Dalam beberapa dekade mendatang, manusia bisa melakukan penanganan medis di dalam dunia mikroskopis dengan bantuan nanobot yang ditanamkan ke dalam darah, pungkas Ray Kurzweil, direktur teknis Google yang juga seorang futuris.

Di masa depan akan diciptakan robot super mikro yang ditanamkan ke dalam pembuluh darah manusia, untuk melawan penyakit. Dokter robot super mikro yang dimaksud ini adalah nanobot, yang besarnya setara dengan sel darah kita, ujar Ray Kurzweil, dilansir dari laman Business Insider, Kamis, 21 April 2016.

“Sampai pada tahun 2020-an, kita akan mulai menggunakan nanobots-robot berukuran super mikro-untuk melengkapi performa sistem kekebalan tubuh,” kata Kurzweil

Menurut pandangan Ray Kurzweil, bahwa dikarenakan sering terjadinya gangguan pada fungsi dari sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga manusia mudah mengalami atau diserang penyakit kanker dan beragam penyakit lainnya.

“Sistem kekebalan tubuh menganggap normal pada kanker, sehingga tidak memandangnya sebagai musuh. Selain itu, peran dari sistem kekebalan tubuh atas Retrovirus itu juga buruk, pungkasnya menambahkan.

Karena itulah, cara mengobati penyakit yang terlintas dalam benak Kurzweil adalah, menggunakan nanobots yang bisa bertindak sebagai sel T—yakni tipe sel darah dalam sistem kekebalan manusia. “nanobot-nanobot ini hanya seukuran sel darah dan sangat cerdas,” kata Kurzweil.

Tak disangka ada robot yang bisa berkeliaran di dalam darah kita, gagasan ini sekilas memang terdengar seperti dalam film fiksi ilmiah, tapi, ini bukan hal yang mustahil. US National Cancer Institute telah memiliki jaringan riset atas teknologi nano ini—Alliance for Nano technology in Cancer, yang mendukung penelitian dalam bidang teknologi nano, demikian kata laporan terkait.

Sementara itu, di belahan dunia lain juga ada lembaga yang meneliti nanobot untuk keperluan medis. Namun, terkait nanobot yang ditanamkan ke dalam tubuh manusia itu apakah memang benar-benar memiliki efek pengobatan kanker, hal ini masih perlu diverifikasi.

Kata-kata Kurzweil mungkin akan mengingatkan kita pada film Fantastic Voyage (Remake Sci-fi Klasik 1966). Film ini menceritakan kisah tentang ilmuwan dan kapal yang ditumpangi koleganya itu diubah menjadi bentuk yang sangat-sangat kecil dan nyaris seperti sel besarnya, yakni seukuran nano.  Mereka masuk ke dalam tubuh seorang pasien untuk membersihkan bekuan darah. Singkat cerita, akhirnya, para ilmuwan itu berhasil berenang keluar dari bagian mata pasien bernama Benes, mereka keluar lewat air mata Benes karena sebentar lagi mereka akan berubah ke bentuk semula seperti ukuran manusia normal.

Entah bayangan Kurzweil di atas bakal menjadi kenyataan atau tidak. Yang jelas, teknologi nanobot yang terbuat dari molekul biologis saat ini memang telah ada dan sudah dipakai untuk mengobati kanker. (Jhon/asr)

 

Share

Video Popular