Oleh : David Samadi

Penyebab pasti dari kanker testis belum diketahui, tetapi ada kondisi yang meningkatkan risiko pria terkena kanker. Saat ini, peneliti sedang mencari gen yang bertanggung jawab untuk kanker testis. Dengan mengidentifikasi gen yang bertanggungjawab, terapi yang dikembangkan akan lebih mengenai sasaran untuk memusnahkan sel kanker testis.

Sejauh ini, penelitian menemukan bahwa banyak sel kanker testis terdapat pada salinan tambahan kromosom 12. Kelainan pada kromosom 12 (gen yang berbeda) juga terkait dengan penyakit Parkinson, narkolepsi, dan tuli non-sindromik.

Kromosom 12 bukanlah satu-satunya yang dikaitkan dengan kanker testis. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui persis gen abnormal pada kromosom yang menyebabkan kanker testis. Gen KITLG dan gen SPRY4 masih terus diteliti atas keterlibatannya meningkatkan risiko kanker testis.

Pemeriksaan yang dilakukan sendiri dapat membantu anda mengenali kanker testis lebih awal, disertai pengetahuan gejala yang berhubungan dengan kanker testis.

Faktor risiko atau kemungkinan penyebab

Testis tidak turun. Ini berarti bahwa satu atau kedua testis tidak bergerak turun dari perut ke skrotum sebelum si penderita lahir. Belum diketahui hubungan antara testis yang tidak turun dan kanker testis, tetapi pria dengan testis yang tidak turun berisiko lebih tinggi untuk menderita kanker.

Sejarah keluarga. Jika ayah menderita kanker testis, Anda adalah empat sampai enam kali lebih berisiko menderita kanker testis. Jika saudara kandung Anda menderita kanker testis, Anda berisiko jauh lebih besar untuk menderita kanker testis.

Infeksi HIV. Penderita human immunodeficiency virus atau AIDS terbukti berisiko lebih tinggi menderita kanker testis.

Carcinoma in situ (kanker yang belum menyebar). Ini merupakan kanker sel germinal testis yang tidak ganas yang dapat atau tidak menyebar dan berkembang menjadi kanker yang ganas. Pada Carcinoma in situ, sel testis adalah abnormal dan si penderita cenderung berisiko tinggi untuk menderita kanker testis yang ganas yang harus diobati.

Menderita kanker testis pada salah satu testisnya. Tiga sampai empat persen pria yang menderita kanker di salah satu testisnya, cenderung akan menderita kanker di testis yang satunya lagi.

Ras dan etnis. Pria kulit putih atau Kaukasia berisiko lebih tinggi terkena kanker testis dibandingkan pria kulit hitam atau Asia.

Usia. Kanker testis paling sering terjadi pada pria berusia muda (15 tahun -35 tahun), tetapi dapat terjadi pada semua usia.

Kegemukan. Penelitian terbaru menunjukkan hubungan obesitas dengan kanker testis pada pria berusia muda (18 tahun -29 tahun).

Sindrom Klinefelter. Sindrom Klinefelter atau kondisi lain yang menyebabkan perkembangan testis yang abnormal dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker testis.

Fakta mengenai kanker testis

  • Jenis kanker yang paling sering terjadi pada pria berusia muda, yaitu 15 tahun – 35 tahun
  • Pria berusia 20 tahun sampai 39 tahun berisiko tertinggi
  • Rata-rata usia diagnosis adalah 33 tahun
  • Sembuh dengan cepat jika diobati
  • Tingkat keberhasilan untuk hidup lebih dari 95 persen

Gejala utama kanker testis biasanya terdiri dari benjolan yang mengakibatkan nyeri yang seringkali dideteksi sendiri oleh penderita. Penderita mengalami perasaan berat dan sakit di skrotum, nyeri payudara, payudara membesar, pembengkakan testis, atau pengumpulan cairan dalam skrotum.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular