Yonaton Tsuprun (16) adalah seorang remaja yang tinggal di Rishon Lezion dekat Tel Aviv, kota terbesar kedua Israel. Ayahnya adalah insinyur komputer, ibunya pekerja kantoran. Ia memiliki seorang adik perempuan yang berusia 8 tahun.

Loth, koresponden Minghui melaporkan, Yonaton Tsuprun lebih dari 2 tahun yang lalu mulai berlatih Falun Gong. Ia mengatakan, setelah mematuhi prinsip “Sejati, Baik, Sabar”, dirinya  memperoleh banyak manfaat, sehingga ia kini berubah menjadi tenang dan berhati bajik.

“Zhuan Falun” telah mengubahnya

Banyak orang di usia remaja memiliki suasana hati yang gelisah. Yonaton Tsuprun mengatakan, sebelum berkultivasi, “Saya dalam sedetik bisa menjadi sangat marah”, “Hampir setiap hari bertengkar dengan adik, sebenarnya adik itu sangat baik, dia sejak kecil sudah berkultivasi, saya yang memprovokasinya.”

Ibu dan nenek Yonaton Tsuprun sejak tahun 2002 sudah mulai berlatih Falun Gong. Mereka belajar spiritual, berlatih, juga mengajarkan Yonaton dan adiknya cara-cara berkultivasi.

“Dahulu berulang kali, ketika saya membaca buku “Zhuan Falun,” hanya bertahan membaca lima lembar sudah menyerah. Sekitar dua setengah tahun lalu, saya berubah pikiran dan mulai membaca buku “Zhuan Falun” dengan lebih serius, saya menyadari banyak hal yang saya tidak menyadari sebelumnya, sangat menarik, sangat baik, dalam tempo dua minggu saya selesai membaca buku “Zhuan Falun,” katanya.

“Zhuan Falun” adalah buku utama Falun Gong, penulisnya adalah pendiri Falun Gong, master Li Hongzhi, pada 4 Januari 1995 mulai menerbitkan buku itu secara resmi di Tiongkok. Pada Januari 1996, buku “Zhuan Falun,” menjadi daftar peringkat buku bestseller di Beijing. Saat ini buku tersebut telah diterjemahkan ke dalam 30 lebih bahasa asing dan didistribusikan di seluruh dunia.

Secara khusus, Yonaton mengatakan, prinsip “Sejati, Baik, Sabar” dari buku “Zhuan Falun” ini membimbingnya menjadi manusia seutuhnya, tidak minum alkohol, tidak merokok dan sebagainya. Ia tahu ketat mengikuti prinsip-prinsip ini adalah yang terbaik baginya, tetapi sekaligus merupakan tantangan yang paling sulit.

“Tetapi dapat bertahan setiap hari membaca buku “Zhuan Falun” akan membuat hati semakin kuat, setiap hari saya belajar dan menemukan hal-hal baru. Saya mulai berubah tenang, perilaku saya benar-benar telah berubah. Sekarang saya dapat mengendalikan diri, dengan kebajikan memperlakukan orang lain,” katanya.

Yonaton tidak lagi “berperang” dengan sang adik.

“Setelah berkultivasi, saya tahu bertengkar itu tidak baik, harus mematut diri dengan “baik/kasih” dan “toleransi/sabar”, harus mengontrol emosi diri sendiri. Sekarang, hubungan saya dan adik sangat  baik, kami bersama-sama belajar dan berlatih,” tuturnya.

Berpartisipasi dalam proyek remaja internasional “bersepeda menuju kebebasan”

Pada musim panas 2015, Yonaton dan 20 lebih remaja internasional dari berbagai negara, mengambil start dari Los Angeles Amerika Serikat, dengan bersepeda mengelilingi Amerika Serikat, yang berlangsung 40 hari hingga mencapai finish di Washington DC, ibukota AS. Kampanye “Ride to Freedom” kali ini, bertujuan untuk menyelamatkan anak-anak yatim dari keluarga Falun Gong di daratan Tiongkok dan membangunkan masyarakat internasional tentang penindasan terhadap Falun Gong yang masih berlangsung di sana.

Yonaton mengatakan, di suatu pagi, giliran ia mengendara, “Jalanan sangat sulit, cuaca sangat panas, saya merasa lapar dan mengantuk luar biasa, merasa diri sendiri sudah akan menyerah, tapi saya kembali berpikir saya tidak boleh menyerah, saya harus terus mengendara. Namun, benar-benar sangat sulit! Saya hampir menangis, saya mulai menjadi marah. Tiba-tiba, saya menabrak roda pengendara di depan, saya kehilangan control dan terjatuh ke tanah. Kaki saya berdarah. Pada saat itu, saya menyadari seharusnya memurnikan lagi pikiran saya, karena saya sedang marah. Saya berpikir harus mencari ke dalam hati dan membersihkan pikiran diri sendiri.”

Mengatasi hambatan bahasa untuk mengklarifikasi fakta

Perjalanan ke Amerika Serikat sekali ini, Yonaton Tsuprun juga mengatasi kendala bahasa, mengklarifikasi fakta kepada orang-orang.

“Bahasa Inggris bukan bahasa utama saya, ini adalah pertama kalinya saya berbicara dalam bahasa Inggris untuk mengklarifikasi fakta penganiaya, ketika mereka mengetahui saya berasal dari Israel, dalam upaya keras untuk menggunakan bahasa Inggris untuk memberitahu mereka hal-hal penting, mereka tertarik mendengarkan. Ketika Anda menggunakan cara yang baik, menggunakan hati Anda untuk berbicara, orang akan mendengarkan, dan bahkan sangat mendukung,” katanya.

Dalam dua puluh lebih pengendara remaja, banyak adalah anak-anak yang tumbuh di Amerika Serikat. Yonaton Tsuprun menjalani kehidupan bersama-sama dengan mereka lebih dari empat puluh hari, ketika tiba di Washington DC dan diwawancara, dia berbicara bahasa Inggris dengan lancar.

Lebih banyak tanggung jawab, mengurangi keegoisan

Yonaton mengatakan, perjalanan sekali ini dia bertanggungg jawab masalah tenda untuk berkemah. Pada awalnya ia menghabiskan 30 menit baru bisa menyiapkan 3 tenda, kemudian teman-teman ikut membantu, 5 menit sudah mempersiapkan kemah, waktu tercepat hanya 3 menit.

Dengan kegiatan “bersepeda menuju kebebasan,” Yonaton merasa dirinya banyak berubah.

“Saya memiliki lebih banyak rasa tanggung jawab, lebih sedikit keegoisan, setiap hari bangun sangat pagi, bersama rekan-rekan belajar dan berlatih, ketika makan dan membeli makanan akan memikirkan berbagi dengan orang lain, memikirkan tim,” tuturnya.

Menurutnya mayoritas praktisi Falun Gong di Israel lebih tua darinya, pengalaman kali ini begitu banyak anak-anak seusianya belajar dan berlatih Falun Gong bersama, ia merasa lebih mudah untuk berbagi pengalaman.

Ini adalah pertama kalinya Yonaton Tsuprun ke Amerika Serikat.

“Kami menyeberangi Gurun Mojave dan Pegunungan Rocky, dan masih banyak tempat, banyak pemandangan indah, tidak sama dengan yang saya bayangkan, memberi saya banyak kejutan, ini adalah negara yang indah. Kami juga banyak berbicara dengan orang yang berbeda,” pungkasnya. (hui/whs/rmat)

Share

Video Popular