Sebuah studi baru menemukan bahwa meditasi tidak hanya membuat orang-orang merasa rilesk secara jasmani dan rohani. Selain itu, meditasi secara teratur juga dapat membuat otak dan kemampuan memori juga jauh lebih muda 7 tahun dibanding usia sebenarnya.

Studi yang dilakukan ilmuwan dari Jerman, Amerika, dan Australia menemukan, bahwa konsentrasi (perhatian yang terpusat) dan integrasi dari relaksasi dapat mendorong pertumbuhan sel otak. Meskipun belum ada hasil penelitian terkait apakah benar meditasi itu dapat membuat otak menjadi lebih cerdas, namun, penyakit Alzheimer dan masalah yang berhubungan dengan memori lain itu ada kaitannya dengan atrofi otak (pengecilan/penyusutan otak), demikian dilansir dari Daily Mail, 23 April 2016.

Para peneliti memindai otak dari 50 orang laki-laki dan perempuan Amerika yang bermeditasi secara teratur, serta otak dari 50 orang Amerika yang tidak memiliki kebiasaan meditasi. Kemudian hasil scan dimasukkan ke dalam komputer dan dianalisa programnya, selanjutnya program komputer akan memberikan usia otak setiap orang sesuai dengan kondisi fisik masing-masing individu.

Dan hasilnya memang mengejutkan, yakni usia otak dari mereka yang tidak memiliki kebiasaan meditasi tidak ada bedanya atau sama dengan usia mereka yang sebenarnya, artinya usia otak mereka yang berusia 55 tahun itu tetap 55 tahun sama dengan usia yang sebenarnya ; sementara mereka yang memiliki kebiasan meditasi, usia otaknya jauh lebih muda dari usia yang sebenarnya. Dari hasil scan, mereka yang berusia rata-rata 50 tahun dan punya kebiasaan meditasi itu, usia otaknya hanya sekitar sekitar 42 atau 43 tahun, atau dengan kata lain otak mereka jauh lebih muda dari usia yang sebenarnya.

Selain itu, manfaat meditasi lebih signifikan bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun. Studi ini dipublikasikan di Neurolmage Journal.

“Temuan ini menunjukkan bahwa meditasi itu sangat bermanfaat dan dapat memperlambat penuaan otak,” ujar Christian Gaser, peneliti dari Rumah Sakit di University of Jena, Jerman.

Christian Gaser telah melakukan penelitian ini bersama dengan peneliti lainnya dari Amerika dan Jerman. Meskipun sejauh ini belum diketahui secara pasti bagaimana efek meditasi itu melindungi otak, tapi meditasi dapat membantu merangsang pertumbuhan sel-sel otak baru. Selain itu, perasaan baik yang dirasakan orang-orang dalam meditasi itu juga bermanfaat bagi otak mereka, pungkas Gaser menambahkan.

Gaser mengungkapkan bahwa meditasi juga harus diimbangi dengan pola hidup yang sehat, olahraga dan istirahat yang cukup dan biasakan konsumsi air putih. Mereka yang tetap ingin memiliki otak sehat dan cerdas juga harus tetap memperhatikan makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Jika kamu ingin memiliki otak sehat dan mencegah Alzheimer di usia muda hingga tua nanti, pastikan untuk menjaga pola makan dan pola hidup mulai dari sekarang

Berbagai penelitian terkait menunjukkan bahwa meditasi dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani termasuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menekan kesepian. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular