Kecamatan Jatiasih.

Ribuan warga komplek di perumahan tersebut berhasil dievakuasi oleh tim gabungan. Masyarakat menyelamatkan diri pada atap-atap rumah atau di tempat yang tinggi. Banyak kendaraan yang terendam banjir.

Banjir juga meredam Desa Bojongkulur, Jatisari dan Tarikolot di Kecamatan Cileungsi, Gunung Putri dan Citeureup di Kabupaten Bogor pada 21 April 2016 pukul 06.30 Wib. Beberapa komplek perumahan terendam banjir yakni Perum Vila Nusa Indah di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor, Perum Graha Nirwana Desa Jatisari Kecamatan Cileungsi, Kampung Bojong dan Kampung Taringgul Desa Tarikolot Kecamatan Citeureup.

Penyebab banjir di Kabupaten Bogor disebabkan hujan deras selama lebih dari 4 jam sehingga Sungai Cikeas meluap sehingga Desa Bojongkulur banjir. Tinggi banjir 40-150 cm. Di Desa Jatisari Kecamatan Cileungsi banjir akibat tanggul Sungai Cikarang jebol dengan panjang 25 meter. Sedangkan banjir di Desa Tarikolot Kecamatan Citeureup banjir akibat luapan Sungai Taringgul. BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan penanganan darurat. Tidak ada korban jiwa.

Menurut BNPB, dataran banjir di sepanjang Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi telah berkembang menjadi permukiman padat. Pertemuan kedua sungai tersebut menyatu dan dikenal sebagai Sungai Bekasi yang lahan dataran banjir telah berkembang jadi permukiman. Kondisi tanggul di sepanjang sungai tersebut masih perlu diperkuat.

Lebih jauh BNPB meningatkan sistem peringatan dini banjir juga perlu diperkuat sehingga dapat memberikan informasi yang cepat kepada masyarakat. BNPB menegaskan berulangnya banjir di wilayah tersebut mengingatkan pentingnya mitigasi bencana, baik struktural maupun non struktural.

“Masyarakat harus selalu disiapkan menghadapi bencana banjir. Ke depan, ancaman banjir akan makin meningkat akibat meningkatnya kerentanan, dampak perubahan iklim global, makin kritisnya daerah aliran sungai,” pungkas Sutopo. (asr)

Share

Video Popular