JAKARTA – Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE), Kementerian ESDM RI,  Rida Mulyana, bersama Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Casper Klynge,  meluncurkan Layanan Informasi dan Investasi Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (LINTAS EBTKE) bertempat di Gedung EBTKE, Cikini, Jakarta, Senin (25/4/2016).

LINTAS merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Denmark untuk mendukung pencapaian target energi bersih Indonesia dengan memberikan informasi serta memfasilitasi investasi serta meningkatkan kerja sama di bidang energi bersih. Tujuan dari LINTAS adalah untuk membantu pembangunan rendah karbon di Indonesia dan mencapai target nasional 23% porsi energi baru terbarukan di tahun 2025 serta penurunan intensitas energi 1% per tahun.

LINTAS akan menjadi tempat layanan satu pintu mengenai energi bersih yang membantu masyarakat dalam memahami dan menerapkan energi baru, energi terbarukan dan konservasi energi melalui pemberian informasi mengenai kebijakan yang berlaku, teknologi terkini, peluang pendanaan dan investasi, serta bimbingan teknis.

Dirjen EBTKE menyatakan seringkali menerima pertanyaan dari masyarakat tentang penerapan energi baru terbarukan dan konservasi energi, misalnya tentang bagaimana menghemat energi yang layak secara ekonomis dan jenis energi terbarukan apa yang paling cocok diterapkan di suatu tempat.

Menurut Rida, LINTAS akan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan informasi yang dapat berkontribusi dalam penerapan proyek-proyek energi bersih di masa mendatang.

“LINTAS EBTKE akan menjadi antarmuka (interface) yang efisien antara Ditjen EBTKE sebagai lumbung data dan informasi energi baru, terbarukan dan konservasi energi dengan masyarakat umum sebagai penerima manfaat akhir dari seluruh kegiatan,” lanjutnya dalam siaran pers Kementerian ESDM.

Duta Besar Casper Klynge menambahkan Indonesia mempunyai target energi bersih dan terbarukan yang ambisius. Kunci untuk mencapai ini adalah tersedianya informasi terkait peraturan, peluang bisnis dan teknologi yang dapat diakses dengan mudah di seluruh penjuru Indonesia agar semua orang dapat menikmati pasokan energi yang murah, handal dan berkelanjutan. Tanpa berbagi informasi tidak akan ada transformasi energi.

Menurut Casper, Denmark merupakan mitra erat Indonesia dalam mempromosikan penerapan energi bersih dengan cara berbagi teknologi serta pengalaman Denmark dalam pengembangan energi bersih dan terbarukan. Melalui Program Dukungan Lingkungan dan kerja sama antar kementerian, kami membantu Indonesia menemukan solusi teknologi yang inovatif dalam menghadapi tantangan energi dan lingkungan.

“Dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman, kita dapat secara efektif menunjukkan bahwa tidak ada pertentangan antara pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan keberlanjutan,” imbuhnya.

Di samping bekerja sama dengan Pemerintah Denmark, LINTAS EBTKE juga akan bekerja sama dengan lembaga maupun inisiatif lainnya, Center of Excellence, Dewan Energi Nasional, PLN dan asosiasi-asosiasi seperti METI dan MASKEII. Dengan adanya layanan informasi yang terpusat ini diharapkan para pemangku kepentingan di sektor energi bersih dapat mengakses informasi yang dibutuhkan secara langsung atau diarahkan kepada pihak yang kompeten. (asr)

Share

Video Popular