Korea Utara meluncurkan rudal balistik dari kapal selam pada Sabtu (23/4/2016). Keesokan harinya, PBB, AS juga Korea Selatan melancarkan kecaman keras. Menanggapi itu, Korea Utara mengatakan bahwa bila AS dan Korea Selatan menghentikan latihan militer bersama, maka Korut bersedia menghentikan uji coba senjata nuklir. Namun, Presiden Obama mengatakan, AS tidak akan serius menanggapi pernyataan Korut itu.

Central News Agency melaporkan, Dewan Keamanan PBB dalam sebuah pernyataannya mengatakan, “Para anggota Dewan mengutuk keras Korea Utara yang meluncurkan rudal balistik kapal selam pada Sabtu (23/4/2016). Perbuatan itu membuktikan Korea Utara sekali lagi melakukan pelanggaran serius terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.”

Presiden Obama tiba di Jerman pada Minggu (24/4/2016), dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Angela Merkel ia mengatakan,: ”Korea Utara terus melakukan tindakan provokatif.”

Juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan Moon Sang-gyun pada mengatakan Korea Utara sedang mempercepat program pengembangan peluru kendali balistik yang berbasis kapal selam (SLBM), tetapi untuk penyebarannya diperkirakan masih membutuhkan 3 – 4 tahun lamanya.

Obama: AS tidak akan serius menanggapi pernyataan Korut

Beberapa jam setelah peluncuran rudal tersebut, otoritas Pyongyang mengeluarkan pernyataan bahwa bila AS dan Korea Selatan menangguhkan latihan militer bersama, maka Korut bersedia menghentikan uji coba nuklir.

Associated Press mengutip ucapan Obama melaporkan bahwa bila Korut menunjukkan ketulusan untuk menghentikan program pengembangan nuklir, ia harus siap untuk kembali ke meja perundingan demi mengurangi ketegangan di kawasan itu.

Obama dalam konferensi pers di Jerman mengatakan bahwa Korut memang berniat, ia perlu menunjukkan komitmennya melalui suatu tindakan yang nyata tetapi bukan disalurkan melalui siaran pers.

“Kami tidak akan serius menanggapi pernyataan itu, karena mereka paling-paling hanya menghentikan uji coba berikut yang sudah diputuskan,” kata Obama. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular