Foto baru ini menunjukkan harta yang dijarah Nazi tersembunyi di balik dinding yang disegel di ruang rahasia sebuah bunker (bangunan pertahanan militer) bawah tanah di Polandia

Pencarian untuk salah satu harta terbesar yang hilang dari Perang Dunia II, Ruang Amber senilai 250 juta poundsterling, telah menjadi angin segar karena pemburu harta karun mengatakan itu mungkin ada dalam sebuah ruangan rahasia di museum Polandia.

Ruang Amber dibangun untuk tsar Rusia, Peter Agung, pada tahun 1716 dan dikemas dengan lapisan emas dan perhiasan berharga, yang telah dicuri oleh Nazi dan secara misterius menghilang pada akhir Perang Dunia Kedua.

Ruang Amber hadiah untuk Peter Agung pada 1716
Hadiah: Ruangan yang dibangun untuk tsar Rusia, Peter Agung pada 1716, penuh sesak dengan kuningan, emas dan permata berharga. Ini adalah hadiah dari Friedrich-Wilhelm I dari Prusia

Selama beberapa dekade, pemburu telah menjelajahi Eropa mencari harta yang hilang tetapi sia-sia.

Namun sekarang, para pimpinan di museum Mamerki dekat Wegorzewo, utara Polandia timur, mengatakan itu mungkin telah tersembunyi di balik dinding palsu yang tertutup rapat di dalam sebuah bunker tua di masa perang, setelah menemukan ruang yang tidak diketahui berukuran lebar 6.5 kaki dan panjang 10 kaki menggunakan geo radar.

Bartlomiej Plebanczyk dari museum tersebut mengatakan kepada MailOnline, “Kami pikir ada kesempatan yang sangat baik bahwa Ruang Amber di sini untuk sejumlah alasan.”

“Tentu saja tidak ada perangkat seperti radar penembus tanah pada 1950-an, sehingga memeriksa dan menemukan ruang tersembunyi itu tidak mungkin.

‘Di dalam mungkin terdapat elemen-elemen milik Ruang Amber, tetapi juga seni hasil jarahan lainnya. Akan tetapi tidak ada keraguan bahwa ruangan itu dibuat khusus untuk tujuan harta.”

Kecurigaan bahwa tempat itu bisa saja tersimpan bagian-bagian dari Ruang Amber sebagian karena didasarkan pada kesaksian dari mantan penjaga Nazi.

Pada tahun 1950, ia mengatakan kepada unit penjinak bom Polandia dimana pada musim dingin tahun 1944 ia melihat truk yang dijaga ketat dikemudikan sampai bunker dan membongkar muatan besar.

Setelah truk dikosongkan, ruangan dimana mereka menaruh muatan tersebut disegel. Diperkirakan bagian dari Kamar Amber disimpan di kompleks bunker tersebut untuk pengangkutan nantinya.

Sepanjang dua dekade berikutnya, regu bom Polandia mencari bunker tersebut untuk bukti ruang yang disembunyikan itu, namun gagal tidak menemukan apa-apa.

Ruang Amber awalnya dimaksudkan untuk tujuan lemari berwarna amber (kuning sawo), hadiah dari Friedrich-Wilhelm I dari Prusia untuk Peter Agung. Tapi sebaliknya, diputuskan untuk menggunakan panel sebagai penutup dinding, mengelilingi mereka dengan ukiran emas, cermin dan banyak panel amber. Secara total, ruangan itu terisi 450 kg amber dan akhirnya selesai pada tahun 1770.

Nazi membongkar ruangan tersebut di Istana Catherine, dekat St Petersburg, ketika mereka tiba di istana pada Oktober 1941. Rusia telah mencoba untuk menyembunyikan ruang besar itu dengan menutupnya memakai wallpaper, namun rencana mereka gagal.

Barang-barang berharga itu kemudian dibawa oleh Jerman dengan kereta api ke kastil Koenigsberg, menjadi tonggak penting di Prussia Timur. Sekarang, kastil tersebut ditemukan di kota Kaliningrad.

