Oleh: Chen Gang

Smith (26), seorang pria asal Pennsylvania, Amerika Serikat ditemukan pingsan di dalam reruntuhan salju. 12 jam kemudian baru diketahui raut wajahnya membiru, sekujur tubuhnya kaku (beku). Ia seperti ‘mati beku’ tak ada detak jantung dan denyut nadi. Namun, di bawah upaya penyelamatan dari tim dokter, 15 hari kemudian, secara gaib Smith hidup kembali.

Inset : Pria yang mati membeku, secara gaib hidup kembali 15 hari kemudian! Smith, pria 26 tahun yang pingsan di bawah reruntuhan salju, dan baru ditemukan 12 jam kemudian. (Internet)
Inset : Pria yang mati membeku, secara gaib hidup kembali 15 hari kemudian! Smith, pria 26 tahun yang pingsan di bawah reruntuhan salju, dan baru ditemukan 12 jam kemudian. (Internet)

Awal kejadian tragis itu bermula ketika Smith sedang minum di sebuah Bar bersama teman-temannya. Setelah itu Smith berjalan pulang ke rumahnya di bawah terpaan angin dan salju. Namun, di tengah perjalanan, ia tidak mempu menahan dingin di bawah suhu minus 20 derajat celcius. Akibatnya ia jatuh pingsan di reruntuhan salju.

Sekitar 12 jam sejak itu, keesokannya ayah Smith baru menemukan putranya dan mendapati sekujur tubuh putranya itu sudah membeku, tidak ada detak jantung dan denyut nadi.

Smith dilarikan ke rumah sakit. Sementara itu, pihak kepolisian dan forensic setempat juga datang ke rumah sakit, untuk menyelidiki sebab kematian korban. Namun, Gerald Coleman, dokter di ruang gawat darurat itu tampaknya enggan menyerah begitu saja. Ia bersikeras menyelamatkan nyawa Smith secara extracorporeal membrane oxygenation membran ekstrakorporeal, ECMO (oksigenasi membran ekstrakorporeum) untuk mempertahankan hidupnya.

Keterangan foto: Dokter Gerald Coleman tidak mau menyerah dan bersikeras menyelamatkan nyawa Smith secara oksigenasi membran ekstrakorporeum (suatu teknik bantuan hidup sementara untuk membuat pasien hidup ketika jantung dan/atau paru-paru berhenti berfungsi). Otaknya tidak mengalami cedera, boleh dikata ini adalah keberuntungan di tengah musibah yang dialami korban. (Internet)
Keterangan foto: Dokter Gerald Coleman tidak mau menyerah dan bersikeras menyelamatkan nyawa Smith secara oksigenasi membran ekstrakorporeum (suatu teknik bantuan hidup sementara untuk membuat pasien hidup ketika jantung dan/atau paru-paru berhenti berfungsi). Otaknya tidak mengalami cedera, boleh dikata ini adalah keberuntungan di tengah musibah yang dialami korban. (Internet)

Setelah koma selama 15 hari berturut-turut, Smith akhirnya siuman. Jari tangan dan seluruh jari kakinya itu terpaksa diamputasi karena Frostbite (luka akibat suhu ekstrim dingin). Namun, otaknya tidak mengalami cedera, boleh dikatakan ini adalah keberuntungan di tengah musibah yang dialami korban.

Beberapa waktu lalu, Smith secara khusus kembali ke rumah sakit untuk mengucapkan terima kasih kepada tim dokter dan segenap staf medis yang pantang menyerah untuk berusaha menyelamatkan jiwanya. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular