JAKARTA –  Hari buruh se-dunia yang diperingati setiap 1 Mei diwarnai oleh demonstrasi buruh di seluruh Indonesia yang lebih menekankan kepada kesejahteraan buruh. Bersamaan itu kebutuhan lapangan kerja sudah menjadi kebutuhan publik, namun demikian jumlah pengangguran semakin tinggi dan pemenuhan tenaga terampil masih terbatas.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finances (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan membentuk tenaga kerja yang terampil dan berkualitas memang sudah menjadi tugas berat dari Kementerian Tenaga Kerja. Apalagi, lanjut Enny, jumlah tenaga kerja lokal yang dimiliki lebih dominan berpendidikan sekolah tingkat dasar dengan keahlian yang terbatas. “Memang PR yang terberat adalah Kemenaker ini,” kata Enny dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (30/4/2016).

Menurut Enny, lantas tak bisa disalahkan kepada investor yang lebih tertarik kepada sektor pada modal dari pada padat karya yang harus berhadapan dengan kualifikasi tenaga kerja terampil terbatas dengan fakta dominasi pekerja Indonesia lulusan tingkat dasar. Oleh karena itu, kata Enny, Kemnaker RI harus bersinergi dengan dukungan pengusaha untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian tenaga kerja.

Bentuk kerjasama pemenuhan tenaga kerja terampil dengan pengusaha sebagai langkah untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil nantinya kepada lapangan kerja. Maka, lanjut Enny, ketika perusahaan sudah memiliki tenaga kerja yang terampil dan berkualitas, diharapkan pengusaha sudah semestinya memberikan upah yang layak.

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial Kementerian Tenaga Kerja RI,  Haiyani Rumondang mengklaim Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sudah fokus tentang afirmatif action kepada pekerja di bawah SMA.  Haiyani menuturkan langkah yang dilakukan pemerintah bagaimana para pekerja tak terhenti pada sistem pengupahan yang terbatas pada tingkat pendidikan.

Menurut Haiyani, afirmatif action yang dilakukan adalah dengan meningkat kemampuan kerja dan terampil pekerja. Maka jika kemudian pemikiran ini terlaksana, selanjutnya sistem pengupahan tak terbatas kepada tingkat lulusan pendidikan. Pengupahan bagi pekerja, lanjutnya, dinilai kepada daya keterampilan dan kemampuan pekerja.

Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Usaha Kecil Menengah, Eric Hidajat juga mengklaim pengusaha sudah lama memberikan pelatihan kepada pekerja untuk memperkuat segi keterampilan pekerja. Tak hanya itu, ujar Eric, pengusaha intens berdialog dengan pemerintah apalagi saat sedang melonjak perkembangan dunia bisnis startup company.

Eric juga mengklaim para pengusaha sudah giat membicarakan tentang peluang bisnis startup tentang pemodalan,  akses pasar,  memperkuat daya saing dan paket yang dimiliki untuk bersaing dalam kompetisi bisnis.  “Kita selalu berusaha bagaimana produk dalam negeri menjadi tuan di rumah negeri diri sendiri,” ujarnya. (asr)

Share

Video Popular