Oleh: Xie Dongyan

Pada 21 April waktu setempat Amerika Serikat, Soros “Predator keuangan internasional” memperingatkan, mengacu pada RRT (Republik Rakat Tiongkok) yang mengandalkan hutang untuk mendorong pertumbuhan, tindakan ini mirip sekali dengan AS disaat krisis keuangan global  2008, stimulus hanya bisa membeli waktu satu hingga dua tahun, namun masalah akan berubah menjadi semakin serius, yang dapat dilakukan pemerintah hanyalah reformasi politik.

Ahli ekonomi berpendapat bahwa gejolak keuangan RRT dan AS serupa tapi tak sama dalam hakikat, lebih-lebih pemerintah Partai Komunis Tiongkok/ PKT tidak mampu menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan pemerintah AS. 

Soros memperingatkan

Pada 21 April, Soros menghadiri seminar bertopik “Akhir keajaiban ekonomi RRT?” yang diselenggarakan oleh Asia Society di New York. Dalam seminar itu Soros menyatakan, menurut pengamatannya pemerintah PKT sedang mempergunakan kredit dalam jumlah besar untuk merangsang ekonomi dan mencegah penurunan ekonomi, hal tersebut bukan suatu sinyal pemulihan namun suatu sinyal peringatan.

“Ini terdorong oleh pertumbuhan kredit yang serupa dan perpanjangan kredit yang pada akhirnya sulit berkelanjutan. Namun ia bisa mandiri dan bisa melakukan banyak hal di bidang real estate,” katanya.

Soros mengatakan, kemandirian ini dapat menunda datangnya titik balik krisis, “Anda bisa membeli waktu yang lebih banyak, namun ia bisa menciptakan masalah yang lebih besar.”

Soros berpendapat bahwa hal tersebut sangat mirip dengan situasi yang muncul di AS ketika terjadi krisis keuangan global pada 2008. Pada 2005 dan 2006 di AS juga terjadi penggunaan kredit untuk merangsang ekonomi, namun krisis tidak berhenti melainkan berlanjut hingga 2007 dan 2008. Bahaya terbesar biasanya muncul pada tahun-tahun terakhir dari sebuah siklus kredit.

Laporan dari pihak berwenang PKT menggunakan pencitraan ‘Pembukaan ekonomi yang bagus.’

Namun Soros berpendapat, “Ini adalah sebuah sinyal peringatan, karena saya melihat ia masih membutuhkan lebih banyak kredit, baru bisa mencegah kemerosotan ekonomi.”

Karena pemerintah PKT tidak sanggup menerima pengangguran dalam skala besar, oleh sebab itu mereka masih akan menggairahkan pembangunan infrastruktur dan real estate. Atau apa yang disebut gelembung. Ya ia adalah gelembung, namun bisa mendorong pertumbuhan, bisa mandiri.”

Terhadap tindakan yang dilakukan oleh pemerintah PKT, analisa Soros berpendapat bahwa paling banyak bisa menunda permasalahan selama satu hingga dua tahun. Karena sistem hutang perbankan Tiongkok sekarang ini lebih banyak dari deposito, sebagian besar uang dipergunakan untuk mempertahankan kredit macet dan eksistensi perusahaan yang mengalami kerugian.

Soros mengatakan bahwa sebelum ledakan krisis, yang bisa dilakukan oleh pemerintah RRT sekarang ini adalah “reformasi politik.”

Analisa ahli: Pemerintah PKT tidak mampu meniru pemerintah AS dalam menyelesaikan krisis

Frank Tian, Xie profesor akademi ekonomi Universitas Aiken South Carolina AS berpendapat, pengamatan Soros terhadap krisis ekonomi mengintai RRT, keadaannya memang benar sangat mirip dengan situasi sebelum gejolak keuangan yang terjadi di AS pada 2008, namun ada banyak perbedaan.

Pertama, gejolak keuangan di AS dikarenakan pemerintah menyemangati warga mengambil kredit untuk membeli rumah agar mendorong tingkat kepemilikan rumah. Setelah stimulasi, pinjaman dikemas lagi dijual dalam bentuk krisis subprime. Kredit dalam krisis keuangan Amerika adalah kredit sector swasta, ekonomi virtual Amerika yang bermasalah, ekonomi riil Amerika pada dasarnya masih utuh, teknologi masih tetap memimpin dunia, lingkungan kelembagaan tidak ada masalah.

Sebaliknya, peningkatan kredit pemerintah PKT ini terutama penambahan kredit untuk pemerintah daerah dan BUMN, semula hutang pemerintah daerah sudah sangat mengejutkan orang, itu bagaikan sebuah bom waktu. Sekarang penambahan kredit meningkat dengan pesat, hal itu hanya bisa mendorong naik gelembung real estate.

Menurut laporan media Tiongkok, tahun ini setelah tahun baru Imlek, harga property kota strata satu meroket secara abnormal. Hanya berdasarkan laporan yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional PKT mengenai situasi perubahan harga jual rumah di 70 kota besar medium seluruh negeri pada bulan Maret, rumah di 62 kota mengalami kenaikan harga.

Frank menyatakan, gelembung yang didorong naik mungkin akan pecah setiap saat, sekarang ada sangat banyak kasus  platform pembiayaan yang angkat kaki di daratan Tiongkok termasuk platform pembiayaan jaringan P2P terus menerus terjadi, sebuah fenomena yang mengkhawatirkan orang.

Sebaliknya cara AS dalam mengatasi krisis keuangan, AS adalah negara yang memberlakukan kebijakan moneter yang longgar terukur dan dolar adalah mata uang internasional, dalam situasi krisis keuangan global. Semua dana lari masuk ke Amerika untuk menghindari bahaya, misalnya seperti membeli obligasi Treasury AS dan sejenisnya.

Kelonggaran moneter AS tidak membawakan inflasi besar bagi AS, dalam melaksanakan kebijakan suku bunga 0% selama 7 tahun, dana yang masuk ke Amerika dialirkan ke emerging market di negara-negara berkembang untuk mencari keuntungan, Tiongkok adalah salah satunya. Ketika ekonomi Amerika pulih dana itu mengalir kembali setelah mendapat keuntungan.

Mata uang RMB Tiongkok bukan mata uang internasional, kelebihan pengedaran uang yang dilakukan oleh PKT adalah mentransferkan hutang kepada rakyat, sehingga menjebabkan segala kebutuhan mahal dan harga barang melangit. Hanya berdasarkan data yang diumumkan oleh Biro Statistik Nasional PKT pada 11 April, harga pangan di daratan Tiongkok naik sebesar 7.6% pada Maret, diantaranya harga sayur-mayur meningkat sebanyak 35.8%.

Selain itu, krisis ekonomi RRT sekarang ini adalah ekonomi riil Tiongkok yang muncul berbagai masalah. Misalnya seperti struktur ekonomi kurang bagus, indutri kurang berinovasi, hak kekayaan intelektual tidak mendapatkan perlindungan sedangkan produk bajakan merajarela, biaya tenaga kerja dan harga tanah meningkat, daya saing ekspor makin lama makin rendah, banyak industri produk kelebihan produksi; arus kebangkrutan perusahaan swasta satu tahap demi satu tahap. Hal tersebut dengan krisis yang dihadapi AS pada saat itu berbeda bagai langit dan bumi, tidak bisa diperbandingkan.  (lin/whs/rmat)

Share

Video Popular