JAKARTA – Badan POM bersama Kepolisian dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali memerangi kejahatan farmasi melalui Operasi Storm VII yang digelar mulai Februari hingga Maret 2016. ), Badan POM berhasil mengamankan Rp 31,65 miliar rupiah obat ilegal termasuk palsu; 7,98 miliar rupiah obat tradisional ilegal dan mengandung BKO; serta 10,20 miliar rupiah kosmetika ilegal.

Kepala Badan POM, Roy Sparingga mengungkap berbagai modus yang dilakukan oleh para pelaku kejahatan farmasi yang melakukan aksi mereka. Modus operandi yang dilakukan para kelompok kejahatan ini beragam bahkan dengan cara mengelabui konsumen.

Hal demikian disampaikan Roy dalam paparan konfrensi pers Kepala Badan POM mengenai Operasi Storm VII tahun 2016 di Gedung BPOM, Jakarta, Senin (25/4/2016).

Menurut Roy, modus operandi yang dilakukan untuk produksi obat yakni diproduksi secara samar-samar pada sarana produksi legal, penyimpanan yang dilakukan pada gudang-gudang ilegal. Modus lainnya, lanjut Roy, obat ini bahkan diedarkan melalui Pedagang Besar Farmasi (PBF) resmi ke sarana ilegal. Para pelaku juga tak segan-sega menggantikan tanggal kadaluarsa dalam kemasan obat.

Obat tradisional, ujar Roy, menjadi sasaran para pelaku untuk melakukan praktek ilegal dan pemalsuan. Langkah yang dilakukan para pelaku adalah obat tradisional ini diproduksi pada malam hari pada sarana ilegal pinggiran Jakarta yakni Tangerang dan Bogor yang jauh dari pemukiman penduduk.

Temuan tim selama operasi, ujar Roy, menemukan bahwa modus operandi untuk obat tradisional ini juga dilakukan dengan menggunakan Nomor Izin Edar Fiktif. Obat ini diketahui diedarkan pada depot-depot jamu seluruh Indonesia, obat jadi dari jalur legal didiversikan untuk menjadi sumber Bahan Kimia Obat (BKO) dan sumber BKO berasal dari bahan baku impor ilegal.

Sasaran lainnya para pelaku adalah produk kosmetika yang ditemukan dua modus dilakukan pelaku selama pengungkapan pada Operasi Storm VIII 2016. Produk-produk kosmetika ini oleh para pelaku dilakukan repacking produk lokal seolah-olah produk impor. Produk kosmetika juga diedarkan secara online dan konvensional .

Secara keseluruhan Operasi Storm VII di Indonesia ini telah berhasil menyita dan mengamankan sediaan farmasi bermasalah sebanyak 4.441 item dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari 49,83 miliar rupiah. Operasi Storm yang merupakan operasi yang dikoordinasikan oleh ICPO (International Criminal Police Organization) Interpol dalam memberantas kejahatan farmasi di wilayah Asia. (asr)

Share

Video Popular