Oleh Zhang Dun

Media asing berbahasa Mandarin baru-baru ini menyebutkan bahwa di Sidang Paripurna Partai Komunis Tiongkok ke 19 nanti, Xi Jinping tidak bermaksud untuk menunjuk seorang suksesi sebagai penerus dirinya.

Para suksesi PKT selama ini memicu perselisihan internal

Selama periode Mao Zedong sudah ada 5 orang yang ditunjuk sebagai suksesi untuk menggantikan kedudukannya, mereka itu adalah Liu Shaoqi, Deng Xiaoping, Lin Biao, Wang Hongwen dan terakhir Hua Guofeng. Tetapi akibat pertikaian internal, Liu dan Deng kemudian diseret turun oleh Mao sendiri. Sedangkan Lin Biao tewas bersama istri dan putranya karena pesawat yang digunakan untuk melarikan diri jatuh di padang gurun Mongolia Utara.

Wang Hongwen berulang kali mendapat kecaman Mao karena membentuk ‘Geng 4’, ‘Gang Shanghai’, ‘Denominasi 4’. Hanya Hua Guofeng yang ditunjuk pada 1976 menjelang Mao wafat tidak terjadi konflik dengan Mao. Tetapi ia pun digulingkan oleh para veteran PKT tak lama setelah Mao Zedong meninggal dunia.

Deng Xiaoping juga tercatat 3 kali menunjuk suksesi, masing-masing adalah Hu Yaobang, Zhou Ziyang dan Jiang Zemin. Tetapi karena berbeda haluan sehingga kedua orang suksesi Hu dan Zhao terpaksa diturunkan kembali. Hanya Jiang Zemin yang tetap dipilih walaupun  tidak sesuai dengan kritaria yang ia kehendaki, akibat urusan tersebut Deng sampai berselisih pendapat dengan para politikus senior seperti Chen Yun dan Li Hsian-nian.

Pada 1992, Deng yang sudah berusia 80 tahun lebih terpaksa melakukan tur ke wilayah Tiongkok selatan untuk menyampaikan pesan pentingnya, “Pemimpin yang tidak bersedia melakukan reformasi harus siap turun dari jabatan” untuk menggertak Jiang Zemin yang berusaha untuk menghalangi reformasi yang sudah ia canangkan. Jiang kemudian berhasil menghindari ‘eksekusi’ itu berkat ‘janji’ bahwa reformasi harus terus dipertahankan, meskipun sampai akhir hayat Deng Xiaoping reformasi tidak pernah direalisasikan oleh Jiang Zemin.

Sidang Paripurna PKT ke 14 pada 1992, Deng Xiaoping juga menunjuk Hu Jintao sebagai suksesi walau berbeda generasi, namun karena Hu ‘tidak masuk buku’ Jiang Zemin, maka Jiang Zemin dan kelompoknya terus berusaha untuk melemahkan kepemimpinan Hu selama ia berkuasa.

Xi Jinping akan menunjukkan prestasi yang mengejutkan

Selain tidak akan menunjuk suksesi, Xi Jinping juga dikabarkan akan mengambil langkah luar biasa dalam Sidang Paripurna ke 19 nanti.

Sarjana Shanghai, Yang Lujun baru-baru ini mengatakan bahwa Tiongkok sekarang sedang berada di persimpangan jalan. Ada 3 masalah besar yang dihadapi Tiongkok menjelang Sidang Paripurna Partai Komunis Tiongkok/ PKT ke 19 tahun depan. Apakah mungkin Xi Jinping akan melanggar aturan tak tertulis untuk memulai sesuatu baru sesuai dengan keinginannya? Ini jangan-jangan sebagai pertanda.

Sebelumnya juga ada laporan yang menyebutkan bahwa Xi Jinping di masa akhir Revolusi Kebudayaan, mengambil keuntungan dari hubungan keluarganya, telah membaca ‘buku internal’ dan menyerap sejumlah pemikiran Barat. Ia besar kemungkinan akan menunjukkan prestasi yang mengejutkan bila di waktu mendatang kondisi sudah matang dan ada kesempatan. Karena Xi Jinping memiliki mimpi untuk memulai sebuah era baru bagi Tiongkok.

Pengacara Gao Zhisheng dalam buku barunya “2017 Tiongkok Bangkit” memrediksikan bahwa PKT  akan runtuh pada 2017 sebagai bagian dari anugerah Yang Maha Kuasa.

“Meskipun awalnya saya sendiri juga dikejutkan oleh hal ini,” katanya.

Rincian mengejutkan tentang kejadian ini dilukiskan dalam buku barunya yang tak lama lagi akan diterbitkan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular