Oleh : Joseph Mercola

Magnesium sangat penting untuk fungsi biologis dan kesehatan yang optimal. Magnesium adalah mineral keempat yang paling berlimpah dalam tubuh, dan peneliti mendeteksi lebih dari 3.750 lokasi protein manusia yang berikatan dengan magnesium.

Lebih dari 300 enzim yang berbeda juga mengandalkan magnesium untuk fungsi yang tepat. Hal ini mencerminkan magnesium berperan pada proses biokimia dan fungsi metabolisme yang tepat, meliputi:

• Penciptaan ATP (adenosin trifosfat), untuk energi tubuh Anda

• Relaksasi pembuluh darah

• Fungsi otot dan saraf, termasuk kerja otot jantung Anda

• Pembentukan tulang dan gigi yang tepat

• Mengatur gula darah dan sensitivitas insulin, yang penting untuk pencegahan diabetes tipe 2 (penderita pra-diabetes yang diberi asupan magnesium tertinggi mengurangi resiko masalah gula darah dan metabolisme sebesar 71 persen)

Kurangnya magnesium memicu masalah kesehatan yang serius

Jika kekurangan magnesium di dalam sel tubuh, dapat menyebabkan kerusakan fungsi metabolisme sel, yang mengakibatkan masalah kesehatan yang lebih serius, seperti nyeri kepala migrain, kecemasan dan depresi (magnesium bertindak sebagai katalis untuk neurotransmitter serotonin yang mengatur suasana hati), fibromyalgia (gangguan kronis dengan ciri seperti nyeri otot dan tulang secara meluas, lemas, nyeri ketika daerah tersebut disentuh), penyakit kardiovaskular, kematian jantung mendadak, dan bahkan penyebab dari semua kematian.

Magnesium juga berperan dalam proses detoksifikasi tubuh (termasuk sintesis glutation) maka magnesium penting untuk meminimalkan kerusakan terhadap pemaparan zat racun.

Yang terpenting, magnesium sangat penting untuk mengoptimalkan mitokondria, dan hal ini sangat memengaruhi kesehatan Anda, terutama pencegahan kanker, juga untuk energi dan kinerja atletik.

Berapa banyak magnesium yang Anda perlukan?

Satu abad lalu, orang-orang berpendapat sekitar 500 mg magnesium sehari dari makanan mereka, yang ditanam pada tanah yang kaya akan nutrisi. Sekarang ini, kita hanya mendapatkan magnesium sekitar 150-300 mg sehari dari makanan kita yang kini ditanam pada tanah yang miskin akan nutrisi.

Makanan organik yang tidak diolah adalah sumber makanan yang terbaik, tapi karena kandungan magnesium dalam makanan Anda tergantung pada kekayaan magnesium dalam tanah di mana tanaman itu tumbuh, maka makanan organik bukanlah jaminan untuk mendapatkan kandungan magnesium yang tinggi.

Kini sebagian besar tanah telah sangat miskin nutrisi, dan karena alasan ini, beberapa ahli magnesium percaya hampir semua orang perlu mengonsumsi magnesium tambahan.

Kandungan magnesium harian yang dianjurkan adalah sekitar 310-420 mg per hari, tergantung pada usia dan jenis kelamin, meskipun beberapa peneliti percaya kita mungkin perlu sebanyak 600 hingga 900 mg / hari untuk kesehatan yang optimal.

Dr Carolyn Dean, penulis “Keajaiban Magnesium”, menyarankan untuk menggunakan reaksi usus Anda sebagai penanda untuk dosis magnesium yang ideal untuk Anda. Mulailah dengan minum 200 mg magnesium sitrat per hari, dan secara bertahap tingkatkan dosis sampai tinja Anda menjadi lunak.

Pastikan Anda menggunakan magnesium sitrat, karena memiliki efek pencahar, maka dari itu lebih baik dosis sehari dibagi menjadi dua atau tiga sehari, daripada satu dosis besar.

Jika Anda ingin mengonsumsi magnesium tambahan, disarankan untuk mengonsumsi magnesium treonat, karena paling efisien untuk menembus membran sel, termasuk mitokondria, yang meningkatkan energi Anda. Magnesium treonat juga menembus penghalang darah-otak dan membantu meningkatkan memori.

Jika Anda berjuang dengan nyeri kepala atau migrain, magnesium treonat adalah pilihan yang bagus.(Untuk nyeri kepala dan migrain, pastikan Anda mendapatkan cukup vitamin B12 serta koenzim Q10.)

Faktor risiko, tanda dan gejala kekurangan magnesium

Faktor risiko utama untuk kekurangan magnesium adalah makan makanan olahan, karena magnesium berada di pusat molekul klorofil. Jika Anda jarang makan sayuran hijau dan semua makanan yang kaya magnesium lainnya , berarti Anda tidak cukup mendapat magnesium dari makanan Anda.

Kehilangan magnesium diakibatkan oleh stres, kurang tidur, konsumsi alkohol, dan menggunakan obat resep (terutama diuretik, statin, fluoride, dan obat-obatan yang mengandung fluoride seperti antibiotik fluorokuinolon). Kadar insulin yang tinggi cenderung menurunkan kadar magnesium. Ini semua adalah faktor yang memengaruhi sebagian besar orang di dunia Barat, sehingga tidak begitu mengejutkan bahwa antara 50 persen sampai 80 persen orang Amerika dianggap menderita kekurangan magnesium.

Sayangnya, tidak ada tes laboratorium memberikan kadar magnesium secara tepat karena sebagian besar magnesium dalam tubuh ditemukan dalam tulang dan jaringan lunak dan hanya 1 persen magnesium terdapat dalam darah. Jika Anda ingin mengetahui apakah Anda menderita kekurangan magnesium, yang terbaik dilakukan adalah apakah Anda memiliki gejala awal kekurangan magnesium.

Tanda awal dari kekurangan magnesium meliputi “kuda charlie” (kejang otot yang terjadi ketika Anda meregangkan kaki), nyeri kepala/migrain, hilang nafsu makan, mual dan muntah, kelelahan atau kelemahan. Ini semua adalah tanda peringatan yang menunjukkan Anda perlu untuk meningkatkan asupan magnesium Anda. Kekurangan magnesium jangka panjang dapat menyebabkan gejala yang lebih serius seperti kelainan irama jantung dan kejang otot jantung, kejang, mati rasa dan kesemutan, dan perubahan kepribadian.

Buku Dr. Dean yang berjudul “Keajaiban Magnesium”, berisi daftar tanda dan gejala kekurangan magnesium yang jauh lebih lengkap, yang membantu Anda menentukan apakah Anda mengalami kekurangan magnesium atau tidak. Anda juga dapat mengikuti petunjuk di posting blog-nya, “Taksir Gejala Kekurangan Magnesium”, yang memberi Anda daftar untuk Anda lakukan selama beberapa minggu, serta membantu Anda mengukur berapa banyak magnesium yang Anda butuhkan untuk menyembuhkan gejala defisiensi Anda. (Epochtimes/Vivi/Yant)

Bersambung

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular