Oleh: Ali Lawrence

Adalah kuno jika Anda masih menggunakan kompos biasa. Sekarang ini tukang kebun memuji keajaiban kompos yang terbuat dari teh. Teh kompos adalah cairan yang berharga untuk tanaman; karena menyuburkan dan menekan terjadinya penyakit. Pupuk cair ini relatif murah dan mudah dibuat, dan memberi zat gizi siap pakai yang mendukung pertumbuhan tanaman, meningkatkan kadar gizinya, dan bahkan meningkatkan citarasa tanaman Anda.

Anda harus menyiapkan peralatan aerasi (alat untuk menambah udara/oksigen dalam air); karena tanpa peralatan aerasi, organisme di dalam teh akan cepat menguras oksigen dan teh akan mengeluarkan bau tak sedap.

Alat yang perlu disediakan

  • Wadah berukuran 5 galon air atau lebih besar, tergantung pada berapa banyak teh kompos yang ingin Anda buat; wadah berukuran 5 galon air ini adalah wadah yang terkecil. Saya sarankan untuk menyediakan sebuah pompa akuarium
  • Beberapa tabung
  • Alat untuk mengaduk
  • Saringan teh, seperti kaos kaki nilon, sarung bantal tua atau kaos yang sudah tak terpakai

Cara membuat teh kompos

1. Siapkan pompa: Pasang pipa ke pompa akuarium. Pastikan tabung terpasang dan tidak ada udara yang lolos. Klem tabung ke sisi wadah, atau mengubur pipa di bawah kompos supaya tetap di tempat. Cari lokasi yang hangat tapi tidak langsung di bawah sinar Matahari untuk menaruh wadah. Sinar Matahari langsung dapat memicu pertumbuhan alga dan menghilangkan keseimbangan gizi kompos.

2. Campur bahan-bahan: Bahan yang mengandung karbon yang tinggi adalah: Kayu, abu, kulit kayu, koran yang dipotong kecil-kecil dan serbuk gergaji. Bahan yang mengandung nitrogen yang tinggi adalah: kopi yang digiling, potongan rumput, kotoran dan rumput laut. Jika Anda ingin kompos yang mengandung kadar karbon dan nitrogen yang seimbang, isi bahan-bahan tersebut sampai ¾ wadah supaya tidak sulit mengaduknya. Tambahkan air ke dalam wadah tapi jangan sampai penuh dan aduklah. Dianjurkan pakai air hujan karena tidak mengandung bahan kimia yang terdapat pada air.

3. Mulai pompa: Hidupkan pompa. Setelah beberapa menit akan tampak gelembung seperti air mendidih dalam campuran tersebut. Jika pompa tidak menghasilkan udara yang cukup, aturlah posisi pompa ke atas atau bawah.

4. Tambahkan beberapa makanan untuk mikroorganisme: Setelah pompa berjalan lancar dan memberi aerasi sebagaimana mestinya, tambahkan satu ons molase organik yang tidak mengandung belerang dan aduk campuran tersebut.

5. Diamkan teh: Aduk-aduk campuran tersebut beberapa kali sehari untuk melepaskan lebih banyak organisme dan meningkatkan aerasi. Matikan pompa dan lepaskan pompa, diamkan teh selama tiga hari.

6. Saring teh: Diamkan teh selama beberapa saat sehingga potongan terbesar jatuh ke bawah, sehingga campuran lebih mudah untuk disaring. Saring campuran. Cairan hasil saringan dimasukkan ke dalam wadah lain atau langsung ke semprotan. Sebaiknya tidak menggunakan limbah saringan karena sangat sedikit zat gizi yang tersisa. Sebaiknya gunakan bahan yang baru jika Anda ingin membuat teh kompos yang baru.

7. Gunakan teh kompos: Sesegera mungkin gunakan teh kompos. Teh kompos harus diencerkan dengan air untuk melindungi tanaman. Cairan kompos tersebut sangat pekat sehingga dapat membakar tanaman, terutama jika kompos kaya akan nitrogen. Encerkan cairan teh kompos dengan air, dengan perbandingan satu bagian teh kompos dengan 10 bagian air. Untuk hasil terbaik gunakan air hujan atau air yang telah dihilangkan kandungan kapurnya. Jika ada daun yang terbakar, semprotkan cairan teh kompos pada daun dan akar tanaman di pagi atau sore hari. Jika Anda ingin membuka lahan baru untuk bercocok tanam, gunakan teh kompos untuk memulihkan nutrisi tanah di mana mikroba akan mengurai zat gizi untuk akar tanaman, yang tidak Anda dapatkan jika Anda menggunakan kompos biasa.

Teh kompos kaya akan zat gizi yang sangat dibutuhkan tanaman sehingga tumbuh sebagai tanaman yang sehat dan bergizi – serta memperkaya kandungan zat gizi tanah yang sangat dibutuhkan tanaman.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular