JAKARTA – Lentera Anak sangat mengapresiasi keberanian mahasiswa FISIP Universitas Andalas (Unand) di Padang, Sumatera Barat yang menolak sponsor rokok dalam event  Inaugurasi 2016, yang akan dihelat Sabtu, 30 April 2016, di Taman Budaya Padang. Padahal, selama 9 tahun terakhir, sponsor rokok tak pernah absen di acara pentas seni dan musik tahunan tersebut.

Menurut Lisda Sundari, Ketua Lentera Anak, penolakan mahasiswa FISIP Unand terhadap sponsor rokok merupakan langkah baru, karena inilah untuk kali pertama mereka menggelar kegiatan seni di kampus tanpa menggandeng sponsor rokok.

“Ini membanggakan, dan menjadi momentum perubahan untuk terwujudnya seni dan musik yang sehat dan bebas dari sponsor rokok di Sumatera Barat,” kata Lisda dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (29/4/2016).

Keberanian para mahasiswa menolak sponsor rokok tersebut, kata Lisda Sundari, menjadi penegas bahwa generasi muda semakin sadar akan taktik industri rokok dalam menyasar anak muda sebagai perokok pengganti, dan kesadaran ini antara lain direalisasikan dalam bentuk penolakan terhadap sponsor rokok.

Ketua Pelaksana Inaugurasi 2016, Rivky Goesvi, mengakui bahwa memang selama 9 tahun berturut-turut acara Inaugurasi yang dihelat FISIP Unand memakai sponsor produk rokok. Namun, lanjutnya, tahun ini panitia pelaksana memutuskan tidak lagi bekerjasama dengan industri rokok tentang dampaknya segi kesehatan serta panitia yang dimafaatkan untuk menjadi marketing rokok.

“Kita putusakan tak bekerjasama, mengingat dampak negatif yang ditimbulkan dari kerjasama tersebut yang mengharuskan panitia menjual secara langsung ribuan produk rokok kepada mahasiswa dan pengunjung acara Inaugurasi,” ujarnya.

Pentas Inaugurasi FISIP Unand, kata Rivky, selama bertahun-tahun menjadi ruang ekspresi dan kreatifitas mahasiswa yang selalu dinanti ribuan anak muda di Padang. Acara ini menyuguhkan pertunjukan seni dan musik yang bervariasi, seperti tarian daerah, teater, dan pergelaran musik.

Lebih lanjut Rivky menegaskan, melalui penolakan terhadap sponsor rokok, panitia Inaugurasi 2016 telah membuktikan bahwa acara seni dan musik  bisa  berdiri tegak dari kemandirian seluruh dana panitia, mahasiswa dan alumni FISIP Unand, tanpa harus bergantung pada sponsor rokok. Selain mengandalkan penjualan dari tiket acara, panitia aktif melakukan penjualan merchandise baik secara online maupun melalui kegiatan di kampus Unand.

Data Lentera Anak menyebutkan, industri rokok memang secara masif melakukan iklan dan promosi untuk menyasar anak muda sebagai target pemasaran produk mereka, melalui materi iklan dan promosi yang menampilkan gaya hidup remaja.

Ketua Lentera Anak, Lisda Sundari, mengutip pernyataan Mardiyah Chamin dalam bukunya “A Giant Pack of Lies : Bongkah Raksasa Kebohongan”, bahwa musik menjadi pintu masuk paling strategis untuk mempengaruhi anak muda menjadi perokok pemula.

Dokumen internal perusahaan rokok Philip Morris internasional, menyebutkan musik adalah bahasa mereka (anak muda), sumber ide dan tren anak muda. Serta, dokumen perusahaan rokok BAT Internasional nomor kode 5000010132 menyebutkan musik memiliki pesona universal dan berpengaruh kuat untuk membidik terget pasar remaja. (Mardiyah Chamim, et all, 2011).

Sebelumnya hasil pemantauan yang dilakukan Lentera Anak, Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA), dan Smoke Free Agents di 360 sekolah di lima kota yakni Jakarta, Bandung, Makassar, Mataram, dan Padang pada 2015 memperlihatkan bukti industri rokok sangat gencar melakukan iklan dan promosi rokok di area sekitar sekolah sebagai tempat aktivitas anak dan remaja setiap harinya.

Dari hasil pemantauan ditemukan fakta adanya segala jenis iklan rokok pada tempat penjualan di 85% sekolah yang diamati, adanya promosi harga rokok pada 54% sekolah yang diamati, ditemukannya display rokok di tempat penjualan pada 69% sekolah yang diamati, dan terdapat iklan rokok di media luar ruang, khususnya dalam bentuk billboard, pada 1 dari setiap 3 sekolah yang diamati. (asr)

 

Share

Video Popular