Catherine Palace di Rusia setelah diambil alih oleh Nazi
Dijarah: Catherine Palace di Rusia setelah diambil alih oleh Nazi. Amber Room telah dibongkar.

Akan tetapi kemudian menghilang pada bulan Januari 1945, setelah serangan udara dan darat saat terjadi serangan biadab di kota itu. Sementara beberapa mengklaim telah hancur dalam serangan, namun yang lain melaporkan melihat 40 gerobak bergerak menjauh dari kastil di bawah jubah kerahasiaan setelah kota itu jatuh ke Tentara Merah.

Pada tahun 1950-an, Erich Koch, kepala administrator Nazi di Prussia Timur yang dipercaya untuk mengawasi  transportasi Ruan Amber dari kota Koenigsberg ke Wuppertal, Jerman, diambil dari penjara ke situs museum untuk menunjukkan pada pejabat Polandia di mana ruang tersebut berada. Namun ia tidak dapat mengidentifikasi lokasi itu

“Pada tahun 1960-an, Koch dipindah dari penjara ke Bunker 31 dan mereka mencoba untuk menemukannya. Namun mereka tidak tahu lokasi yang tepat, dan ia tidak bisa menentukan dimana tepatnya. Akan tetapi ia adalah orang terakhir yang melihat Ruang Amber di Koenigsberg,” kata Plebanczyk.

Museum Mamerki manjedi bunker tentara Jerman
Perang Dunia Kedua: Situs Museum dahulu menjadi markas timur Angkatan Darat Jerman. Ketua museum Mamerki mengatakan Ruang Amber mungkin telah tersembunyi di balik dinding palsu yang disegel di dalam sebuah bunker di masa perang.

Sejarawan setuju bahwa Mamerki adalah tempat yang logis untuk mencari karena pengangkutannya dari Koenigsberg, mereka harus datang ke situ dan tempat itu sempurna karena dijaga ketat. Selain itu bunker 31 belum selesai sehingga mereka bisa menyembunyikannya di sana dan kemudian berpura-pura pembangunan itu masih berlangsung.

Plebanczyk mengatakan mereka sekarang berencana untuk mengebor lubang melalui salah satu dinding dan memasukkan kamera untuk melihat apa yang ada di dalamnya.

“Hanya ketika rekaman menegaskan bahwa di dalam memiliki kandungan sejarah yang sebenarnya, maka kami dapat membuat keputusan tentang artefak tersebut,” katanya.

pembacaan geo-radar yang menunjukkan keberadaan bunker tersembunyi
Bukti: Tergambar adalah hasil pembacaan geo-radar yang menunjukkan keberadaan bunker tersembunyi. Seorang mantan penjaga Nazi mengatakan bahwa pada musim dingin tahun 1944 ia melihat truk yang dijaga ketat dikemudikan sampai ke bunker dan memuat kargo besar.

Saat ditanya mengapa ia membuat berita ke publik sekarang, mengingat bahwa pembacaan radar diambil pada bulan September, ia menjawab, “Pertama kami ingin memastikan bahwa informasi dari radar itu adalah benar. Jadi kami berkonsultasi dengan sejumlah ahli untuk memverifikasi itu. Kemudian harus pergi melalui jalur hukum untuk menyatakannya, dan itu membutuhkan waktu yang lama”

Dia mengatakan kemungkinan mereka dapat melakukan penggalian untuk upaya itu antara empat sampai delapan minggu.

Situs ini dahulu menjadi markas timur Angkatan Darat Jerman dan dekat dengan sarang serigala milik Hitler yang terkenal keji, Front Timur markas pertama militernya.

Pada tahun 1982, Rusia mulai membangun replika Ruang Amber. Meskipun butuh waktu lebih dari 20 tahun dan biaya lebih dari 12 juta dolar, tetapi pengunjung ke Catherine Palace, dekat St Petersburg, sekarang dapat melihat sendiri ruang megah tersebut. (ran)

Share

Video Popular