Oleh: Ming Yue

Belum lama ini, sewaktu Prince William dan Princess Kate dari Inggris mengunjungi India, diterima dengan akrab oleh PM India Narendra Modi. Genggaman kuat telapak tangan Modi telah menghasilkan bekas guratan lima jari yang terlihat dengan jelas. Akhirnya 1 seri foto itu menjadi perbincangan hangat di internet.

Modi berbadan kekar, ada yang menilai gaya berjalannya saja mirip seorang jago gulat. Dengan jabat tangannya yang kuat sering kali ia hendak menyatakan sambutan tulus terhadap tamunya. Berbagai pimpinan dunia telah merasakan “telapak besi” sang PM India itu hingga memperlihatkan mimik wajah yang kikuk.

Keterangan foto: Genggaman erat “telapak besi” PM Modi membekas di telapak tangan prince William yang halus. ( MONEY SHARMA/AFP/Getty Images)
Keterangan foto: Genggaman erat “telapak besi” PM Modi membekas di telapak tangan prince William yang halus. ( MONEY SHARMA/AFP/Getty Images)

Etiket berjabat tangan berasal dari abad pertengahan Eropa. Acapkali berjabat tangan menyatakan adanya persahatan, adalah semacam pertukaran, bisa saling memperdalam pemahaman dan kepercayaan masing-masing, juga dapat menyatakan rasa hormat, dorongan dan salam dari satu pihak. Jabat tangan antara pimpinan negara terkadang melambangkan kerjasama, rekonsiliasi dan perdamaian.

Jabat tangan merupakan sebuah tata krama yang tidak dapat dihilangkan di dalam sebuah acara sosial resmi. Ia adalah semacam bahasa tubuh, sekaligus juga mewakili citra pribadi. Hal-hal berikut ini perlu diperhatikan dalam sebuah jabat tangan pada umumnya:

  1. Pergunakan tangan kanan dalam berjabat tangan, sejumlah orang berpendapat tangan kiri itu tidak bersih, misalnya orang india dan orang Arab.
  1. Apabila berjabat tangan dengan kedua tangan, maka tunggulah setelah kedua pihak selesai berjabat tangan dengan tangan kanan, baru meletakkan tangan kiri Anda di atas tangan kanan pihak lain, untuk menyatakan perasaan yang lebih akrab dan lebih respek terhadap pihak lain.
  1. Apabila hanya hubungan biasa dan di suatu forum biasa, kedua belah pihak berjabat dengan kuat sejenak lalu bisa dilepas, pada umumnya selama 2 – 5 detik. Jika hubungan akrab dan forumnya megah, kedua tangan yang berjabatan itu digoyang-goyang beberapa kali untuk mengekspresikan entusiasme.
  1. Sewaktu berjabat tangan semestinya kedua mata menatap pihak lain, senyum di kulum atau mengucapkan salam, bersikap tulus dan akrab, jangan cuek menoleh ke kanan-kiri.
  1. Sewaktu berjabat tangan dengan yang lebih senior, yang lebih muda harus menunggu sang senior mengulurkan tangannya terlebih dahulu.
  1. Ketika berjabat tangan dengan atasan, bawahan harus menunggu sang atasan mengulurkan tangan lebih dahulu baru menjabat.
  1. Sewaktu menjamu tamu, pemilik rumah wajib mengulurkan tangan kepada pihak tamu, untuk menyatakan sambutan; ketika menghantar tamu pulang, tuan rumah juga seharusnya berinisiatif menjabat tangan menyatakan menyambut kunjungan berikutnya.
  1. Sewaktu berjabat tangan dengan kaum perempuan, kaum lelaki harus menunggu pihak perempuan mengulurkan tangan terlebih dahulu. Apabila pihak perempuan tidak menjulurkan tangannya atau tidak berniat berjabatan tangan, pihak lelaki cukup dengan menganggukkan kepala menyatakan salam.
  1. Apabila mengenakan sarung tangan, sebelum berjabat tangan lepas dulu sarung tangan. Tetapi di dalam acara pesta malam yang seremonial, apabila pihak wanita mengenakan gaun malam dengan sarung tangan panjang maka tidak perlu dilepas.
  1. Di dalam situasi apapun, menampik ajakan berjabat tangan pihak lain adalah tidak sopan, namun ketika tangan tidak bersih, seharusnya menolak dengan berterimakasih bersamaan itu harus menjelaskan dan meminta maaf. (whs/rmat)

Share

Video Popular